RiderTua.com – Jorge Martin memasuki paruh kedua musim 2026 sebagai pemimpin klasemen MotoGP. Jelas ini mengejutkan, mengingat tahun lalu juara dunia MotoGP 2024 itu nyaris tidak balapan sepanjang musim karena cedera, sehingga debutnya bersama Aprilia menjadi terhambat. Namun dengan cepat Martin mengejar ketertinggalan. Dia konsisten mencetak poin sekaligus berhasil memanfaatkan momen, tatkala Marc Marquez sedang tidak fit karena cedera dan nasib buruk yang menimpa rekan setimnya Marco Bezzecchi dalam beberapa seri terakhir sebelum libur musim panas.
Selain menjadi pemimpin klasemen, Martin juga menjadi ‘raja crash’ di paruh pertama musim. Dalam 11 seri, dia sudah membukukan 16 kali crash dan 7 diantaranya terjadi di Catalunya dalam balapan akhir pekan selama 3 hari.
Jorge Martin: Saat Ini Saya Tidak Merasa Seperti Seorang Pemimpin Klasemen

Jorge Martin mengatakan, “Kami berhasil menemukan arah yang sangat bagus dan set-up dasar yang solid di paruh pertama musim. Namun saat kami mencoba melakukan peningkatan lebih lanjut, kami menemui jalan buntu. Faktanya, kami kehilangan arah di Barcelona. Saya mengalami 7 kali crash termasuk saat sesi latihan dan hal itu benar-benar menggoyahkan kepercayaan diri saya.”
“Tapi saya rasa kami sudah melupakan hal itu. Sekarang kami sudah mengumpulkan begitu banyak data, sehingga saya berharap kami benar-benar bisa kembali ke jalur yang tepat,” imbuh rider berjuluk Martinator itu.
Sejak balapan bersama Ducati di tim Pramac, Martin selalu didampingi kepala kru Daniele Romagnoli. “Saya bekerja dengan Daniele selama 4 tahun di Ducati. Jadi kami punya banyak pengalaman dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Namun, di Aprilia kami berdua harus mempelajari segalanya dari awal lagi tapi waktu kami masih terbatas. Satu sesi tes lagi akan sangat bagus, tapi kami tidak punya waktu untuk itu. Jadi kami harus memanfaatkan sesi hari Jumat untuk memahami berbagai hal dengan lebih baik,” ungkap rider berusia 27 tahun itu.

Soal statusnya sebagai pemimpin klasemen, sambil tertawa Martin mengatakan, “Saya sendiri kaget, bisa berada di peringkat paling atas. Memang benar bahwa saya menyelesaikan banyak balapan dan konsisten mencetak poin, tetapi saya juga menghadapi cukup banyak masalah. Satu hal yang pasti, saat ini saya tidak merasa seperti seorang pemimpin klasemen. Ada beberapa pembalap yang saat ini jauh lebih tangguh di lintasan. Dan hal itu perlu diubah. Kabar baiknya, kami punya potensi.”
Bagi Aprilia, GP Inggris musim 2025 menyimpan kenangan yang tak terlupakan. Saat itu Martin yang absen balapan karena cedera, memicu kehebohan dengan mengumumkan niatnya untuk meninggalkan Aprilia lebih awal dari kontrak yang sedianya berlangsung selama 2 tahun. Rider asal Madrid Spanyol itu menganggap RS-GP tidak kompetitif, sehingga dia memanfaatkan celah dalam klausul kontrak untuk hengkang dari Aprilia. Tapi pabrikan asal Noale Italia itu menjawab komplain Martin tersebut langsung di balapan. Berkat Marco Bezzecchi, Aprilia sukses memenangkan grand prix di hari Minggunya.
Memasuki paruh kedua musim 2026, Martin memimpin klasemen hanya unggul 14 atas Ai Ogura dan 18 atas Marc Marquez yang berada di peringkat 3. Sementara Bezzecchi turun ke peringkat 4, setelah 4 kali gagal finis di 4 seri terakhir sebelum libur musim panas. Selisih poin antara pembalap pertama dan ke-5 hanya 24 poin saja. Dengan 11 seri yang masih tersisa dan dengan semakin membaiknya kondisi fisik Marquez dan juga Bezzecchi, persaingan di paruh kedua musim akan lebih sengit.













