RiderTua.com – Sang legenda MotoGP Valentino Rossi hadir saat balapan akhir pekan di Misano. Selain sirkuit ini dekat dengan markasnya di Tavullia, rider berjuluk The Doctor itu juga ingin memberi semangat kepada pembalapnya Fabio Di Giannantonio dan murid-muridnya seperti Celestino Vietti di Moto2 lalu di MotoGP ada adiknya Luca Marini (Honda), Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo), Franco Morbidelli (VR46 Ducati), dan Marco Bezzzecchi (Aprilia).
Tahun depan tim Pertamina Enduro VR46 Ducati akan diperkuat dua pembalap baru yakni Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega. Fermin merupakan pembalap yang saat ini membela tim Gresini Ducati. Sementara Bulega yang saat ini membalap untuk tim Aruba.it Ducati, tinggal sejengkal lagi merayakan gelar dunia Superbike setelah mendominasi dengan membukukan 26 dari 27 kemenangan musim 2026.
Tanggapan Valentino Rossi Terkait Nicolo Bulega yang CLBK ke Tim VR46

Perpindahan Nicolo Bulega ke tim VR46 tahun depan akan seperti kembali ke titik awal. Pasalnya, rider berusia 27 tahun itu mengawali karirnya di kelas Moto3 bersama tim VR46 pada 2016. Namun perjalanannya saat itu terbilang sangat sulit. Selama 3 tahun, dia hanya meraih dua podium yakni di Jerez (finis ke-2) dan Jepang (finis ke-3) yang keduanya dia raih di musim 2016.
Lalu saat naik ke Moto2, Bulega menyelesaikan debutnya di peringkat 17 dalam klasemen pembalap musim 2019. Dia pun memutuskan meninggalkan tim VR46 dan pindah ke tim Gresini selama 2 tahun. Namun sama saja, dia gagal tampil apik dan merampungkan 2 musim terakhirnya di Moto2 masing-masing di peringkat 20 dan 26 dalam klasemen.
Kemudian Bulega banting setir ke Kejuaraan Dunia Supersport bersama Ducati pada 2022 dan meraih gelar dunia pada 2023. Berbekal juara dunia inilah, dia dipromosikan ke WSBK tetap bersama Ducati. Dalam 2 tahun dia bertarung sengit dalam perebutan gelar dunia melawan Toprak Razgatlioglu, dimana dia kalah dan harus puas sebagai runner-up pada 2024 dan 2025. Kini dia dalam perjalanan meraih gelar dunia WSBK pertamanya musim ini, tanpa ada satu pun pembalap yang mampu mengimbanginya.
Terkait kepindahan Bulega, di Misano Valentino Rossi mengatakan, “Kami sangat senang dan bangga. Ini kisah yang menarik, karena Nicolo mengawali kariernya bersama kami, di Akademi. Kami banyak membantunya. Sejak awal, semua orang menaruh harapan besar pada Nicolo. Namun sayangnya, mungkin saat itu dia belum siap dan mungkin juga sedikit kurang beruntung.”

“Setelah itu, kami pun berpisah. Akan tetapi, dia tampil luar biasa di Superbike. Dia menemukan jati dirinya dan menjadi juara dunia di World Supersport. Tahun ini, dia tampil dominan. Dia paham betul karakteristik ban dan motor barunya karena dia juga berperan sebagai tes rider. Jadi, menurut saya ini akan menjadi hal yang menarik,” imbuh rider yang kini menggeluti balap mobil itu.
BTW, menjelang balapan Superbike di Cremona akhir pekan depan (25-27 September), Bulega unggul 146 poin sebagai pemuncak klasemen. Jika hasilnya sesuai harapan, dia berpeluang mengunci gelar dunia saat balapan masih menyisakan 2 seri lagi.
Musim 2026 ini, Bulega juga disibukkan menguji motor Ducati 850cc sebagai persiapan menghadapi era baru di MotoGP yang akan dimulai 2027. Selain itu, dia juga pernah ditunjuk sebagai pembalap penggganti saat Marc Marquez cedera dalam 2 seri terakhir musim 2025 yakni di Portimao dan Valencia. Ini artinya, rider asal Italia itu sudah memiliki pengalaman dengan motor Ducati 1000cc dan juga 850cc. Selain itu, dia sudah berpengalaman dengan dua ban berbeda.

Banyak yang menilai, debut Bulega di MotoGP tahun depan akan lebih sukses dibandingkan mantan rivalnya Toprak. Maklum saja, rider asal Turki itu menunggangi M1 V4 yang masih dalam tahap pengembangan. Jadi tak heran, jika hal ini sangat mempengaruhi performanya. Setelah 14 seri, Toprak hanya menempati peringkat 21 dengan perolehan 18 poin dalam klasemen. Untuk pembalap yang sering menang atau naik podium, jelas hasil ini bikin frustrasi.












