RiderTua.com – Luca Marini adalah sosok yang membantu Honda keluar dari posisi terbawah dalam klasemen konstruktor (sistem konsesi) pada akhir musim 2024. Masukannya yang cerdas, sangat membantu para insinyur Honda dalam pengembangan RC213V. Selain itu dia juga menjadi pembalap Honda yang paling efektif sehingga jarang sekali terjatuh.
Kemajuan penting tersebut diperoleh melalui pengembangan mesin dalam beberapa tahap. Penggunaan swing arm karbon yang baru dan serangkaian pembaruan aerodinamika, membuat Honda kembali mampu bersaing melawan para rivalnya. Terkait aerodinamika, Ducati dan Aprilia sudah terlebih dulu memperkenalkan generasi pengembangan berikutnya.
“Coba Kendarai Sendiri!” Luca Marini Kritik Cara Teknisi Honda Kembangkan Motor

Menurut Luca Marini, perkembangan aerodinamika Honda masih belum maksimal. Bahkan dia mengibaratkan seperti menabrak ‘tembok yang tak terlihat’, karena secara umum aspek ini masih diremehkan oleh sebagian insinyur Honda.
Rider Italia berusia 28 tahun itu menjelaskan, “Saya sependapat dengan para teknisi yang menangani aerodinamika, namun saya juga berpendapat bahwa mereka belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya aspek ini. Menurut pendapat saya, alasannya adalah karena mereka tidak mengendarai motor itu sendiri. Untuk memahami gambaran utuhnya, mereka harus menguji motor tersebut secara langsung.”
“Saya sudah mengatakan hal ini sejak tahun pertama saya di Honda. Setidaknya beberapa insinyur harus merasakan sendiri, bagaimana perilaku motor saat menggunakan winglet maupun saat tidak menggunakannya. Hanya dengan begitu, gambaran sebenarnya akan terlihat. Masih banyak yang harus diperbaiki di bidang ini.”

“Pengembangan di bidang aerodinamika sangat efisien. Komponen baru dapat diterapkan dengan lebih cepat. Dalam kondisi saat ini, regulasi masih memberikan keleluasaan yang besar. Saya terus mendorong para teknisi untuk berinvestasi lebih banyak lagi dalam pengembangan aspek ini,” pungkas adik legenda MotoGP Valentino Rossi itu.
Setelah 12 seri musim 2026, Marini menjadi pembalap Honda dengan peringkat terbaik di klasemen pembalap dengan menempati peringkat 10. Sementara rekan setimnya Joan Mir berada di peringkat 18. Masa depan Maro untuk 2027 masih belum pasti. Kabarnya dia bakalan direkrut tim Tech3, namun hingga kini belum juga dikonfirmasi secara resmi. Salah satu alasan mengapa pemilik tim Tech3 Gunther Steiner tertarik pada Marini, karena kemampuannya dalam membantu pengembangan motor.













