RiderTua.com – Akhirnya Super One resmi dijual di Jepang, nih, dan harganya cukup terjangkau untuk mobil listrik berukuran imut ini. Memang modelnya belum dijual di Indonesia untuk sekarang, tapi ini sudah menjadi kabar baik bagi pasarnya.
▶Daftar Isi
Super One Siap Ramaikan Pasar BEV!
Honda Super One sempat jadi sorotan sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, karena model prototype-nya ditampilkan bersama model konsep BEV lainnya. Menariknya mobil hatchback ini bakal dijual di pasar global dan menyasar banyak negara, termasuk Indonesia, tapi jelas Jepang yang lebih dulu kebagian. Super One akhirnya resmi dijual setelah sempat mejeng di pameran sebelumnya, dan modelnya langsung menjadi sorotan.

Desain Super One produksi massal terlihat nggak jauh berbeda dengan model prototype-nya, dengan ukuran dan tampilan eksteriornya masih sama seperti sebelumnya. Memadukan kesan retro dan modern, menjadikan Super One sebagai salah satu mobil listrik paling unik dan tampil beda dari model sekelasnya yang rata-rata mengusung desain lebih modern nan futuristik.
Honda membangun Super One dari sasisnya N-One e:, dan khusus pasar Jepang diberikan e-Axle yang ringkas serta baterai ramping tapi dengan kapasitas tinggi. Tambahan mode Boost untuk model ini bisa memberikan daya maksimal dari 43 kW menjadi 70 kW. Meski berupa mobil listrik, diberikan simulasi transmisi 7-percepatan agar tetap memberikan sensasi memindah gigi saat berakselerasi, serta active sound control yang bisa menghasilkan suara seperti mesin mobil di dalam kabin.

Hanya Melaju 274 km Saja?
Selain fitur yang disebutkan di atas, interior Honda Super One juga dipercantik agar nampak lebih modern. Seperti lampu garis LED yang ditempatkan di dasbor penumpang depan, serta tampilan MiD yang berubah warna dari biru menjadi ungu ketika mode Boost diaktifkan. Mungkin ini hanya sekedar menambah kesan futuristik di bagian dalam kabin, tapi ini sudah membuatnya lebih unik dari model sekelasnya.
Karena ukurannya yang imut, jangan harap kalau jarak tempuhnya bisa melebihi 300 km, sebab Super One hanya bisa melaju sejauh 274 km saja dalam sekali isi daya sampai penuh. Baterainya ini bisa diisi penuh selama 4,5 jam menggunakan pengisian biasa, dan 30 menit menggunakan pengisian cepat, jadi ini masih lumayan cepat untuk mobil mungil seperti ini. Honda Power Supply Connector bisa menjadikan mobil sebagai generator berjalan dan menyediakan daya hingga 1.500 watt, cukup untuk keadaan darurat.

Jepang yang Duluan Kebagian
Di Jepang, modelnya dibanderol sekitar Rp 378 jutaan, dan harganya ini masih lumayan terjangkau untuk mobil hatchback listrik. Mungkin masih sedikit terlalu mahal bagi sebagian orang, jelas karena harganya sudah termasuk pajak konsumsi sebesar 10 persen. Meski modelnya tidak termasuk ke dalam golongan kei car layaknya N-One e:, tapi setidaknya Super One bisa menjadi andalan barunya di pasar BEV setelah model prototipenya diperlihatkan beberapa bulan lalu.
Karena bukan kei car, Honda Super One bukan lawan sepadan bagi BYD Racco yang dijual di Jepang, meski banderolnya nyaris bersenggolan satu sama lain. Kedengarannya aneh kalau ada mobil hatchback saling bersaing dengan kei car, tapi harganya yang murah membuat keduanya berpotensi saling adu penjualan disana. Untuk sekarang, Super One baru dijual di Jepang, tapi Honda bakal menjualnya di negara lain setelahnya.

Selain Honda Super One, 0 Alpha juga menjadi model BEV yang siap dijual di pasar global, tapi modelnya belum juga dijual di India sampai sekarang. 0 Alpha kini menjadi satu-satunya model dalam 0 Series yang bertahan setelah dua model lainnya dihentikan pengembangannya karena dianggap kurang menguntungkan.
Honda sebenarnya nggak perlu terburu-buru membawa mobil listrik barunya ini ke Indonesia, baik itu Super One maupun 0 Alpha. Asalkan banderolnya semurah calon rivalnya, mereka bisa lebih pede melawan BYD Atto 1 dkk. Jadi gimana?






