RiderTua.com – Di Jepang, Kawasaki KLX230 Sherpa dan Honda CRF250L sama-sama ditujukan bagi pengendara yang mencari motor dual purpose untuk penggunaan harian sekaligus menjelajah jalur tanah. Namun, keduanya memiliki karakter berbeda.
Kawasaki KLX230 Sherpa mengutamakan bobot ringan, jok yang lebih rendah, serta kemudahan dikendalikan di berbagai medan. Sementara Honda CRF250L menawarkan mesin yang lebih bertenaga, suspensi lebih siap untuk off-road, dan kemampuan touring yang lebih baik.
▶Daftar Isi
Kawasaki KLX230 Sherpa: Trail Ringan dengan Kendali Mudah

Kawasaki KLX230 Sherpa menggunakan mesin 1 silinder 232cc SOHC 2-klep pendingin udara yang menghasilkan tenaga 17,4 hp pada 8.000 rpm dan torsi 19 Nm pada 6.400 rpm. Karakter mesinnya berfokus pada torsi putaran bawah sehingga mudah dikendalikan saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun penggunaan harian di perkotaan.
Desainnya mengusung gaya adventure-trail sederhana dengan lampu depan LED, windshield kecil, handguard, serta pelindung bawah mesin sebagai perlengkapan standar. Dibanding CRF250L, tampilannya lebih kompak dan lebih menonjolkan kesan motor penjelajah ringan.

Karakter berkendaranya mengutamakan kemudahan. Bobot ringan di 136 kg, jok yang lebih rendah, serta posisi duduk tegak membuat Sherpa sangat mudah dikendalikan baik oleh pemula maupun pengendara dengan postur tidak terlalu tinggi.
Fitur yang ditawarkan meliputi lampu full, panel instrumen LCD digital, koneksi ponsel RIDELOGY, ABS yang dapat dimatikan di roda belakang, handguard, dan engine guard. Keunggulan terbesar KLX230 Sherpa adalah bobot yang ringan, ergonomi yang bersahabat, serta kemudahan dikendarai di berbagai kondisi jalan. Di Jepang, Kawasaki KLX230 Sherpa dipasarkan sebesar 660.000 yen atau sekitar Rp 75,5 jutaan.
Honda CRF250L: Dual Purpose Andal dengan Performa Lebih Besar

Honda CRF250L mengandalkan mesin 1 silinder 249cc DOHC 4-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 24,1 hp pada 9.000 rpm dan torsi 23 Nm pada 6.500 rpm. Dibanding KLX230 Sherpa, mesinnya menawarkan tenaga dan torsi yang lebih besar sehingga lebih nyaman digunakan di jalan raya, jalan tol, maupun jalur off-road dengan kecepatan lebih tinggi.
Desain CRF250L mempertahankan identitas keluarga CRF dengan bodi ramping, lampu depan LED, tangki berotot, serta ground clearance tinggi. Dibanding KLX230 Sherpa, tampilannya lebih sporty dan lebih menyerupai motor reli.
CRF250L menawarkan stabilitas yang lebih baik pada kecepatan tinggi berkat suspensi Showa long travel dan sasis yang lebih rigid. Walaupun bobotnya sedikit lebih berat, motor ini tetap lincah saat digunakan di jalur tanah maupun jalan perkotaan.

Fitur yang tersedia meliputi lampu full LED, panel instrumen LCD digital, ABS dua kanal dengan ABS roda belakang yang dapat dinonaktifkan, suspensi Showa inverted (USD) di depan dan Pro-Link di belakang, serta assist & slipper clutch.
Keunggulan terbesar CRF250L adalah performa mesin yang lebih kuat, kemampuan touring yang lebih baik, dan kualitas suspensi yang unggul untuk off-road. Di Jepang, Honda CRF250L dipasarkan mulai 649.000 yen atau sekitar Rp 74,3 jutaan.
Secara konsep, Kawasaki KLX230 Sherpa cocok untuk pemula maupun pengendara yang menginginkan motor trail ringan dengan karakter bersahabat. Sebaliknya, Honda CRF250L lebih ditujukan bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh atau menginginkan kemampuan off-road yang lebih tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan di jalan raya.
| Aspek | Kawasaki KLX230 Sherpa | Honda CRF250L |
|---|---|---|
| Segmen | Motor dual purpose / adventure trail ringan | Motor dual purpose / trail 250cc |
| Mesin | 1 silinder 232cc SOHC 2-klep berpendingin udara | 1 silinder 249cc DOHC 4-klep berpendingin cairan |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Tenaga | 17,4 hp pada 8.000 rpm | 24,1 hp pada 9.000 rpm |
| Torsi | 19 Nm pada 6.400 rpm | 23 Nm pada 6.500 rpm |
| Suspensi Depan | Teleskopik | Showa Upside Down (USD) |
| Suspensi Belakang | New Uni-Trak monoshock | Showa Pro-Link monoshock |
| Rem Depan | Cakram dengan ABS | Cakram dengan ABS |
| Rem Belakang | Cakram, ABS dapat dinonaktifkan | Cakram, ABS dapat dinonaktifkan |
| Velg | Jari-jari 21 inci depan & 18 inci belakang | Jari-jari 21 inci depan & 18 inci belakang |
| Tinggi Jok | 845 mm | 880 mm |
| Tangki BBM | 7,6 liter | 7,8 liter |
| Bobot | 134 kg | 141 kg |
| Fitur | Lampu full LED, panel instrumen LCD digital, koneksi ponsel RIDELOGY, handguard, engine guard, ABS belakang dapat dimatikan | Lampu full LED, panel instrumen LCD digital, assist & slipper clutch, suspensi Showa, ABS belakang dapat dimatikan |
| Harga | 660.000 Yen (sekitar Rp 75,5 jutaan) | 649.000 Yen (sekitar Rp 74,3 jutaan) |












