Home MotoGP Ai Ogura: Didikan Ayah Saya Sangat keras, Saya Pernah Ditendangnya Saat Belajar...

    Ai Ogura: Didikan Ayah Saya Sangat keras, Saya Pernah Ditendangnya Saat Belajar dengan Pocket Bike

    Ai Ogura
    Ai Ogura

    RiderTua.com – Ai Ogura menjadi sorotan setelah berhasil memenangkan grand prix pertamanya di Assen Belanda dan menempati peringkat 3 dalam klasemen pembalap MotoGP di tahun keduanya di kelas utama. Luar biasa, dalam 11 dari 12 seri awal musim 2026 rider Trackhouse Aprilia itu selalu finis di 5 besar.

    Ogura menegaskan bahwa hasil yang diraihnya saat ini salah satunya berkat didikan sang ayah yang merupakan mantan pembalap. “Saat saya masih sangat kecil, di masa-masa balapan dengan pocket bike, dia memang sangat keras. Terkadang dia sampai menendang saya,” ungkap rider berusia 25 tahun itu sambil tersenyum mengenang masa kecilnya.

    Ai Ogura: Didikan Ayah Saya Sangat keras, Saya Pernah Ditendangnya Saat Belajar dengan Pocket Bike

    Ai Ogura
    Ai Ogura

    Namun saat Ai Ogura pindah ke kelas minibike, sikap sang ayah berubah total. “Lalu sikapnya berubah total. Dia tidak lagi banyak bicara. Bahkan saat saya bertanya, ‘apa yang harus saya lakukan?’ dan dia akan menjawab, ‘pikirkan sendiri’,” ungkap juara dunia Moto2 2024 itu.

    Meski begitu, Ogura sadar bahwa ayahnya sengaja melakukan itu agar dia belajar mandiri.Β “Jika selalu ada pelatih yang mendikte kita untuk melakukan ini dan itu, mungkin kita tampil hebat di balapan berikutnya, tetapi belum tentu 10 balapan kemudian. Kita harus bisa berpikir sendiri,” jelas rider asal Jepang itu.

    Ogura juga mengenang, bagaimana kedua orang tuanya membesarkannya dengan kondisi yang serba terbatas. Menurutnya, justru karena tidak dimanjakan dia tumbuh menjadi pembalap yang lebih kuat. “Hal terpenting yang diberikan orang tua saya adalah mereka tidak memberi saya apa-apa. Mereka membiarkan saya terus merasa ‘lapar’ akan kesuksesan. Saya tidak pernah memiliki motor baru, tidak pernah punya wearpack (baju balap) atau helm baru. Hal-hal seperti itulah yang membuat kita lebih tangguh dan memiliki hasrat lebih besar untuk menang,” ungkap rider yang tahun depan membela tim pabrikan Yamaha itu.

    Ai Ogura
    Ai Ogura

    Salah satu kelebihan Ogura yang bikin kagum adalah ketenangannya saat balapan. Kepala kru-nya Giovanni Mattarollo mengenang sebuah kisah menarik saat tes di Qatar. Ketika sesi kualifikasi berlangsung, Ogura terhambat oleh pembalap lain yang melaju pelan di racing line. Situasi seperti itu biasanya membuat pembalap marah, tetapi sebaliknya Ogura tetap tenang dan terus memacu motornya.

    “Saya bilang padanya bahwa saya menghargai sikapnya yang tetap fokus dan terus memacu motor. Lalu dia melontarkan pernyataan yang memberi saya salah satu pelajaran terbaik selama berkecimpung di MotoGP. Dengan wajah datarnya seperti biasa, dia berkata, ‘emosi hanya membuatmu lebih lambat’,” ungkap Mattarollo.

    Ogura sendiri menggambarkan cara pandangnya terhadap balapan dengan sangat sederhana. “Saya bisa berpikir simpel. Itu mudah. ​​Balapan adalah tempat untuk menunjukkan kemampuan dan apa yang bisa kita lakukan. Kalau kita finis di posisi ke-10, bagaimanapun caranya kita tetaplah pembalap yang finis di posisi ke-10. Sesederhana itu. Saya bisa menerimanya, dan saya baik-baik saja dengan hal itu,” jelasnya.

    Saat ditanya apa arti kebahagiaan baginya? Tanpa ragu Ogura menjawab, “Itu berkaitan dengan hasil. Ya.”Ai Ogura - Mancing Mania

    Apakah itu berarti dia akan menjadi orang yang tidak bahagia jika hasilnya buruk? “Kalau begitu, saya akan menjadi orang yang tidak bahagia,” jawab Ogura sambil tertawa, menunjukkan betapa besar dia mengaitkan kepuasan hidupnya dengan prestasi di lintasan.

    Menjadi Juara Dunia Moto2 2024 adalah momen yang akan selalu membekas dalam diri Ogura. “Tentu saja, hidup kembali berjalan normal. Tetapi perasaan itu tetap ada di sini selamanya. Saat saya memenangkan gelar dunia Moto2, saya tahu bahwa pada saat itu, pada tahun itu saya adalah nomor 1 di dunia. Hal itu membuat saya tenang. Saya merasa telah melakukan sesuatu yang berarti. Itulah yang terpenting bagi saya,” jelasnya.

    Meski sedang naik daun, Ogura mengaku hampir tidak merasakan dampak ketenaran tersebut dalam kehidupan sehari-harinya di Jepang. Sambil menunjuk ponselnya, Ogura mengatakan, “Kita hanya bisa melihatnya lewat ini. Kita tidak bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri atau saat berada di jalanan,” ungkapnya.

    Klasemen Usai Race MotoGP Inggris 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Inggris 2026

    Saat ini tatkala tidak sedang berkompetisi, Ogura tinggal bersama orang tuanya di Kiyose, dekat Tokyo. Sebelumnya dia sempat tinggal di Castelldefels dekat Barcelona antara 2019 dan 2025. meski begitu dia tidak menganggap Spanyol sebagai rumah kedua. “Spanyol tidak pernah terasa seperti rumah,” pungkas rekan setim Raul Fernandez itu di tim Trackhouse Aprilia itu.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini