Home Otomotif Mazda Hadirkan New CX-6e di China, Pakai LiDAR!

    Mazda Hadirkan New CX-6e di China, Pakai LiDAR!

    Mazda CX-6e Australia
    Mazda CX-6e

    RiderTua.com – Setelah versi sedannya dibawa ke Indonesia, versi SUV-nya baru saja mendapat penyegaran di China, walau ubahannya tidak begitu drastis. Tapi SUV listrik ini sudah dibekali dengan LiDAR, sehingga pengguna mobil bisa memakai fitur otonom.

    Daftar Isi

    CX-6e Kini Punya LiDAR dan Fitur Otonom

    Mazda sebelumnya sempat membawa EZ-6 ke Indonesia beberapa minggu lalu, meski modelnya belum dijual untuk sekarang. Tapi kehadirannya ini cukup unik karena tidak biasanya mereka membawa mobil sedan, mengingat mereka lebih dikenal dengan lini mobil SUV-nya. Sebenarnya EZ-6 punya versi SUV yang dijual di China, yaitu EZ-60, atau lebih dikenal sebagai CX-6e di pasar global.

    Mazda CX-6e Australia
    Mazda CX-6e

    Baru-baru ini Mazda menghadirkan penyegaran untuk EZ-60 di China, walau ubahannya hanya berupa penambahan fitur saja. Tapi fitur ini nggak main-main karena berupa LiDAR yang dipasang di atap mobil, dan fitur semacam ini memang menjadi incaran konsumen di sana. Sebab kalau mobil sudah dipakaikan LiDAR, maka penggunanya bisa mengoperasikan fitur otonom yang membantu pengemudi di jalan.

    Dengan ini, EZ-60 bisa memakai sistem bantuan berkendara level 2, dan sistem ini disebut punya 200 skenario berkendara. Selain LiDAR, ada juga 12 sensor ultrasonik, 3 radar mmWave, sampai 11 kamera yang dipasang di sekitar bagian mobil, dan semua ini memberikan fitur NOA (navigation on autopilot). Fitur ini bisa digunakan di jalan tol dengan manuver seperti menyalip kendaraan sampai masuk-keluar jalur dapat dilakukan secara otomatis.

    Mazda CX-6e Australia
    Mazda CX-6e

    Fitur Canggih

    Kalau fiturnya diaktifkan di daerah perkotaan, mobil mampu melakukan beberapa skenario seperti putar balik, memasuki persimpangan dan bundaran, sampai pindah ke jalur darurat ketika di saat tertentu. Sistem ini juga membatasi kecepatan hingga 130 km/jam di jalan tol dan 80 km/jam di perkotaan, jadi nggak perlu khawatir kalau mobil terasa lambat karena memakai fitur otonom. Apalagi dengan ini penggunanya tidak perlu melakukan banyak input ketika mengemudikan mobil, walau masih harus diperlukan pengawasan dari pengguna karena baru level 2.

    Tidak hanya membantu pengemudi dalam menjalankan mobil di jalan, sistem ini juga bisa membantu memakirkan mobil. Mengandalkan remote parking, path-following parking, dan automated parking, memakirkan mobil sudah bukan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Memang sistem LiDAR-nya baru mencapai level 2, tapi ini cukup canggih untuk mobil SUV seperti EZ-60.

    Mazda CX-6e Australia
    Mazda CX-6e

    SUV BEV dan EREV

    Sementara untuk jeroannya nggak ada ubahan apapun, dan EZ-60 masih tetap menawarkan pilihan listrik murni atau BEV dan EREV. Seperti yang diketahui, EREV lebih mendekati mobil PHEV pada umumnya, hanya saja dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km menggunakan tangki bensin dan baterai listrik. Meski tidak disebut berapa total jarak tempuhnya, kalau menggunakan tenaga listrik murni saja mobil bisa melaju sejauh 200 km, ini karena baterainya hanya berkapasitas 31,73 kWh.

    Memang ini tidak jauh berbeda dengan model sebelumnya, tapi setidaknya dengan fitur LiDAR, EZ-60 bisa menyaingi kompetitor di segmen SUV. Sebab belakangan ini makin banyak mobil SUV yang memakai LiDAR, dan kebanyakan berupa merek lokal seperti BYD yang sudah menerapkan fitur otonom tersebut. Ada potensi rivalnya tersebut bisa memakai LiDAR dengan level lebih tinggi, tapi untuk sekarang Mazda sudah bisa tembus level 2.

    Mazda CX-6e Australia
    Mazda CX-6e

    Nampaknya kecil kemungkinan bagi CX-6e untuk mendapat fitur ini di pasar global, apalagi mereka harus menyesuaikan fiturnya di negara tujuannya. Belum lagi di Indonesia, dimana kondisi jalannya jauh lebih beragam lagi, dan kondisi jalan bisa cukup bervariasi, entah itu jalanannya berlubang atau digenangi air atau semacamnya. Hanya saja karena CX-6e belum dijual disini untuk sekarang, mereka belum memikirkan sampai ke situ.

    Untuk saat ini, hanya EZ-6 yang baru hadir di Indonesia dan menjadi model EZ pertama yang dihadirkan disini. Kalaupun mereka bisa membawa CX-6e sekaligus, mereka mungkin ragu-ragu melakukannya setelah melihat performa penjualan MX-30.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini