Home MotoGP Pecco Bagnaia Ungkap Penyebab Crash di MotoGP Aragon, Ban Habis dalam 5...

    Pecco Bagnaia Ungkap Penyebab Crash di MotoGP Aragon, Ban Habis dalam 5 Lap!

    Pecco Bagnaia Crash
    Pecco Bagnaia Crash

    RiderTua.com – Pecco Bagnaia ungkap penyebab jatuh di MotoGP Aragon, ban habis dalam 5 lap saja…!! Crash yang dialami Pecco di race MotoGP Aragon bukan sekadar soal kehilangan kendali di satu tikungan. Pembalap Ducati itu mengungkap masalah yang jauh lebih besar, yakni hilangnya daya cengkeram ban belakang secara drastis hingga ia merasa ban medium yang digunakannya sudah habis hanya dalam lima lap sahaja…

    Situasi tersebut akhirnya berujung pada kegagalan finis Bagnaia di Grand Prix Aragon. Juara dunia dua kali itu terjatuh pada lap keenam ketika sedang berada di posisi ketujuh, dalam balapan utama yang berlangsung selama 23 lap.

    Daftar Isi

    Mengapa Pecco Bagnaia Jatuh di Aragon? Masalah Grip Ducati GP26 Jadi Sorotan

    Yang membuat situasinya semakin mengkhawatirkan, masalah tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Bagnaia mengakui bahwa persoalan daya cengkeram ban belakang pada Ducati GP26 miliknya sudah berlangsung cukup lama dan kini justru semakin memburuk sejak MotoGP kembali dari jeda musim panas.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Ban Medium Habis Setelah Lima Lap

    Bagnaia secara langsung mengaitkan crash di Aragon dengan kondisi ban belakangnya. Ia mengatakan ban medium di bagian belakang sudah kehilangan daya cengkeram setelah hanya lima lap.

    Padahal, balapan masih sangat panjang ketika masalah tersebut muncul. Bagnaia bahkan tidak sedang memacu motornya secara agresif, tetapi kondisi ban belakangnya sudah membuat ia kesulitan mengendalikan motor.

    Masalah itu kemudian berkembang menjadi situasi yang tidak bisa lagi ia kuasai. Bagnaia menjelaskan bahwa bagian belakang motornya lebih dulu kehilangan kendali. Setelah itu, ketika grip dan traksi kembali secara mendadak, bagian depan motor justru kehilangan kendali dan membuatnya terjatuh.

    Bagi Bagnaia, persoalan tersebut sudah melewati batas kesulitan normal. Ia merasa tidak lagi memiliki daya cengkeram yang cukup di bagian belakang motor.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Bagnaia Bahkan Mengurangi Tenaga Motor

    Kesulitan yang dialami Bagnaia terlihat dari langkah yang diambilnya setelah lima lap. Ia mengubah pemetaan mesin ke pengaturan dengan tenaga yang lebih rendah karena menyadari ban belakangnya sudah mengalami masalah besar.

    Langkah tersebut dilakukan bukan untuk meningkatkan kecepatan, melainkan justru untuk mencoba mengendalikan motor yang semakin sulit dikendalikan. Pada fase itu, Bagnaia mulai merasakan efek motor seperti melayang atau floating.

    Namun, pengurangan tenaga ternyata tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang sedang terjadi.

    Bagnaia kehilangan grip di bagian belakang, sementara ketika traksi kembali secara mendadak, keseimbangan motor berubah dan bagian depan kemudian kehilangan kendali. Rangkaian peristiwa itulah yang akhirnya menjelaskan bagaimana pembalap Ducati tersebut bisa terjatuh pada lap keenam.

    Artinya, crash di Aragon bukan hanya terjadi karena satu momen kesalahan. Menurut penjelasan Bagnaia sendiri, masalah utamanya sudah berkembang sejak beberapa lap sebelumnya ketika ban belakang mulai kehilangan daya cengkeram dengan sangat cepat.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Masalah yang Makin Memburuk Sejak Silverstone

    Kegagalan finis di Aragon juga memperpanjang periode sulit yang dialami Bagnaia sejak MotoGP kembali dari jeda musim panas. Sebelumnya, ia juga mengalami balapan yang sulit di Grand Prix Inggris.

    Menariknya, Bagnaia sebenarnya sempat terlihat mulai menemukan cara untuk menguasai masalah tersebut pada pertengahan musim. Ia bahkan berhasil mencatatkan empat podium secara beruntun dalam periode antara Barcelona hingga Brno.

    Namun, menurut Bagnaia, ada sesuatu yang berubah sejak seri Silverstone. Sejak saat itu, masalah daya cengkeram yang sebelumnya masih bisa dikelola justru semakin memburuk.

