RiderTua.com – Pablo Nieto (manajer tim VR46 Racing) turut menyoroti nasib buruk yang menimpa Maverick Vinales. Karena cedera, rider Spanyol itu sering absen balapan yang berdampak pada hasil yang dia torehkan musim ini. Dalam 11 seri atau hingga paruh pertama musim rampung, dia hanya mencetak 10 poin. Gongnya, karir rider berjuluk Top Gun itu di MotoGP terancam berakhir setelah musim 2026.
Hubungan Vinales dengan KTM terutama dengan tim Tech3 memburuk, terutama setelah terjadi perselisihan antara dirinya dengan sang pemilik tim Tech3 Gunther Steiner. Selain itu, beberapa waktu yang lalu rider berusia 30 tahun itu juga membuka ‘borok’ KTM. Seharusnya dia pindah ke tim pabrikan KTM untuk 2027 dan sudah menandatangani kontrak di Mugello. Namun hanya 2 pekan kemudian, pabrikan asal Austria itu membatalkan kontrak secara sepihak dan menganggap kontrak tersebut tak berlaku lagi.
Pesan Pablo Nieto untuk Maverick Vinales: Orang-orang akan Melupakanmu Hanya dalam Sehari

Cedera bahu yang berkepanjangan menghambat performa Vinales di awal musim 2026. Dan KTM sendiri mengklaim bahwa mereka sudah memberinya waktu selama 1 tahun untuk pulih. Namun hingga beberapa seri pertama, dia tidak menunjukkan kemajuan yang terjadi justru kemerosotan yang signifikan.
Untuk itulah KTM pun ‘balik badan’ dan mencari opsi lain. Kemudian mereka memutuskan untuk merekrut Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez untuk 2027 dan 2028. Sebenarnya KTM masih memberinya tempat di tim Tech3, tapi Vinales yang wis kadung kecewa malah menolaknya mentah-mentah. Kabarnya, tim Tech saat ini hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Luca Marini dan satu pembalap rookie dari Moto2 (Manuel Gonzalez atau Senna Agius) untuk 2027 dan 2028.

Pablo Nieto yakin bahwa cederalah yang membuat Vinales kehilangan kesempatan untuk bertahan di MotoGP. “Sayangnya, dalam olahraga ini dan praktis di semua olahraga, apa yang dilihat orang adalah apa yang kita lakukan di balapan terakhir. Dia adalah salah satu pembalap paling berbakat yang pernah saya lihat dalam hidup saya, tetapi menurutku dia kurang beruntung dalam hal cedera,” jelas Nieto yang pernah bekerja dengan Vinales pada 2013 tatkala dia memenangkan gelar dunia Moto3.
Nieto melanjutkan, “Sayangnya, jika kita mengalami cedera yang memaksa kita untuk absen dari balapan, orang-orang akan melupakan kita hanya dalam sehari. Hampir tidak ada yang membicarakanmu lagi dan mungkin itulah yang terjadi padanya. Dan jika kamu tidak mendapatkan hasil yang bagus dan kamu tidak merasa nyaman dengan tim atau motor, ini hanya pendapatku karena saya belum banyak membahasnya langsung dengannya, seperti yang dia katakan sendiri, dia pasti sudah muak dengan situasi itu.”

Sejauh iniΒ Vinales belum berbicara soal opsi di luar MotoGP yang ingin dia kejar. Tapi dia sempat bilang bahwa tertarik pada balapan ketahanan seperti Suzuka 8 Hours seperti yang dilakukan Jack Miller bersama Yamaha beberapa waktu yang lalu.












