RiderTua.com – Selama libur musim panas yang lumayan lama, Marc Marquez menyempatkan diri untuk berlibur ke Pulau Menorca Spanyol bersama kekasihnya Gemma Pinto dan teman-temannya. Namun liburan tersebut tidak berlangsung lama, karena rider Ducati Lenovo itu harus kembali fokus memulihkan kondisi fisiknya untuk menghadapi paruh kedua musim yang akan lebih menantang ketimbang paruh pertama musim.
Marquez berlatih dengan sepeda balap dan beberapa hari yang lalu dia berlatih di Aragon dengan mengendarai Ducati Supersport. “Saya berusaha terus meningkatkan kondisi fisik saya. Mau bagaimana lagi. Lengan kanan saya sekarang berbeda, tidak sama seperti tahun lalu. Saya berusaha membiasakan diri dan mencapai kondisi terbaik. Beberapa otot membaik, tapi ada juga yang tidak. Tapi saya tidak ingin terus memikirkannya. Yang terpenting adalah menemukan cara dan gaya balap yang tepat. Sekali lagi, saya harus menyesuaikan gaya balap dengan kondisi fisik saya,” ungkap juara dunia 9 kali itu.
Marc Marquez: Hidup Saya Tidak akan Berubah dengan Tambahan Satu Gelar Dunia Lagi

Sebelum libur musim panas, Marc Marquez berhasil memenangkan 3 dari 4 grand prix terakhir. Dengan hasil apik ini, dia naik dari peringkat 5 ke 3 dalam klasemen dan berhasil memangkas selisih poin dari 102 menjadi hanya 18 poin dari permimpin klasemen Jorge Martin.
Rider berusia 33 tahun itu menjelaskan, “Ada 5 pembalap yang terpaut hanya dalam selisih 24 poin, jadi kami seperti mulai dari nol lagi. Kami berlima bersaing memperebutkan juara dunia. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan menjaga performa hingga akhir. 3 di antaranya sedang berjuang meraih gelar dunia MotoGP pertama mereka. Saat menjadi juara dunia, hidup kita berubah. Bagi saya, hidup saya tidak akan berubah dengan tambahan satu gelar dunia lagi tetapi hidup mereka akan berubah. Itu berarti mereka akan bertaung dengan intensitas yang tinggi. Bagi kami, itu berarti kami harus benar-benar waspada karena mereka akan memberikan tekanan yang besar.”
Jadi, apakah itu artinya tekanan terbesar ada pada Ai Ogura, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio? “Kalau mereka ditanya siapa pembalap favorit yang akan meraih gelar dunia musim ini? Mereka pasti akan menjawab, pembalap yang sudah meraih banyak gelar dunia. Namun jujur, saya tidak merasa tertekan. Target saya tetap sama dan saya akan berusaha sebaik mungkin. Tapi seperti yang saya katakan, satu gelar dunia lagi tidak akan mengubah hidup saya. Bagi mereka, hal itu akan mengubah segalanya karena jika finis di peringkat 3 maka hidup kita tidak berubah,” jawab Marquez.

Dengan mulai diberlakukannya regulasi baru di MotoGP pada 2027, beberapa pembalap akan berganti pabrikan. Menurut Marquez, kepindahan pembalap mana yang akan memberikan dampak terbesar? Apakah Pedro Acosta yang akan menjadi rekan setimnya di Ducati Lenovo, Fabio Quartararo yang pindah ke Honda, atau adiknya Alex Marquez yang bergabung dengan KTM?
“Pedro jelas merupakan salah satu talenta paling menarik yang beralih ke motor pemenang. Menarik juga untuk melihat bagaimana performa Fabio bersama Honda dan bagaimana HRC mengembangkan motor baru tersebut. Jika Fabio mendapatkan motor yang tepat, dia sangat cepat. Begitu pula dengan Pedro. Dan tentu saja, ada Pecco Bagnaia yang pindah ke Aprilia, dia adalah pembalap yang sangat hebat,” pungkas pemenang 102 balapan di semua kelas itu sambil tersenyum.