    Ia menjelaskan bahwa feeling terhadap motor sebenarnya tidak terlalu buruk hingga Sachsenring. Saat itu, meski masih menghadapi sejumlah kesulitan, semuanya bekerja dengan cara yang lebih konsisten dan hasil balapannya masih terasa lebih optimistis.

    Setelah memasuki Silverstone, situasinya berubah. Bagnaia merasa mulai kehilangan daya cengkeram secara total.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Khawatir Menghadapi Sirkuit Low-Grip

    Masalah yang dialami di Aragon membuat kekhawatiran Bagnaia kini mengarah ke seri-seri berikutnya. Ia secara khusus memikirkan sirkuit yang memiliki aspal dengan tingkat daya cengkeram rendah atau low-grip.

    Bagi Bagnaia, persoalannya bukan hanya tentang satu hasil buruk. Setelah mengalami kesulitan dengan grip di Aragon, ia mengaku sulit membayangkan apa yang akan terjadi ketika MotoGP tiba di trek yang menawarkan daya cengkeram lebih rendah.

    Kekhawatiran itu cukup beralasan berdasarkan apa yang dirasakannya sendiri. Jika di Aragon ban belakang medium sudah kehilangan grip hanya dalam lima lap, maka persoalan tersebut jelas menjadi perhatian besar ketika kondisi lintasan tidak membantu motor mendapatkan cengkeraman yang dibutuhkan.

    Di tengah situasi itu, Bagnaia juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan besar pada setelan motor. Menurutnya, pengaturan yang digunakan relatif sama.

     “Kami mencoba memindahkan lebih banyak beban ke bagian belakang. Namun, hal itu justru membuat situasi lebih sulit saat balapan sprint,” katanya..

    Pada Sabtu pagi, ia sempat merasa sedikit lebih baik. Tim kemudian mencoba memberikan lebih banyak beban pada bagian belakang motor, tetapi perubahan tersebut justru membuat balapan sprint berjalan lebih sulit.

    Karena itulah, pada sesi Minggu pagi, tim kembali menggunakan pengaturan yang telah dipakai sepanjang musim.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Setelan Dikembalikan, Masalah Tetap Muncul

    Meski pengaturan motor dikembalikan ke konfigurasi yang selama ini digunakan, akhir pekan Aragon tetap tidak berjalan sesuai harapan.

    Bagnaia menggambarkan sesi warm-up sebagai sesi yang berjalan sangat buruk karena berbagai alasan. Kemudian, ketika balapan utama dimulai, masalah terbesar justru kembali muncul di bagian belakang motor.

    Ban medium yang digunakannya kehilangan daya cengkeram hanya dalam lima lap. Setelah itu, Bagnaia berusaha mengurangi tenaga motor dan mencoba bertahan dengan kondisi yang semakin sulit dikendalikan.

    Namun, usahanya tidak berhasil membawa balapan sampai garis finis. Pada lap keenam, ketika masih berada di posisi ketujuh, Bagnaia kehilangan kendali dan kembali gagal menyelesaikan balapan.

    Crash di MotoGP Aragon akhirnya menjadi gambaran paling jelas mengenai masalah yang sedang dihadapi Bagnaia. Bukan hanya soal hasil akhir, tetapi tentang hilangnya grip belakang yang menurut pengakuannya kini semakin sulit dipahami dan dikendalikan.

    Klasemen Usai Race MotoGP Aragon 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Aragon 2026

    Setelah sebelumnya sempat mencatat empat podium beruntun antara Barcelona dan Brno, situasi kini berubah drastis. Sejak Silverstone, Bagnaia merasa persoalan tersebut semakin memburuk.

    “Sejak Silverstone, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Saya benar-benar kehilangan daya cengkeram, dan saya bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi saat kami tiba di sirkuit dengan tingkat grip yang lebih rendah.” ujarnya..

    Karena itu, perhatian utama Bagnaia setelah Aragon bukan hanya mencari kembali performa terbaiknya, tetapi juga memahami mengapa daya cengkeram ban belakang yang menjadi masalah pada Ducati GP26 bisa hilang begitu cepat. Jawaban atas persoalan itu akan menjadi sangat penting, terutama ketika kalender MotoGP membawanya menuju sirkuit dengan karakter aspal berdaya cengkeram lebih rendah… Kenapa tidak terjadi dengan Marc Marquez? mungkin harus bertanya dulu pada gravel di sirkuit ..(rt)

    Baca: Pecco Bagnaia: Ini Momen Terburuk Karier Saya, Saya Sudah Tak Tahu Harus Bagaimana

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini