RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kalau Veloz HEV mampu mengungguli penjualan Kijang Innova Zenix HEV hingga Agustus lalu. Harganya yang lebih terjangkau menjadikannya sebagai model MPV hybrid yang cukup menggiurkan bagi konsumen Indonesia.
▶Daftar Isi
Veloz dan Innova Zenix HEV Terjual 2 Ribu Unit
Toyota Veloz sempat menjadi model unggulannya dalam menyumbang hasil cukup memuaskan di segmen low MPV. Tapi seakan masih belum puas dengan itu, mereka menghadirkan versi hibridanya tahun lalu, dan modelnya langsung menjadi buruan banyak orang begitu diluncurkan pertama kalinya. Tidak heran kenapa modelnya selalu terjual ribuan unit tiap bulannya, bahkan performa penjualannya ini bisa dipertahankan dengan baik.

Bulan Agustus 2026, Toyota Veloz HEV terjual sebanyak 2.267 unit, dan hasil ini membuatnya unggul dari Kijang Innova Zenix HEV yang terjual 2.137 unit. Tapi ternyata selisih penjualan keduanya sangat tipis, yaitu hanya 130 unit saja, membuktikan kalau kedua mobil MPV ini benar-benar bersaing ketat di pasarnya meski berupa jenis model MPV yang berbeda. Tetap saja, Veloz HEV unggul dalam hal harga jualnya yang lebih terjangkau ketimbang Innova Zenix HEV yang tembus Rp 500 jutaan.
Keduanya saling bersaing ketat satu sama lain meski dijual oleh Toyota, tapi mereka sudah cukup puas dengan hasil yang didapat oleh kedua mobil MPV hibridanya. Karena mereka kini bisa memperluas lini produk ramah lingkungannya yang tidak hanya didominasi oleh mobil SUV saja. Apalagi model MPV tetap menjadi jenis mobil yang dicari oleh konsumen Indonesia sampai sekarang meski tren SUV masih sangat tinggi.

Hanya Terjual Ratusan Unit
Berbeda dengan duo MPV Toyota yang terjual ribuan unit dalam sebulan, mobil hybrid lainnya hanya mencetak penjualan sebanyak ratusan unit. Seperti Suzuki Fronx yang mencatat hasil sebanyak 665 unit dan XL7 Hybrid 598 unit, dan keduanya juga bersaing ketat di pasar SUV sampai sekarang. Meski dijual sebagai model MHEV (mild hybrid), hasil penjualan yang didapat keduanya masih cukup bagus untuk membantu Suzuki bertahan dari gempuran kompetitornya.
Contohnya Mitsubishi Xforce HEV yang mencetak hasil penjualan hingga 361 unit, dan kalau dilihat selisih penjualannya dengan XL7 Hybrid sudah sangat jauh. Padahal varian Xforce yang satu ini terbilang masih baru, tapi penjualannya lebih sedikit meski sudah dijual selama nyaris dua bulan. Nampaknya mereka masih harus melakukan peningkatan pada penjualannya karena usianya yang seumur jagung, terlebih persaingan di pasarnya berjalan lebih ketat lagi.

Kok Ada Lexus LM?
Honda HR-V e:HEV menyusul dengan 218 unit terjual, kemudian Toyota Alphard HEV dan Yaris Cross HEV masing-masing terjual sebanyak 196 unit dan 168 unit. Lalu ada satu mobil dari merek China berupa Chery Tiggo Cross CSH yang mencetak hasil sebanyak 113 unit, dan memang hasil ini jauh lebih sedikit ketimbang model Tiggo CSH lainnya. Tapi setidaknya mereka masih bisa memasuki peringkat 10 besar dengan SUV mungilnya tersebut.
Anehnya ada kembaran Alphard yang masuk dalam daftar, yaitu Lexus LM dengan 90 unit terjual. Sebab mobil MPV mewah ini cukup jarang masuk 10 besar, bahkan mencetak hasil penjualan hingga ratusan unit per bulan sudah sangat sulit untuk diraih bahkan untuk mobil dari merek ternama seperti Lexus. Belum lagi LM harus berhadapan dengan banyak kompetitor di segmennya yang sebagian besar datang dari China, itupun kebanyakan menghadirkan versi BEV.

Tetap saja, Alphard dan LM HEV mampu mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan bagi masing-masing merek, dan ini cukup bagus untuk penjualan mobil kelas premium. Sebab entah mengapa peminat mobil jenis ini, terutama model MPV hybrid, mulai berkurang peminatnya dengan banyaknya mobil MPV listrik yang dijual. Jelas kehadiran model seperti Denza D9 hingga XPeng X9 yang membuat penjualannya cukup terhambat.
Kalau diperhatikan, tiga dari empat mobil Toyota dalam daftar penjualan ini berupa mobil MPV, atau empat dari lima model kalau Lexus ikut dihitung.












