RiderTua.com – Mungkin tidak ada yang menyangka kalau masih ada merek otomotif asal Jepang yang belum merakit mobil di Indonesia. Melalui Eurokars, mereka punya pabrik baru yang beroperasi mulai tahun ini, dengan kapasitas mencapai 10 ribu unit mobil per tahun.
Pabrik Mobil yang Dibangun EMI di Indonesia
Mazda sudah cukup lama berjualan mobil di Indonesia, dan mereka menawarkan berbagai macam model disini, dari SUV sampai sedan. Tapi yang paling populer di pasar roda empat tentu saja lini mobil SUV-nya dalam CX series, apalagi model yang dijual sebagai mobil entry level. Meski begitu, model mewah seperti CX-60 masih diminati banyak orang sampai sekarang bahkan dengan harga lebih dari Rp 1 miliar sekalipun.

Hanya saja semua mobilnya masih didatangkan langsung dari luar negeri, baik dari Thailand maupun Jepang, dan ini mungkin menjadi sesuatu yang janggal bagi merek seperti Mazda. Sebab seharusnya mereka bisa merakit mobilnya secara lokal agar bisa memenuhi permintaan di pasarnya lebih cepat, serta menjualnya dengan harga lebih terjangkau. Apalagi untuk model entry level yang dijualnya, banderol yang dipatok bisa lebih murah dari sebelumnya.
Inilah yang membuat Eurokars Motor Indonesia (EMI) memutuskan untuk menyiapkan pabrik mobil Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Dengan menggelontorkan investasi hingga Rp 400 miliar, mereka membangun pabrik di lahan seluas 65 ribu meter persegi, yang mencakup fasilitas perakitan, area validasi kualitas, test track, sampai fasilitas pendukung lainnya. Semuanya didesain untuk memenuhi standar Mazda Global Manufacturing.

Model Pertama
Setelah selesai, mereka langsung melakukan produksi lokal, dengan tahap awal mereka merakit CX-30 sebagai mobil pertamanya. CX-30 dipilih karena modelnya yang cukup populer di segmen compact SUV sampai sekarang, apalagi harganya lumayan terjangkau hingga Rp 585,5 juta. Harga segitu sudah bisa membawa pulang mobil yang menawarkan keunggulan dari fitur, kualitas, sampai performanya sudah terbukti.
CX-30 sendiri pertama kali diluncurkan tahun 2020 di Indonesia, dan sejak saat itu modelnya mendapat banyak permintaan dari konsumen sampai sekarang. Jadi wajar mengapa mereka memilih model ini untuk dirakit lebih dulu, dan pastinya model lainnya bakal menyusul setelahnya. Bisa jadi model SUV yang dijualnya sejauh ini, sementara mobil jenis lainnya seperti mobil sedan nampaknya tetap didatangkan dalam bentuk CBU.

Mobil Ramah Lingkungan
Entah apakah setelah ini mereka merakit model lainnya seperti CX-5 atau semacamnya, agar modelnya bisa dibanderol lebih terjangkau lagi. Atau mungkin merakit model mewah seperti CX-60 agar tidak dijual lebih dari Rp 1 miliar, walau sebagai mobil mild hybrid (MHEV) mungkin ini cukup sulit. Apalagi mobil listrik seperti MX-30, termasuk sedan EZ-6 yang akan diluncurkannya nanti, sepertinya untuk sekarang mereka belum bisa merakit mobil ramah lingkungan.
Terlepas dari itu, Eurokars sudah cukup senang bisa merakit mobilnya Mazda di Indonesia setelah sekian lama. Dengan ini, mereka nggak perlu repot-repot mendatangkan unitnya dari luar negeri dan konsumen nggak perlu menunggu lama hingga unitnya sampai ke rumah. Memang untuk sekarang baru ada satu model yang dirakit, dan mereka akan melihat peluang model lainnya untuk diproduksi disini.

Sementara itu, mereka tengah melakukan persiapan lebih lanjut untuk menghadirkan berbagai produk terbarunya di Indonesia. Salah satunya sedan listrik EZ-6 yang terlihat cukup menarik meski modelnya dijual sebagai mobil sedan mewah, tidak seperti MX-30 yang berupa model SUV listrik. Ada juga model generasi ketiga untuk CX-5, salah satu SUV entry level unggulannya yang tetap diandalkannya hingga kini.
Melihat dari lini produknya sejauh ini, tentu tidak mengherankan mengapa Mazda bisa bertahan cukup lama di pasar roda empat disini. Dengan berbagai macam model yang ditawarkan, baik model bermesin konvensional maupun BEV, dari sedan sampai SUV, semua model yang dijualnya ini mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan.












