Home MotoGP Sentil Marc Marquez, Pedro Acosta: Dia Mau Pensiun, Era Saya Baru Dimulai!

    Sentil Marc Marquez, Pedro Acosta: Dia Mau Pensiun, Era Saya Baru Dimulai!

    Pedro Acosta - Marc Marquez (ilustrasi 2026)
    Pedro Acosta - Marc Marquez - Ducati

    RiderTua.com – Pedro Acosta bakal memasuki babak baru dalam karier MotoGP-nya dengan situasi yang susah buat diabaikan. Di garasi Ducati, pembalap muda asal Spanyol ini bakal setim bareng Marc Marquez, sosok yang selama ini jadi salah satu patokan terbesar di kelas premier. Tapi Acosta justru milih ngeliat pertemuan itu dari sudut pandang beda: Marquez udah di penghujung kariernya, sedangkan dirinya baru aja ngerintis perjalanan panjang..

    โ–ถDaftar Isi

    Acosta Blak-blakan: Marquez di Akhir Karier, Saya Masa Depan MotoGP

    Pandangan itu menjadi dasar pendekatan Acosta menjelang kepindahannya ke tim pabrikan Ducati. Ia tak ingin menjadikan musim pertama sebagai perlombaan untuk langsung membuktikan diri. Baginya, ada waktu yang cukup untuk memahami lingkungan baru, menemukan ritme, lalu melihat sejauh mana hasilnya bisa berkembang.

    Duet Maut Marquez-Acosta, Ducati Bakal Berubah Warna Jadi Full Red Bull, Siapa Tanduk LawanUjian Pertama Dimulai pada Desember

    Acosta genap berusia 22 tahun pada Mei lalu. Usianya terpaut 11 tahun dari Marc Marquez yang akan menjadi rekan setimnya di garasi Ducati.

    Pertemuan pertama Acosta dengan motor Ducati Desmosedici akan terjadi dalam sesi uji coba pada 1 Desember. Momen tersebut berlangsung hanya dua hari setelah musim berakhir dan sekaligus menjadi penanda berakhirnya enam tahun perjalanan Acosta bersama KTM.

    Enam tahun itu bukan periode biasa..ย Bersama KTM, Acosta berhasil membangun rekam jejak yang sangat kuat. Ia meraih dua gelar juara dunia Moto3 pada 2021 dan 2023, serta satu gelar juara dunia Moto2 pada 2023.

    Karena itu, keputusan meninggalkan KTM bukan sesuatu yang sederhana.

    Mimpi Juara MotoGP Bersama KTM yang Tak Terwujud

    Di satu sisi, Acosta mengaku merasakan sisi pahit dari perpisahan tersebut karena ia gagal membawa KTM meraih gelar juara dunia MotoGP.

    Gelar di kelas premier itu sebelumnya menjadi salah satu alasan utama Acosta berkomitmen sebagai pembalap andalan pabrikan Austria tersebut. Ia datang dengan harapan bisa melanjutkan kesuksesan yang sudah dibangun sejak Moto3 dan Moto2.

    Namun situasi membuat Acosta harus mengambil keputusan berbeda..ย Menurutnya, impian menjadi juara MotoGP bersama KTM tidak realistis untuk diwujudkan dalam jangka pendek maupun menengah. Karena itulah, kesempatan bergabung dengan Ducati akhirnya menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan.

    Kini ia justru akan memasuki garasi yang dipimpin Marc Marquez, seorang juara bertahan yang menjadi tolok ukur utama di dalam tim tersebut.

    Pedro Acosta
    Pedro Acosta

    Acosta Tak Ingin Membebani Diri Sendiri

    Menariknya, Acosta tidak membawa ambisi itu dalam bentuk tekanan berlebihan…ย Ia sadar belum mengetahui secara pasti apa yang akan ditemuinya ketika masuk ke garasi Ducati. Namun ketidakpastian tersebut tidak membuatnya merasa tertekan.. Acosta memilih menghadapi perubahan ini dengan tenang.

    Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan cara ia memandang perjalanan kariernya. Ia tidak ingin memasang ekspektasi jangka pendek yang terlalu tinggi karena hal itu justru bisa memicu kecemasan dan frustrasi.

    Dalam wawancara mendalam bersama Motorsport.com, Acosta menyampaikan sudut pandang yang cukup sederhana mengenai perbedaan usia dan fase kariernya dengan Marquez…ย Menurutnya, Marquez sedang berada pada tahap akhir karier, sedangkan dirinya baru berada di awal perjalanan.

    “Saya tidak tahu apa yang akan saya temui di garasi itu, tetapi saya tidak merasa tertekan. Marc berada di penghujung kariernya, sedangkan saya baru saja memulainya,” ujar Acosta

    Artinya, Acosta tidak melihat kepindahan ke Ducati sebagai kesempatan yang harus langsung menghasilkan sesuatu dalam waktu singkat. Ia masih memiliki waktu untuk belajar dan berkembang.

    Marc Marquez Sindir Pedro Acosta: Saya Memenangkan Gelar Dunia di Tahun Pertama Saya di MotoGP
    Marc Marquez – Pedro Acosta

    Enam Tahun di KTM, Kini Masuk Garasi Italia

    Tantangan Acosta bukan hanya soal motor baru.. Selama enam tahun, ia terbiasa dengan lingkungan KTM. Kini ia harus masuk ke garasi Ducati yang memiliki budaya berbeda dan sepenuhnya berakar pada lingkungan Italia..ย Di sisi lain, Marquez sudah mengenal seluruh staf di pabrik Ducati.

