Home MotoGP Dulu Diremehkan Paddock MotoGP, Kini Pirelli Beri Pembuktian Berkelas, Kuasai Ban Tiga...

    Dulu Diremehkan Paddock MotoGP, Kini Pirelli Beri Pembuktian Berkelas, Kuasai Ban Tiga Kelas Mulai 2027

    MotoGP 850cc Pirelli
    MotoGP 850cc Pirelli

    RiderTua.com – Selama bertahun-tahun, Pirelli bukan nama yang selalu dihormati di paddock MotoGP. Produsen ban asal Italia ini bahkan sempat dipandang sebelah mata gara-gara milih pakai produk berbasis ban massal di WorldSBK. Tapi, situasinya sekarang berubah drastis. Mulai tahun 2027, Pirelli malah bakal jadi pemasok tunggal ban buat tiga kelas di MotoGP.

    Daftar Isi

    Pirelli Pernah Dipandang Sebelah Mata di MotoGP

    Perubahan tersebut jadi salah satu perkembangan paling menarik dalam perjalanan Pirelli di dunia balap motor. Perusahaan yang selama dua dekade lebih banyak dikenal sebagai pemasok ban untuk kejuaraan berbasis motor produksi massal itu akan ngambil peran besar di Moto3, Moto2, dan kelas utama MotoGP.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Sementara itu, Michelin akan ambil alih tugas Pirelli sebagai pemasok ban di paddock SBK mulai 2027. Pergantian peran tersebut membuat perjalanan Pirelli terasa semakin menarik, terutama karena produsen asal Italia itu sebelumnya harus melewati periode panjang untuk dapetin kepercayaan dari lingkungan MotoGP.

    Pirelli sendiri telah memasok ban balap untuk WorldSBK dan berbagai kategori pendukungnya sejak 2004. Tahun ini, cakupan tersebut juga mencakup Supersport, Sportbike, serta Kejuaraan Dunia Wanita. Selama periode panjang itu, ban Italia itu membangun pendekatan teknis yang berbeda dibandingkan pandangan tradisional di paddock MotoGP.

    Kuasai Ban Tiga Kelas Mulai 2027

    Giorgio Barbier
    Giorgio Barbier

    Karena itulah, Giorgio Barbier, bos balap Pirelli yang berasal dari Milan, ngaku merasa situasi ini cukup lucu sekaligus membahagiakan. Menurutnya, ketika perjalanan tersebut dimulai, ia tak pernah membayangkan bahwa suatu hari Pirelli akan jadi pemasok ban untuk seluruh kelas prototipe MotoGP.

    Namun, pabrikan ban asal Italia itu tak datang ke Moto2 dan Moto3 dengan keinginan untuk membuat ban prototipe khusus yang hanya digunakan untuk kejuaraan tersebut. Sebaliknya, mereka membawa pendekatan yang selama ini jadi bagian dari identitas perusahaan, yakni gunakan produk yang sudah ada dan mengembangkannya sesuai kebutuhan balap.

    Di Moto2, merek ban Milan membawa pengalaman dari dunia Superbike. Sementara untuk Moto3, mereka memasok ban slick standar yang sebenarnya sudah lama berada dalam portofolio perusahaan. Produk tersebut sebelumnya tak terlalu banyak digunakan karena kejuaraan itu lebih dahulu dikuasai oleh kompetitor Pirelli.

    Meski demikian, kehadiran Pirelli di paddock GP pada awalnya tak langsung dapat sambutan penuh. Setelah dua tahun jalani pengalaman di sana, Barbier merasa promotor dan pihak-pihak di lingkungan MotoGP akhirnya mulai memahami apa yang sebenarnya sedang dilakukan Pirelli.

    Nicolo Bulega Pirelli WSBK
    Nicolo Bulega Pirelli WSBK

    Berawal di kategori WorldSBK

    Menariknya, pada fase awal, kerja teknis Pirelli yang telah lama dilakukan di WorldSBK justru tak terlalu diperhatikan oleh sebagian pihak di paddock GP. Moto2 dianggap sebagai tantangan besar karena gunakan motor prototipe yang rumit dan dinilai membutuhkan waktu lama bagi Pirelli untuk menyamai level Dunlop.

    Pandangan tersebut kemudian berubah dengan sangat cepat. Hanya dalam dua kali balapan, penilaian terhadap Pirelli disebut berubah total. Tak ada lagi sikap meremehkan seperti sebelumnya karena performa ban standar yang mereka bawa mampu berbicara langsung di lintasan.

    Merek ban premium asal Italia tersebut berhasil menunjukkan bahwa produk standar mereka dapat membantu ciptakan balapan yang menarik sekaligus meningkatkan performa. Keunggulan itu terlihat dari catatan waktu satu putaran maupun ritme balapan. Dengan kata lain, pendekatan yang sempat diragukan justru mulai dapatkan perhatian besar di paddock MotoGP.

    Barbier bahkan anggap sikap skeptis tersebut cukup aneh. Baginya, sebagian besar orang yang berada di Moto2 dan Moto3 sebenarnya memiliki hubungan dengan paddock SBK. Namun, ketika seseorang berpindah dari satu paddock ke paddock lainnya, suasananya bisa terasa seperti memasuki dunia yang berbeda.

    Keraguan itu juga sempat terlihat dari pihak Dorna. Meski begitu, Pirelli terus membuktikan kemampuannya di setiap kelas yang diikuti, mulai dari MiniGP, Moto3, hingga Moto2. Setiap tahapan jadi kesempatan untuk tunjukkan bahwa pendekatan mereka tak hanya bergantung pada teori, tetapi juga bisa hasilkan performa di lintasan.

    Pirelli MotoGP, Aturan Tekanan Ban MotoGP
    Pirelli-Ban MotoGP

    Tantangan Besar Menunggu..

    Kini, perjalanan pabrikan ban Italia itu menuju MotoGP 2027 mengingatkan kembali pada langkah mereka ketika pertama kali masuk ke WorldSBK pada 2004. Namun, Barbier ngakuin bahwa situasi saat itu jauh berbeda. Pirelli datang dengan kualitas ban yang masih tertinggal cukup jauh dari para kompetitornya.

    Tantangan terbesar kala itu bukan hanya soal performa teknis. Mentalitas para pembalap, pabrikan, tim, dan banyak pihak di paddock WorldSBK juga sangat sulit menerima inovasi baru. Pemasok ban tunggal MotoGP mulai 2027 itu harus jelasin cara kerja yang berbeda kepada lingkungan yang pada dasarnya belum siap menerima pendekatan tersebut.

    Sekarang, kondisinya udah beda banget. Semua orang di paddock udah paham kalau ban Italia itu emang punya cara kerja yang berbeda. Perbedaan yang dulunya bikin mereka diragukan, perlahan malah jadi identitas yang ngebantu Pirelli dapat tempat di berbagai kejuaraan.

    Makanya, pas pabrikan ban berlogo ‘P Lunga’ (istilah dalam bahasa Italia yang berarti “P Panjang”) mulai ambil alih peran sebagai pemasok tunggal ban buat Moto3, Moto2, dan MotoGP di tahun 2027, ceritanya terasa lebih besar dari sekadar ganti vendor ban doang. Ini adalah perjalanan panjang dari sebuah perusahaan yang pernah diremehkan karena pendekatannya, lalu perlahan ngebuktiin diri sampai akhirnya dipercaya buat megang seluruh jenjang utama balap prototipe MotoGP.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini