RiderTua.com – Meski baru dirilis, mobil anyar Jaecoo benar-benar menjadi model BEV yang diincar konsumen Indonesia. Terbukti dengan hasil penjualannya yang menjadi nomor satu sepanjang semester pertama tahun ini, dan mungkin ada yang penasaran kenapa mobil seperti J5 EV bisa selaris itu.
▶Daftar Isi
Penjualan J5 EV Jadi yang Terlaris di Pasarnya
Siapa sangka kalau Jaecoo J5 EV bisa laris manis terjual di pasarnya meski baru seumur jagung. Dengan hasil penjualannya ini, J5 EV mengungguli banyak kompetitor di Indonesia, dan tidak sedikit diantaranya merupakan merek senegaranya. Dari BYD, Chery, sampai Geely sudah bisa diunggulinya, bahkan model seperti Atto 1 yang menjadi BEV terlaris tahun lalu sekalipun.

Larisnya J5 EV ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat modelnya yang masih baru dan dari desainnya mungkin tidak begitu unik bagi sebagian orang. Jaecoo melihat kesuksesan mobil listrik pertamanya tersebut karena mereka berhasil menghadirkan BEV yang menjawab apa yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Yaitu mobil yang memenuhi kebutuhan mobilitas saat ini, atau dalam kata lain, mobil dengan jarak tempuh cukup jauh dengan harga terjangkau.
Dengan jarak tempuh maksimal 460 km, ini sudah cukup jauh untuk mobil seperti Jaecoo J5 EV. Sehingga pengguna tidak perlu bolak-balik mengisi daya baterainya ketika melakukan perjalanan ke luar kota atau luar daerah. Terlebih harga termurahnya yang dipatok di bawah Rp 300 juta menjadi nilai lebih dari SUV listrik ini, meski sebenarnya varian lebih tingginya yang paling banyak dicari konsumen.

Biaya Operasional Lebih Murah
Selain itu, mobil listrik juga dikenal karena biaya operasionalnya yang lebih murah ketimbang mobil bermesin konvensional. Inilah yang membuat mobil seperti J5 EV banyak dicari orang, apalagi dengan harga bahan bakar yang bisa naik sewaktu-waktu, konsumen ingin mencari mobil yang tidak perlu diisi bensin. Ini juga termasuk biaya perawatannya, dan mobil listrik biasanya tidak dipatok pajak kendaraan seperti mobil lainnya.
Tentu tidak mengherankan mengapa BEV kini banyak diminati konsumen Indonesia meski mobil hybrid dan PHEV juga banyak dicari orang. Jaecoo juga menjual mobil PHEV disini melalui J7 dan J8 SHS, tapi kalau membandingkannya dengan penjualan J5 EV, selisihnya malah sangat jauh satu sama lain. Walau ini bukan berarti Jaecoo mengabaikan lini mobil PHEV-nya begitu saja demi bisa fokus berjualan mobil BEV-nya.

Tetap Hadirkan Banyak Pilihan
Jaecoo masih tetap menghadirkan berbagai macam pilihan untuk konsumen Indonesia, entah itu mobil PHEV atau listrik. Mereka berharap performa penjualan J5 EV bisa dipertahankan hingga akhir tahun ini, dan itu mungkin menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan mengingat pasarnya terus diisi oleh model baru. Belum lagi dengan potensi Atto 1 yang bisa menyalip J5 EV setelah penjualannya kembali pulih sejak bulan lalu.
Sebenarnya mereka bisa saja menghadirkan J5 versi PHEV untuk melengkapi pilihan mobil ramah lingkungannya disini. Namun Jaecoo lebih memilih untuk fokus memenuhi permintaan versi listriknya yang masih cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, dan kemungkinan mereka tidak akan meluncurkannya dalam waktu dekat. Tapi kalau menghadirkan penyegaran berupa penambahan fitur untuk J5 EV sepertinya masih bisa.

Sebelumnya sempat muncul dugaan kalau Jaecoo J5 EV bakal mendapat penyegaran yang dirilis di GIIAS 2026. Penyegaran tersebut berupa penambahan fitur LiDAR yang menjadi andalannya di kampung halamannya, walau belum jelas apakah modelnya benar-benar J5 dengan minor change atau tidak. Untuk sekarang Jaecoo belum mau bicara lebih lanjut soal potensi calon mobil barunya nanti.
Menghadapi ketatnya persaingan di pasar BEV mungkin akan lebih sulit lagi baginya mengingat masih banyak model anyar yang terus dihadirkan di Indonesia. Tapi sub-brand Chery yang satu ini malah menantangnya dengan membawa J5 EV ke sini. Hasilnya, modelnya menjadi BEV terlaris hingga Juni lalu dengan performa penjualan yang cukup mengesankan.