    Perbedaan pengalaman di dalam lingkungan tersebut membuat Acosta memahami bahwa proses adaptasi tidak akan selesai dalam satu kesempatan. Ia perlu waktu untuk mengenal cara kerja tim, orang-orang di sekelilingnya, serta lingkungan baru yang akan menjadi bagian dari kesehariannya.

    Meski begitu, Acosta kembali menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan…ย Ia justru melihat kepindahan tersebut sebagai tantangan besar yang harus dijalani secara bertahap.

    Tahun Pertama untuk Beradaptasi, Tahun Kedua Melihat Hasil

    Acosta bahkan sudah memiliki gambaran bagaimana ia ingin menjalani kontrak dua tahunnya bersama Ducati.

    Ia tidak ingin menjadikan dua musim tersebut sebagai satu target besar yang harus diselesaikan sekaligus. Sebaliknya, ia membaginya menjadi dua tahap.

    Tahun pertama akan digunakan untuk menemukan ritme balap dan memahami lingkungan barunya. Setelah proses tersebut dijalani, barulah hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi tahun kedua.

    Pendekatan itu membuat Acosta tak perlu memaksakan diri untuk langsung mencapai hasil tertentu sejak awal.

    “Untungnya, saya akan berada di sana setidaknya selama dua tahun. Jadi, saya punya waktu untuk menemukan ritme saya pada tahun pertama dan melihat apa yang terjadi pada tahun kedua,โ€ ujar pembalap Spanyol itu.

    Sikap tersebut terasa semakin masuk akal jika melihat posisinya saat ini. Acosta berada di posisi ketujuh klasemen kejuaraan dunia MotoGP, terpaut 77 poin dari Jorge Martin yang berada di puncak. Ia juga masih tertinggal 37 poin dari Marc Marquez yang menempati posisi keempat.

    Namun angka tersebut bukan satu-satunya hal yang menjadi pertimbangan Ducati.

    Klasemen Usai Race MotoGP Inggris 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Inggris 2026

    Ducati Tetap Memberikan Kepercayaan

    Acosta memilih bersikap rendah hati ketika membicarakan kesempatan yang diberikan Ducati.

    Pabrikan tersebut telah memenangkan lima gelar juara dunia pembalap MotoGP terakhir. Di tengah dominasi itu, Ducati tetap memberikan kepercayaan kepada Acosta meski pembalap bernomor 37 tersebut belum pernah memenangkan balapan di kelas premier.

    Rekam jejaknya selama sekitar dua setengah tahun di MotoGP mencatat 13 podium, dua pole position, dan tiga fastest lap.

    Angka tersebut memang masih terlihat moderat jika dibandingkan dengan pembalap papan atas. Namun di sisi lain, catatan Acosta jauh lebih baik dibandingkan seluruh rekan setimnya di KTM.

    Karena itulah, kesempatan yang diberikan Ducati memiliki arti tersendiri bagi Acosta.

    Ia secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ducati karena telah memberinya kesempatan menjadi bagian dari proyek mereka meskipun dirinya belum pernah meraih kemenangan di MotoGP.

    “Saya sangat berterima kasih kepada Ducati karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari proyek mereka, meskipun faktanya saya belum pernah memenangkan balapan MotoGP,โ€ ujar Si Bocah Ajaib..

    Marc Marquez - Pedro Acosta - Ducati Lenovo 2027
    Marc Marquez – Pedro Acosta – Ducati Lenovo 2027

    Tantangan Terbesar Justru Baru Dimulai

    Kepindahan Acosta ke Ducati pada akhirnya bukan sekadar pergantian warna seragam atau motor.

    Ia meninggalkan lingkungan yang sudah dikenalnya selama enam tahun untuk masuk ke salah satu proyek paling kompetitif di MotoGP. Di sana, ia akan berbagi garasi dengan Marc Marquez, pembalap yang berada pada fase berbeda dalam kariernya.

    Namun Acosta tampaknya tidak ingin menjadikan perbedaan tersebut sebagai beban.. Ia memilih melihat kariernya dalam rentang yang lebih panjang. Tahun pertama adalah waktu untuk beradaptasi, sementara tahun kedua menjadi kesempatan untuk melihat apa yang bisa dicapai setelah seluruh proses tersebut berjalan.

    Bagi pembalap berusia 22 tahun itu, perjalanan menuju Ducati memang membawa banyak pertanyaan. Tetapi justru karena itulah ia tidak ingin terburu-buru mencari semua jawabannya.

    Selamat Datang Pedro Acosta
    Selamat Datang Pedro Acosta di Ducati

    Setelah enam tahun bareng KTM, Acosta sekarang buka lembaran baru. Dan di garasi Ducati, dia nggak cuma bakal berhadapan sama motor yang beda, tapi juga sama rekan setim yang ada di ujung perjalanan karier. Sementara Acosta sendiri ngerasa baru aja mulai.

    Bagaimana menurut kalian, apakah Marc Marquez memang sudah habis, atau Pedro Acosta yang terlalu percaya diri (kepedean)? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini