RiderTua.com – Pablo Nieto mulai balapan secara profesional pada 1998 dan memutuskan pensiun pada akhir 2008. Saat ini dia menjabat sebagai manajer tim VR46 Ducati milik legenda MotoGP Valentino Rossi.
Nieto menyoroti perubahan drastis terhadap tuntutan untuk menjadi pembalap MotoGP yang sukses dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Meskipun bakat masih menjadi syarat utama namun pembalap juga dituntut wajib memiliki kondisi fisik yang prima, bekerja dengan sangat cermat bersama para insinyur, dan juga menjalankan semakin banyak tugas di luar lintasan balap.
Pablo Nieto: Jadi Pembalap MotoGP Zaman Sekarang Tidak Cukup Hanya Punya Bakat

“Olahraga ini semakin profesional. Dulu, bakat alami saja sudah cukup untuk meraih hasil yang luar biasa. Sekarang hal itu sudah tidak cukup lagi. Seorang pembalap harus berbakat di atas motor dan bekerja keras. Mereka harus bekerja secara intensif dengan tim dan bukan hanya saat balapan akhir pekan,” jelas Pablo Nieto.
Menurut Nieto, sekarang tuntutan fisik di MotoGP meningkat pesat. Para pembalap menjalani program latihan yang tak kalah berat dibandingkan atlet-atlet olahraga kelas dunia lainnya. “Olahraga ini menuntut kondisi fisik yang sangat prima. Pembalap harus berlatih ke gym, berlatih dengan motor balap, mengendarai motocross, dan menjaga pola makan,” jelas putra dari juara dunia 13 kali Angel Nieto itu.
Paparan Pablo Nieto tersebut di’amin’i bos tim LCR Honda Lucio Cecchinello. Dia menilai pembalap muda di MotoGP sekarang benar-benar tampil seperti atlet profesional. “Olahraga ini sudah berkembang pesat. Pembalap berbakat seperti Manuel Gonzalez atau David Alonso adalah atlet sejati. Fisik mereka tampak seperti atlet Olimpiade,” ujar mantan pembalap asal Italia itu.

Selain kebugaran fisik dan kemampuan di atas motor, mereka juga harus mampu berkomunikasi dengan para insinyur, menghadapi media, dan menghadiri berbagai acara bersama sponsor. “Dulu pembalap hanya perlu mengendarai motor, itu saja. Sekarang, mereka harus bersikap profesional dalam berinteraksi dengan media, insinyur, dan sponsor. Seorang pembalap MotoGP harus meluangkan waktu setidaknya 20 hari dalam setahun untuk kegiatan sponsor dan media di berbagai negara,” jelas Nieto.
Artinya, selain menghabiskan banyak waktu di lintasan, para pembalap juga harus sering bepergian dengan pesawat untuk memenuhi berbagai kegiatan promosi.
Bagi tim, sikap dan penampilan pembalap di depan publik kini juga punya nilai ekonomi. Sponsor tak hanya menginginkan kemenangan di lintasan, tapi juga pembalap yang mampu mewakili merek mereka dengan baik. “Kalau saya punya pembalap yang kurang cakap dalam berinteraksi dengan sponsor, pihak sponsor bisa saja menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap pembalap tersebut. Sejak awal kami harus mengajarkan kepada para pembalap betapa pentingnya aspek ini,” imbuh Nieto.

Bakat alami tetap menjadi landasan untuk membangun karier yang gemilang. Namun, untuk bisa bertahan dan bersaing di papan atas dalam jangka panjang, sekarang seorang pembalap harus punya paket lengkap. Cepat di lintasan, kondisi fisik yang prima, pemahaman teknis, disiplin tinggi, serta sikap profesional baik saat berada di lintasan maupun di luar lintasan.
Dua pembalap tim VR46 Ducati yakni Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli saat ini masing-masing menempati peringkat 4 dengan perolehan 208 poin dan peringkat 16 dengan 53 poin dalam klasemen. Tahun depan, line-up pembalap mereka akan berubah dengan Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega (belum diumumkan sevara resmi). Sementara itu Diggia akan pindah ke tim pabrikan KTM dan Franky akan pindah ke Superbike kemungkinan di tim Aruba.it Ducati.












