RiderTua.com – Michele Pirro (tes rider Ducati) semakin sibuk mempersiapkan motor Ducati 850cc untuk 2027 dan kabarnya akan kembali menguji prototipe tersebut di Jerez dan Mugello. Tahun depan tim pabrikan Ducati Lenovo akan diisi dua pembalap Spanyol dengan Marc Marquez dan Pedro Acosta.
Banyak yang mempertanyakan keputusan Ducati menduetkan mereka berdua, mengapa sebagai pabrikan Italia mereka tidak merekrut pembalap Italia setidaknya untuk menempati satu kursi seperti tahun-tahun sebelumnya? Bahkan banyak yang nyinyir bahwa Ducati ingin membentuk ‘Timnas Spanyol’ di tim pabrikan mereka. Namun tuduhan ini dibantah langsung oleh Mauro Grassilli (Direktur Olahraga Ducati).
▶Daftar Isi
Michele Pirro Sedih Berpisah dengan Pecco, Tapi Duet Marc Marquez dan Pedro Acosta Adalah Pilihan Terbaik

Terkait hal itu Michele Pirro mengatakan, “Sebagai orang Italia, jelas saya merasa sedih karena Pecco Bagnaia pernah membawa Ducati memenangkan gelar dunia. Selain pembalap dan pribadi yang luar biasa, saya sudah menganggapnya sebagai adik saya sendiri. Dan yang terpenting, dia membantu saya memenangkan Juara Dunia pertama saya sebagai tes rider.”
“Namun keputusan tidak dibuat berdasarkan kewarganegaraan pembalap, tetapi berdasarkan kemampuan mereka. Oleh karena itu saya rasa memasangkan Pedro Acosta dengan Marc Marquez adalah pilihan yang paling tepat, dan saya setuju dengan itu.”
“Apa masalahnya kalau Acosta memiliki paspor Spanyol seperti Marquez? Di atas kertas, ini adalah line-up pembalap terlengkap yang bisa dimiliki Ducati saat ini. Selain itu, saya rasa persaingan di antara mereka akan membawa dampak yang sangat positif. Mereka berdua sangat cerdas. Marc sendiri pernah bilang bahwa keputusan itu memang tepat, karena dia sadar kariernya tidak akan berlangsung selamanya. Saat ini Acosta adalah solusi terbaik,” imbuh tes rider asal Italia itu.

Apakah bisa dibilang Acosta adalah penerus Marc? “Hal itu masih harus dibuktikan. Tapi dia memiliki semua yang kami butuhkan dan kami juga berharap dia benar-benar menjadi penerus Marc. Itulah alasan kami merekrutnya,” jawab Pirro.
Tahun depan Nicolo Bulega kemungkinan besar akan naik ke MotoGP di tim VR46 (tinggal menunggu pengumuman resmi), ini artinya rider WSBK dari Italia itu akan melepas perannya sebagai tes rider Ducati.
Pirro menjelaskan. “Selain karena dia memang tidak menginginkan pekerjaan itu, perjalanan karir balap kami juga sangat berbeda. Saya memulai dari bawah, bersama Ducati yang sedang berada di masa-masa sulit. Saat itu motor kami adalah motor yang paling lemah di grid dan tidak ada satu pun pembalap yang mau mengendarainya.”
“Nicolo datang di saat Ducati berada di masa kejayaannya yang sudah memiliki struktur yang kuat, motor yang kompetitif, tim yang solid, dan tim penguji yang bekerja dengan baik dan yang sudah menikmati kesuksesan selama bertahun-tahun,” ungkap tes rider berusia 40 tahun itu.

