RiderTua.com – Dari posisi ke-3 di grid, Pecco Bagnaia start dengan sangat bagus dan langsung memimpin balapan. Rider Ducati Lenovo itu mengendalikan balapan dengan gap yang cukup besar. Namun di lap-lap terakhir, keunggulannya menyusut. Meski begitu juara dunia MotoGP 2 kali itu berhasil menahan tekanan yang diberikan Ai Ogura. Akhirnya Pecco menyentuh garis finis unggul 0,241 detik dari pembalap asal Jepang itu. Dan sekan setimnya Marc Marquez melengkapi podium di tempat ke-3.
Berbeda dengan mayoritas pembalap yang memilih ban belakang medium, Pecco dan Marquez justru memilih ban soft. Dan pilihan tersebut terbukti tepat. “Untungnya, saya memilih ban yang tepat kali ini. Dua lap pertama membuat perbedaan besar. Saya gas pol dan membangun keunggulan. Setelah itu, saya mencoba mengendalikan balapan,” ujar rider asal Turin Italia itu.
Pecco Bagnaia Menang Sprint Ceko: Mengendalikan Getaran dengan Mengubah Gaya Balap

Hasil Sprint Race MotoGP Ceko 2026: Bagnaia Menang, Ai Ogura Kembali Bikin Kejutan
Francesco Bagnaia mengaku bahwa roda belakangnya bergetar hebat saat balapan dan semakin parah di lap-lap terakhir, yang membuatnya harus putar otak untuk mengatasinya sambil menahan tekanan dari Ai Ogura.
Rider berusia 29 tahun itu menjelaskan, “Cengkeraman ban belakang tidak buruk menjelang akhir balapan, tetapi getarannya sangat hebat. Pada dua lap terakhir, saya harus mengendalikan situasi sebaik mungkin. Saya merasakan getaran sejak lap ke-4. Itulah mengapa saya sedikit mengurangi kecepatan. Tetapi lap demi lap, saya mencari cara bagaimana agar tidak kehilangan waktu terlalu banyak meskipun ada getaran.”
Pecco pun menemukan cara dengan menyesuaikan gaya balapnya dan ternyata sukses. “Pada tiga lap terakhir, saya mengubah gaya balap saya dan itu bekerja lebih baik. Untuk balapan hari Minggu, kami harus melakukan beberapa perubahan pada set-up. Tetapi perubahan gaya balap saya juga akan membantu,” imbuhnya.

Pecco juga mengaku sama sekali tidak menduga bisa menang dalam sprint, mengingat performanya sejak hari Jumat terbilang biasa-biasa saja. “Saya sangat senang. Kemarin, saya tidak menyangka akan menang hari ini. Tapi kami bekerja dengan sangat baik. Saya masih terlalu banyak berpikir saat balapan, tetapi feel saya lebih baik. Trek ini cocok untuk saya, dan keputusan untuk menggunakan ban soft membantu saya hari ini,” ujarnya.
Kunci keberhasilan Pecco adalah strategi yang jelas. “Saya tahu, beberapa lap pertama sangat menentukan. Saya ngepush dengan sangat keras. Setelah itu saya beralih ke mapping yang lebih aman. Saya ingin mengendalikan gap. Strategi itu berhasil,” jelasnya.
Meskipun Ogura yang menggunakan ban belakang medium berhasil memperkecil gap secara signifikan di tahap akhir, Pecco tetap tenang. “Jujur, saya sudah memperkirakan Ai akan memperkecil gap karena dia menggunakan ban medium. Tetapi dibandingkan dengan trek lain, saya memiliki feel yang lebih baik di sini dengan ban yang sudah aus,” jelasnya.

Kemenangan Pecco juga berkat kerja keras tim Ducati. Setelah perubahan di FP2 tidak menghasilkan efek yang diinginkan, dia kembali ke set-up sebelumnya untuk kualifikasi. “Pada hari Jumat, kami memutuskan untuk mencoba sesuatu pada Sabtu pagi. Tapi itu malah memperburuk keadaan. Di kualifikasi kami kembali ke set-up sebelumnya, dan di balapan kami mengambil langkah lain ke arah yang berlawanan. Saya merasa senang dengan itu,” ungkap adik Carola Bagnaia (asisten pribadinya) itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pecco Bagnaia sering kesulitan dengan keseimbangan motor dan tangki bahan bakar penuh selama sprint race. Tapi masalah tersebut tampaknya sudah berkurang secara signifikan. “Keseimbangan motor tahun ini bagus. Masalahnya tidak sebesar dulu lagi,” pungkas murid legenda Valentino Rossi itu.

Setelah kesulitan dalam beberapa purnama, kemenangan di Brno lebih dari sekadar kemenangan sprint biasa. Pecco berhasil membuktikan bahwa di lintasan yang cocok dengan gaya balapnya, sekali lagi dia mampu memimpin sekaligus mengendalikan balapan bahkan ketika motornya tidak bekerja dengan sempurna.
Usai sprint Brno, Pecco tetap berada di peringkat 7 dengan perolehan 111 poin hanya tertinggal 4 poin dari Marc Marquez yang juga bertahan di peringkat 5 dalam klasemen.
Hasil LENGKAP Sprint Race MotoGP Ceko 2026🏁






