RiderTua.com – Hingga sekarang penjualan di pasar mobil di Negeri Tirai Bambu masih menunjukkan penurunan tajam. Bahkan bulan lalu saja penjualannya turun hingga 21,1 persen, dan ini jelas membuat produsen disana cukup was-was karena tren penurunannya masih ada.
βΆDaftar Isi
Penjualan di Pasar Roda Empat Turun Drastis
Memang penjualan mobil di China sudah nggak bisa diragukan lagi, karena hasilnya terkadang menjadi salah satu tolak ukur penjualan di pasar global secara keseluruhan. Tentunya untuk melihat seperti apa kondisi pasar di negara tersebut, namun sepertinya ini tidak berlaku lagi dalam beberapa bulan terakhir. Sebab hasil penjualannya mulai menunjukkan penurunan, lebih parahnya lagi penurunannya lebih signifikan dari yang dibayangkan.

Bagaimana tidak, penjualan mobil sepanjang Juli 2026 hanya mencetak 1,47 juta unit, dan hasil ini turun 21,1 persen dari bulan Juli 2025. Kalau di Indonesia hasil ini hanya bisa didapat dalam setahun, di China mampu dicapai selama sebulan saja, namun itu bukan hasil yang begitu memuaskan. Jelas kalau penurunannya melebihi 20 persen sudah dianggap cukup mengkhawatirkan karena hasilnya turun cukup drastis.
Sementara total penjualannya sejak Januari hingga Juli juga tidak begitu bagus dengan penurunan sebesar 20,5 persen. Kalau sudah begini tentu ada yang terheran-heran kenapa penjualan di negara ini bisa anjlok, karena seharusnya ini tidak terjadi mengingat peminatnya masih cukup banyak. Ternyata penurunan tersebut terjadi akibat kondisi ekonomi disana yang tidak menentu, sehingga memaksa konsumen menunda membeli mobil baru untuk sekarang.

Tunda Membeli Mobil Baru
Pihak otoritas setempat awalnya memperkirakan kalau penjualan mobil bulan Juli seharusnya bisa menjadi momentum bagi merek mobil untuk memulihkan hasil yang didapatnya. Namun karena kondisi ekonomi yang terjadi membuat prediksinya meleset, dan ini tidak hanya terjadi akibat konsumen menunda membeli mobil baru. Tetapi juga harga bahan bakar disana yang lumayan tinggi, sampai permintaan sedan entry level yang menurun drastis.
Tidak sampai disitu, dengan insentif mobil ramah lingkungan yang ditiadakan membuat penjualan mobil jenis ini ikut menurun. Kalau permintaan mobil sedan sudah menunjukkan penurunan, seharusnya produsen bisa menawarkan alternatif dari mobil jenis ini, entah itu dalam memberikan model entry level lebih bervariasi lagi atau semacamnya. Sementara dalam beberapa tahun terakhir makin banyak produsen yang membuat mobil kelas premium.

Ekspor Jadi Andalan
Meski penjualan di pasar dalam negeri turun drastis, ekspornya masih berjalan lancar dengan kenaikan hasil yang cukup signifikan. Disebutkan ekspornya naik 88,2 persen, dan total 923 ribu unit sudah dikirim ke luar negeri, sementara ekspor mobil listrik dan PHEV naik drastis hingga 147,8 persen dari tahun lalu! Ini jelas membuktikan kalau ekspor menjadi andalan produsen saat ini di tengah penurunan penjualan di China.
Tentu tidak mengherankan mengapa merek seperti BYD, Chery, Geely, dan masih banyak lagi melakukan ekspansi ke pasar global secara besar-besaran. Ini sudah membantunya bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu di kampung halamannya, terlebih peminat mobil ramah lingkungan masih cukup tinggi. Hasilnya, mereka bisa mencetak penjualan yang memuaskan di sejumlah kawasan seperti Asia Tenggara, Eropa, Amerika Selatan, sampai Afrika.

Di Indonesia, banyak merek mobil asal China yang berjualan disini dan kebanyakan menawarkan model BEV hingga PHEV murah. Jelas ini membuat mobil jenis ini semakin banyak diminati konsumen, dan beberapa diantaranya juga mulai mendominasi kedua pasar tersebut. Sementara merek dari negara lainnya kesulitan mengejar ketertinggalannya, walau merek Jepang masih memimpin pasar mobil hybrid, setidaknya sampai merek China ikut-ikutan menjual mobil jenis ini.
Kini BYD yang memimpin pasar mobil listrik dan PHEV dengan Atto 1 dan M6 DM yang jadi andalannya. Setelah sempat turun drastis penjualannya, Atto 1 bisa terjual lebih dari 2 ribu unit per bulannya. Sementara M6 DM yang baru seumur jagung langsung jadi incaran banyak orang setelah dirilis.












