RiderTua.com – Halo Bro-Sis RiderTua, dalam penampilan pertama Jorge Martin musim ini di tes Buriram, rider Aprilia itu langsung menempati posisi ke-8 yang mengesankan. Dia hanya tertinggal 0,499 detik dari waktu tercepat yang dicetak rekan setimnya Marco Bezzecchi. Trek positif terus berlanjut pada sesi free practice hari Jumat GP Thailand, dimana dia langsung lolos ke Q2 setelah berada di posisi ke-5 kalah 0,703 detik dari Bezzecchi yang kembali menjadi yang tercepat.
“Sejak tes saya sudah tahu bahwa kami kompetitif. Justru karena itu saya cukup gugup. Saya terus bertanya-tanya, apakah semuanya akan tetap berjalan dengan baik. Senang rasanya merasakan kegembiraan itu lagi. Tetapi setelah beberapa lap pertama, feel langsung datang dan saya mampu mencatatkan waktu yang bagus sejak awal,” jelas Martin.
Jorge Martin (P5): Saat Ini Saya Masih Banyak Menggunakan Set-up Marco Bezzecchi Tapi Saya Bukan Marco!

Pada sesi sore hari, angin kencang disertai gerimis yang membuat trek agak licin, bahkan Ai Ogura sempat terjatuh sebagai akibatnya. “Pada sore hari situasinya lebih sulit, terutama karena angin. Praktis mustahil menemukan momen yang tepat untuk menyerang. Saya kurang beruntung, saya rasa saat itu saya mendapat hembusan angin yang paling buruk,” ungkap juara dunia MotoGP 2024 itu.
Namun Martin berhasil mengatasi situasi tersebut dengan baik. Dalam sesi pra-kualifikasi, dia meningkatkan catatan waktunya sebesar 0,3 detik menjadi 1:29.229 menit yang menempatkannya di posisi ke-5 yang cukup menjanjikan.

Martin mengaku bahwa pencapaiannya hari itu berkat rekannya Bezzecchi yang konsisten tampil kuat sejak tes pramusim. “Marco jauh di depan. Keunggulannya signifikan, dia menunggangi motor dengan cara yang sangat berbeda. Saat ini saya masih banyak menggunakan set-upnya. Kami harus mencari cara untuk menyesuaikan motor agar cocok dengan gaya balap saya. Saya bukan Marco. Dia mengerem lebih lambat namun berkendara lebih halus dibanding saya,” ungkap Martinator.
Martin mengakui kelemahannya saat time attack dalam 1 lap. “Masalah utama saya ketika menyangkut satu lap. Saya terlalu agresif. Ketika saya menyerang, motornya mulai bergetar. Tetapi dalam jarak yang lebih panjang, ketika saya berkendara lebih konsisten, hasilnya lebih baik,” pungkasnya.

Menilik dari hasil hari Jumat, jika Martin mampu menjaga ketenangannya di kualifikasi Sabtu pagi, maka podium bukan hal yang mustahil!
BTW, sprint race (Sabtu 28 Februari) dan race utama (Minggu 1 Maret) akan berlangsung pada pukul 15.00 atau 3 sore WIB.