Selain itu Pirro mengaku bahwa Ducati kesulitan menemukan tes rider muda yang akan meneruskan pekerjaannya saat dia pensiun suatu hari nanti. Salah satu penyebabnya adalah mulai tahun depan MotoGP akan menghapus sistem entry wildcard, sehingga para tes rider tidak punya kesempatan lagi untuk tampil di balapan.
Pirro mengungkapkan, “Saya tidak tahu, apakah kami bisa menemukan sosok seperti saya. Karena setelah wildcard dihapus, akan sangat sulit meyakinkan seorang pembalap muda mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pengujian, tanpa punya kesempatan berkompetisi dalam satu balapan pun.”
“Saya rasa proyek seperti ini membutuhkan fondasi yang kokoh. Saya sudah punya keseimbangan dalam pekerjaan ini. Saya telah menjadi bagian dari proyek Ducati selama bertahun-tahun dan menurutku itu adalah nilai plus saya. Saya tahu batas kemampuan saya, tetapi saya masih dapat memberikan kontribusi untuk membangun proyek yang mampu memenangkan gelar dunia, karena kami tahu apa yang dibutuhkan untuk meraihnya,” jelasnya.
Michele Pirro juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja memperpanjang kontrak dengan Ducati. “Saya akan bertahan selama 2 tahun lagi. Beberapa minggu yang lalu saya sudah membahas perpanjangan kontrak dengan Gigi Dall’Igna (general manajer Ducati) dan Mauro Grassilli (direktur olahraga Ducati), dan itulah yang diminta Gigi dari saya,” ungkapnya.
Pirro melanjutkan, “Saya sangat senang. Sebenarnya, saya membuat keputusan ini justru dengan target memenangkan balapan pertama di era yang baru (dengan motor 850cc). Sebagai tes rider, bahkan saya berani memasang target tinggi yakni kami akan memenangkan Juara Dunia di tahun pertama era baru di MotoGP pada 2027.”

Target: Memenangkan Balapan Pertama dengan Motor 850cc dan Meraih Juara Dunia 2027
Michele Pirro sadar betul bahwa para pembalap Ducati adalah rider-rider dengan kualitas ‘super’. Pekerjaan terbesarnya adalah memastikan mereka mendapatkan motor terbaik. “Para pembalap Ducati tidak perlu diperkenalkan lagi. Yang mereka butuhkan hanyalah motor terbaik untuk menang. Menyiapkan motor terbaik adalah tugas saya bersama seluruh tim di Ducati Corse,” tegasnya.
Pirro melanjutkan, “Saya wajib menjaga tubuh selalu fit dan bekerja lebih keras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ketika Ducati sudah punya motor yang dominan dan mampu menang, pekerjaan kami menjadi lebih berat. Namun menghadapi regulasi baru pada 2027, tanggung jawabnya semakin besar.”
Pada awal Juli lalu, Pirro menjalani operasi pada bahu kirinya usai crash di ajang CIV Superbike di Imola atau tepat sebelum acara World Ducati Week. Agar tidak mengganggu program pengembangan motor 850cc, dia memutuskan untuk menjalani operasi lebih awal. “Kalau saya menunda operasi dan harus berhenti selama 2 bulan di saat pengembangan motor sedang mencapai tahap yang paling penting, itu justru akan menjadi masalah besar,” tegasnya.

Pirro menegaskan, “Saat ini saya hanya fokus pada pengujian motor 850cc dan menjaga kondisi tubuh tetap fit agar bisa terus mengembangkan proyek ini. Kalau semua syarat terpenuhi dan tingkat risikonya masih dalam batas yang dapat diterima, saya pasti akan kembali balapan pada seri terakhir musim ini, atau bahkan di Cremona.”
“Namun kalau kondisinya tidak memungkinkan atau saya harus mengorbankan proyek pengembangan motor, maka saya akan memilih proyek tersebut. Itulah alasan mengapa saya menjalani operasi sekarang, karena saya ingin mengejar impian saya memenangkan balapan pertama dengan motor 850cc dan membawa Ducati memenangkan Juara Dunia pada 2027,” pungkasnya.
Setelah 11 seri musim 2026, Marc Marquez menjadi pembalap terbaik Ducati di klasemen dengan menempati peringkat 3. Sementara Fabio Di Giananntonio berada di peringkat 5, Pecco Bagnaia ke-8, Alex Marquez ke-9, Fermin Aldeguer ke-11, dan terakhir Franco Morbidelli ke-15.

Tahun depan hanya Marquez dan Aldeguer yang bertahan di Ducati, sementara 4 pembalap lain akan meninggalkan pabrikan asal Borgo Panigale itu. Pecco pindah ke tim pabrikan Aprilia, sedangkan Diggia dan Alex memperkuat tim pabrikan KTM. Sementara Franky yang tidak mendapatkan tempat di MotoGP, kemungkinan besar akan pindah haluan ke Superbike.












