RiderTua.com – Satu jam pertama F1 di Madring langsung memperlihatkan persoalan yang sudah diperkirakan bakal muncul di sirkuit jalan raya baru tersebut. Bukan hanya soal kecepatan, traffic jadi masalah serius, dan Lewis Hamilton jadi salah satu pembalap yang paling banyak disorot setelah beberapa rivalnya terganggu saat jalani flying lap.
Di tengah persoalan tersebut, George Russell justru mengawali FP1 GP Spanyol 2026 dengan hasil sempurna. Pembalap Mercedes itu mencatat waktu tercepat dan membawa timnya kuasai dua posisi teratas bersama Kimi Antonelli.
▶Daftar Isi
FP1 F1 Spanyol: Lewis Hamilton Terseret Masalah Impeding
Russell unggul 0,286 detik atas rekan setimnya. Hasil ini jadi respons positif setelah pada hari Minggu lalu ia kalah dari Antonelli di Monza. Namun, perhatian tak hanya tertuju pada Mercedes.
Lewis Hamilton selesaikan FP1 di posisi keempat. Catatan tersebut sebenarnya cukup kompetitif, tetapi jalannya sesi membuat pembalap Mercedes itu dapat sorotan dari sejumlah rival.

Setidaknya empat pembalap mengalami gangguan yang berkaitan dengan Hamilton. Arvid Lindblad jadi pembalap pertama yang secara terbuka melontarkan kritik setelah Hamilton dan Antonelli dianggap menghalangi lintasan di Tikungan 12.
Tikungan tersebut jadi salah satu bagian yang menuntut perhatian ekstra karena memiliki kecepatan tinggi dan banking. Charles Leclerc, Nico Hulkenberg, serta Carlos Sainz juga harus membatalkan flying lap mereka karena Hamilton tak menyadari kedatangan mereka.
Sainz bahkan menyampaikan keluhannya melalui radio. Pembalap Williams tersebut menilai Hamilton seharusnya bisa bergeser lebih jauh ketika mobil lain datang dengan kecepatan tinggi.
Menurut Sainz, persoalan semacam itu terjadi berulang kali dan bisa berbahaya di lintasan dengan ruang terbatas seperti Madring.
Tikungan buta membuat traffic makin sulit
Masalah yang dialami Hamilton sebenarnya jadi gambaran lebih besar mengenai tantangan Madring. Sejak awal sesi, sejumlah pembalap terlihat tanpa sengaja saling menghalangi. Traffic memang selalu jadi persoalan di sirkuit jalan raya karena ruang untuk menghindar jauh lebih terbatas dibandingkan trek permanen.
Madring membuat situasi tersebut semakin rumit. Beberapa tikungan memiliki blind corners sehingga pembalap tak selalu bisa mengetahui posisi mobil lain atau menentukan ke mana harus bergerak ketika ingin memberi jalan.
Kondisi ini jadi perhatian penting jelang Kualifikasi. Pada sesi latihan, pembalap yang melakukan impeding cenderung hanya menerima teguran. Namun, situasinya berbeda ketika memasuki sesi penentuan posisi start.
Penyelenggara akan mengawasi persoalan traffic tersebut, karena impeding di Kualifikasi bisa berujung pada penalti penurunan posisi grid.
Mercedes dan Ferrari langsung menunjukkan kecepatan
Di balik drama traffic, persaingan di depan justru mulai memperlihatkan pola menarik. Mercedes mencatat dua waktu tercepat melalui Russell dan Antonelli. Ferrari juga menunjukkan performa kuat sejak awal sesi. Mobil mereka hanya tertinggal sekitar setengah detik dari catatan waktu terbaik ketika gunakan ban medium, sementara waktu tercepat Mercedes dicetak dengan ban soft.
Leclerc sendiri akhirnya naik ke posisi ketiga setelah mempertajam catatannya menggunakan ban lunak. Hasil tersebut juga datang setelah pembalap Ferrari itu dinyatakan cukup fit untuk jalani balapan menyusul kecelakaan besarnya di Monza yang sempat menyebabkan penglihatannya kabur.
Hamilton berada tepat di belakangnya di posisi keempat dengan catatan terbaik yang masih menggunakan ban medium. Max Verstappen tempati posisi kelima, diikuti Lando Norris. Sementara itu, Arvid Lindblad tampil mengesankan dengan membawa Racing Bulls ke posisi ketujuh.
Audi juga memperlihatkan kecepatan yang cukup kuat. Nico Hulkenberg berada di posisi kesembilan, sedangkan Gabriel Bortoleto akhiri sesi di posisi ke-11. Liam Lawson berada di antara keduanya di posisi ke-10.

Madring langsung menunjukkan karakter sebenarnya
Yang membuat FP1 semakin menarik adalah seluruh 22 pembalap berhasil ngejaga mobil mereka tetap aman tanpa menabrak pembatas. Ini jadi catatan penting setelah tes Formula 3 selama dua hari bulan lalu menghasilkan 19 red flag.
Evolusi lintasan juga berlangsung tinggi sepanjang sesi. Artinya, karakter Madring terus berubah ketika semakin banyak karet ban menempel di permukaan trek.
Anthony Davidson dari Sky Sports F1 bahkan ngaku terkesan melihat bagaimana para pembalap hadapi sirkuit yang benar-benar baru. Menurutnya, mereka mampu membuat tantangan tersebut terlihat jauh lebih mudah daripada yang dibayangkan.
Tetapi FP1 juga sudah memberikan petunjuk mengenai persoalan yang bisa jadi pembeda pada sesi berikutnya. Kecepatan memang jadi satu hal. Namun di Madring, kemampuan mengelola traffic dan membaca tikungan buta bisa sama pentingnya. Hamilton sudah merasakan konsekuensinya di FP1, sementara para pembalap lain kini memiliki alasan untuk lebih waspada hadapi Kualifikasi.













