Home MotoGP Cal Crutchlow: Diogo Moreira Pantas Mendapatkan Kursi di Tim Pabrikan Honda Terlebih...

    Cal Crutchlow: Diogo Moreira Pantas Mendapatkan Kursi di Tim Pabrikan Honda Terlebih Dulu Ketimbang David Alonso

    Diogo Moreira
    Diogo Moreira

    RiderTua.com – Cal Crutchlow ikut berkomentar soal siapa yang layak menjadi rekan setim Fabio Quartararo di tim pabrikan Honda dan siapa yang akan bergabung dengan Johann Zarco di tim LCR. Tahun depan Honda memiliki dua pembalap muda yang punya potensi besar yakni Diogo Moreira dan David Alonso. Namun hingga saat ini, Honda belum menentukan mereka akan ditempatkan di tim mana.

    “Menurut pendapat saya, Moreira layak mendapatkan kursi di tim pabrikan lebih dulu dibandingkan David Alonso. Dia sudah punya pengalaman 1 tahun. Sebagai rookie, dia konsisten mengungguli pembalap Honda lainnya atau setidaknya selalu berada di level yang sama dengan mereka. Jadi menurut saya, ini adalah keputusan yang sangat jelas dan tidak perlu diragukan lagi,” tegas Crutchlow, yang sempat menjadi rekan setim Moreira selama 6 seri saat didapuk menjadi pembalap pengganti untuk Zarco yang cedera.

    Cal Crutchlow: Diogo Moreira Pantas Mendapatkan Kursi di Tim Pabrikan Honda Terlebih Dulu Ketimbang David Alonso

    Cal Crutchlow: Honda ingin Saya Menjadi Pembalap Pengganti MotoGP dan WSBK
    Cal Crutchlow

    Cal Crutchlow menambahkan, “Di sisi lain, jika David Alonso bergabung dengan LCR, itu juga merupakan skenario yang sempurna. Sama seperti proses yang dijalani Diogo. Itu tempat yang bagus untuk pengembangan di MotoGP. Motornya tidak berbeda. Menurut saya, tekanannya saja yang lebih sedikit. Ya, tentu saja mungkin terkadang ada perbedaan suku cadang, tetapi mereka semua memiliki kontrak pabrikan.”

    “Jadi dalam hal itu, sebenarnya tidak ada perbedaan. Bedanya hanya sebatas status, apakah membalap untuk tim pabrikan atau tim satelit. Namun seperti yang kita lihat di MotoGP, saat ini pada dasarnya setiap tim sudah seperti tim pabrikan,” imbuh rider asal Inggris itu.

    Crutchlow juga memuji kualitas Moreira sebagai pembalap. “Semua orang bisa melihat bakatnya yang luar biasa. Namun ada perbedaan antara sekedar berbakat dan punya mentalitas yang bagus. Dan Diogo punya keduanya. Saya menyukainya. Dia anak yang hebat. Beri dia waktu 3 tahun. Menurut saya, dia akan mampu menjadi Juara Dunia MotoGP,” ujar rider berusia 40 tahun itu.

    Diogo Moreira - HRC
    Diogo Moreira – HRC

    Keyakinan itu muncul bukan hanya dari hasil balapan, tetapi juga dari data yang Crutchlow lihat saat bekerja bersama Moreira. “Saya bisa melihatnya dari data dan dari cara dia membalap. Bayangkan, sebagai pembalap rookie di tahun pertama, apa yang dia lakukan sungguh luar biasa, terlebih lagi dengan motor yang masih dalam tahap pengembangan. Dia tidak menunggangi Ducati atau Aprilia yang memenangkan balapan setiap pekannya. Performanya sangat luar biasa,” tegasnya.

    Crutchlow melanjutkan, “Cara dia mengatur jalannya balapan, cara dia bertarung, dia tidak kenal takut. Saya menyukai hal itu darinya. Dia tidak pernah mengeluh. Maksud saya, dia paham betul kapan masalahnya ada pada dirinya dan kapan pada motornya. Dia sangat cerdas. Menyenangkan sekali bisa memiliki dia sebagai rekan setim selama 6 balapan kemarin.”

    Crutchlow juga mengungkapkan bahwa Moreira yang rutin berlatih bersama Marc Marquez, menggunakan ‘trik’ pengereman yang mirip dengan juara dunia 9 kali tersebut. “Di awal tahun, menurut pandangan saya dan juga saat melihatnya di TV, dia belum memahami karakter ban serta cara mengelolanya. Sekarang dia mulai menguasainya dan jauh lebih paham soal itu. Jadi, kita bisa melihat race pace-nya menjadi jauh lebih konsisten. Dia tidak lagi sekadar ‘penumpang’ di atas motor, melainkan benar-benar memegang kendali penuh atas motornya,” jelasnya.

    Diogo Moreira - Enea Bastianini
    Diogo Moreira – Enea Bastianini

    Crutchlow menambahkan, “Soal pengereman, tidak diragukan lagi dia sangat hebat. Apa yang dia lakukan pada motor saat fase pengereman, saya tidak bisa menjelaskannya secara rinci, karena itu sebenarnya semacam trik khusus dan saya tidak ingin membocorkannya! Tapi gayanya sangat mirip dengan apa yang dilakukan Marc Marquez. Saya pernah mencoba melakukannya. Dan setiap kali mencoba, saya justru sering jatuh hingga kepala saya terbentur selama bertahun-tahun.”

    Di GP Aragon, Moreira finis sebagai pembalap Honda terbaik dengan menempati posisi ke-7 dalam sprint race dan posisi ke-9 di Grand Prix. Rider asal Brasil tersebut menempati peringkat 14 dengan perolehan 64 poin atau tertinggal 24 poin dari Luca Marini yang berada di peringkat 11 sekaligus menjadi pembalap terbaik di klasemen.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini