RiderTua.com – Mungkin tidak ada yang menyangka kalau mobil selaris Atto 1 benar-benar membuatnya semakin dikenal di pasar global dan di kampung halamannya. Sepertinya inilah yang membuat merek asal China tersebut menyiapkan versi lebih besar bernama Great Seagull.
Atto 1 Bakal Mendapat Versi Lebih Bongsor
BYD sukses dalam menghadirkan mobil murahnya di Indonesia melalui Atto 1, dengan performa penjualannya sepanjang tahun lalu menjadikannya sebagai BEV terlaris. Tidak hanya di Indonesia, di pasar global mereka juga menorehkan kesuksesan dari mobil mungilnya ini, dan modelnya tidak selalu dikenal sebagai Atto 1. Model ini aslinya dinamai sebagai Seagull di sejumlah negara, termasuk di Negeri Tirai Bambu, dimana Seagull tetap diincar banyak konsumen sampai sekarang.

Selain menyiapkan model all new, BYD juga disebut tengah membuat model lainnya dalam Seagull series, yang dikenal sebagai Great Seagull. Sesuai namanya, model yang satu ini bakal berukuran lebih besar ketimbang model yang dijual sebagai hatchback mungil. Jelas modelnya bakal dibuat terpisah dari Seagull/Atto 1 yang sekarang karena dimensinya yang beda jauh satu sama lain.
Great Seagull disebut punya dimensi 4.205 mm x 1.810 mm x 1.570 mm x 2.650 mm, lebih panjang 425 mm ketimbang Seagull. Meski berukuran lebih bongsor, sebenarnya model ini 65 mm lebih pendek dari Dolphin, salah satu hatchback yang dijualnya. Artinya jelas kalau Great Seagull bakal menawarkan ruang kabin yang lebih lega untuk memuat hingga 5 penumpang di dalamnya, tapi masih berukuran kompak untuk ukuran hatchback seperti ini.

Fitur Canggih
Beberapa waktu lalu, sejumlah spyshot yang diduga kuat sebagai Great Seagull memperlihatkan sejumlah detail pada eksteriornya. Salah satunya pelek 16 inci, tapi yang paling menonjol yaitu adanya LiDAR pada atap mobil, dan biasanya mobil dengan fitur ini sudah dianggap sebagai mobil canggih. Karena BYD memasangkan God’s Eye B atau lebih dikenal sebagai DiPilot 300, pengguna bisa memakai fitur navigate on pilot atau NOA untuk memberikan fitur bantuan pengemudi semi otonom.
Lalu bocoran lainnya memperlihatkan interior mobil yang dibuat cukup modern dengan headunit model floating, tuas transisi di belakang setir, dan konsol tengah berukuran besar. Semua ini memberikannya perbedaan cukup signifikan dari Seagull yang sekarang, walau mungkin itu juga membuatnya beda jauh dari All New Seagull yang belum dirilis. Untuk saat ini hanya sejumlah detail tersebut yang bisa ditemukan dari model Great Seagull sampai mereka meluncurkannya di pasar.

Lawan Barunya EX2?
Namun masih ada info soal spesifikasi yang bakal diusung oleh Great Seagull, dimana modelnya dipakaikan baterai berkapasitas 30 kWh dan 39,2 kWh. Dengan ini, mobil bisa melaju sejauh 320 km dan 420 km dalam sekali isi daya sampai penuh, lumayan jauh untuk hatchback seperti ini. Sementara motor listriknya mampu menghasilkan tenaga sebesar 127 hp.
Meski tenaganya cukup gede untuk mobil seperti Great Seagull, kalau dibandingkan dengan Dolphin masih kalah jauh, karena Dolphin bisa tembus 201 hp pada varian tertingginya. Jadi bisa dikatakan kalau mereka ingin menjual Great Seagull di pasar di bawahnya Dolphin, dan tentu saja modelnya dibanderol lebih murah lagi. Tetap saja, fitur seperti LiDAR masih dipertahankan untuk menjamin kualitas produknya, termasuk keselamatan penggunanya di jalan.

Karena berupa hatchback berukuran lebih bongsor, ini bisa membuat Great Seagull menjadi lawan sepadan bagi Geely Xingyuan, atau lebih dikenal sebagai EX2. Walau ini berarti EX2 juga mendapat dua lawan baru dari BYD berupa All New Seagull, dan tidak hanya EX2 yang dilawannya, tetapi juga GAC Aion UT. Kebetulan keduanya sudah dijual di Indonesia, tapi ini bukan berarti model generasi terbaru Seagull bisa dijual langsung begitu saja.
Karena Atto 1 baru dijual selama setahun disini, mereka menunggu waktu yang tepat untuk bisa membawa model generasi keduanya. Soal potensi Great Seagull ikut dibawa ke Indonesia atau di pasar global secara keseluruhan masih harus menunggu keputusan dari pihak prinsipal.












