Home MotoGP Manuel Gonzalez Galau Pilih MotoGP atau WSBK, ‘Dirayu’ Dua Tim Pabrikan di...

    Manuel Gonzalez Galau Pilih MotoGP atau WSBK, ‘Dirayu’ Dua Tim Pabrikan di Superbike

    Manuel Gonzalez
    Manuel Gonzalez

    RiderTua.com – Tahun lalu ketika Manuel Gonzalez menjadi runner-up Moto2, dia gagal mendapat promosi naik ke MotoGP. Penyebabnya, disinyalir gara-gara paspornya sebagai orang Spanyol. Yup, saat itu MotoGP menganggap sudah terlalu banyak pembalap Spanyol di grid. Itulah alasan, mengapa hanya sang juara dunia Diogo Moreira yang notabene berpaspor Brasil menjadi satu-satunya pembalap Moto2 yang naik ke kelas utama.

    Sebagai informasi, Gonzalez berkompetisi di kelas Moto2 sejak 2021. Dalam kurun waktu 5,5 tahun dia berhasil meraih 9 kemenangan, 23 podium, dan 9 pole position. Rider berusia 23 tahun itu menyelesaikan musim 2024 di peringkat 3 dalam klasemen, kemudian pada 2025 dia menjadi runner-up, dan musim ini dia memimpin klasemen dengan perolehan 195,5 poin atau unggul 51,5 poin dari Izan Guevara yang berada di peringkat 2.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini πŸ‘‡ Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Manuel Gonzalez Galau Pilih MotoGP atau WSBK, ‘Dirayu’ Dua Tim Pabrikan di Superbike

    Manuel Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP KALEX)
    Manuel Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP KALEX)

    Nama Manu Gonzalez masuk dalam daftar keinginan pemilik tim Tech3 Gunther Steiner untuk 2027. Namun dia tidak sendirian, dia harus bersaing melawan Senna Agius (peringkat 3 dalam klasemen) yang juga masuk sebagai kandidat untuk satu kursi pembalap rookie yang diinginkan Steiner. Sementara satu kursi untuk pembalap berpengalaman kemungkinan besar akan diberikan pada Luca Marini. BTW, Agius merupakan pembalap asal Australia.

    Namun Steiner menegaskan bahwa paspor bukanlah hal yang menjadi pertimbangannya dalam menentukan line-up pembalap untuk 2027. “Saya tidak peduli paspornya, yang terpenting adalah performanya. Saat ini justru menjadi nilai tambah jika pembalap bukan orang Spanyol, karena sudah ada begitu banyak orang Spanyol. Itu juga akan memberi sponsor kesempatan untuk memiliki ‘sesuatu’ yang berbeda,” jelas bos berusia 61 tahun itu.

    Hasil Practice Moto2 Thailand 2026 - Manuel Gonzalez
    Manuel Gonzalez

    Steiner menambahkan, “Banyak orang yang bilang bahwa jumlah pembalap Spanyol sudah terlalu banyak. Tapi, kita tidak boleh menggunakan hal itu untuk merugikan pembalap Spanyol. Jika mereka memberikan performa terbaik, apa lagi yang kita inginkan? Kesuksesan tidak datang dari paspor, tetapi dari orangnya. Jika performanya memang bagus, punya dua pembalap Spanyol dalam satu tim juga tidak masalah.”

    Menurut Steiner, memilih pembalap bukan hanya berdasarkan hasil balapan. “Kalau semuanya hanya soal angka, tentu mudah. Tinggal menjumlahkan hasilnya, kita pun langsung mendapatkan keputusan. Tetapi kita membutuhkan seorang pembalap yang harus mampu bekerja sama dengan tim, membantu mengembangkan motor, dan membawa tim terus berkembang. Ada banyak faktor,” tegas bos yang punya 2 kewarganegaraan itu (Italia dan Amerika Serikat).

    Pit Beirer (direktur motorsport KTM) sependapat dengan Steiner. “Pembalap muda itu seperti saham. Kita ber’taruh’ pada seberapa positif perkembangan mereka di masa depan. Jika hari ini saya ditanya, siapa pembalap Moto2 yang lebih baik? Jelas, saya akan menjawab Gonzalez. Tetapi kalau ditanya, siapa yang akan menjadi pembalap MotoGP yang lebih baik? Saya tidak begitu yakin,” jelas mantan pembalap asal Jerman itu.

    Pit Beirer - KTM
    Pit Beirer – KTM

    Beirer melanjutkan, “Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan seperti tinggi dan berat badan pembalap, gaya balap, dan juga kemampuan dalam mengelola ban depan. Kami tidak membuat keputusan hanya berdasar pada hasil di balapan terakhir atau hanya mengikuti kata hati. Saya melihat,Β  Senna punya potensi perkembangan yang lebih besar. Dia sedikit lebih muda (21 tahun). Ketika berada dalam performa terbaik, dia adalah pemenangnya.”

    Beirer bahkan menegaskan bahwa ada banyak kemungkinan jika tim Tech3 akan merekrut Manu dan Senna sekaligus. Alasannya, karena KTM sudah punya dua pembalap berpengalaman tahun depan dengan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Pertanyaannya, apakah Steiner setuju dengan pendapat Beirer tersebut?

    Dibandingkan Manu, banyak pengamat MotoGP yang melihat potensi yang lebih besar pada diri Senna Agius. Karena itulah, jika Manu gagal mendapatkan tempat di MotoGP maka Superbike bisa menjadi opsi untuk masa depannya. Kabarnya, rider Spanyol itu berada di puncak daftar belanja dua pabrikan top di WSBK yakni Ducati dan BMW.

    Jika harus memilih antara dua pabrikan itu, jelas kemungkinan besar Manu akan lebih memilih Ducati yang saat ini mendominasi ketimbang BMW. Sejauh musim ini berjalan, tim Aruba.it Ducati berhasil menyapu bersih semua kemenangan dalam 24 balapan dan 21 kali finis 1 dan 2 bersama Nicolo Bulega dan Iker Lecuona.

    Iker Lecuona
    Iker Lecuona

    Jika benar Manu bergabung di tim pabrikan Ducati WSBK, ini artinya Ducati akan membentuk ‘timnas Spanyol’ di dua tim pabrikannya dalam dua seri kejuaraan dunia yang berbeda. Marc Marquez dan Pedro Acosta akan memperkuat tim pabrikan Ducati Lenovo di MotoGP, sementara Gonzalez dan Lecuona akan membela tim pabrikan Aruba Ducati di WSBK.

    Di sisi lain, BMW tidak memperpanjang kontrak Danilo Petrucci yang berakhir setelah musim ini. Pabrikan asal Jerman tersebut ingin memperpanjang kontrak Miguel Oliveira untuk 3 tahun lagi. Jika BMW gagal mendapatkan tanda tangan Gonzalez, maka Brad Binder dan Jack Miller bisa menjadi opsi yang masuk akal untuk mereka.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini πŸ‘‡ Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini