RiderTua.com – Tahun lalu, Marco Bezzecchi berhasil meraih podium setelah finis ke-3 pada race utama hari Minggu di Brno. Rider tim pabrikan Aprilia itu tertinggal 7,488 detik dari pemenang Marc Marquez. Dan setelah itu, performa Aprilia meroket sejak pertengahan musim dan mulai gacor di paruh kedua musim.
Saat ini Bezzecchi tiba di MotoGP Ceko sebagai pemimpin klasemen. Dia unggul hanya 20 poin atas rekan setimnya Jorge Martin, 42 poin atas Fabio Di Giannantonio yang berada di peringkat 3, 48 poin atas Pedro Acosta, dan 72 poin atas Marc Marquez yang berada di peringkat 5.
▶Daftar Isi
Kondisi Fisik Marco Bezzecchi Belum Prima, Mengalami Sedikit Cedera Otot, Salah Martin?

Namun kondisi fisik Marco Bezzecchi saat ini tidak sama seperti sebelum terseret ke dalam crash massal di tikungan pertama Balaton Park yang dipicu Jorge Martin. Ketika ditanya mengenai insiden tersebut, rider asal Rimini Italia itu enggan menanggapinya, dia hanya berkata, “Ada sebuah kesalahan setelah start, hanya itu yang bisa saya katakan. Pendapat saya tidak relevan di sini.”
Setelah berselang 10 hari pasca kejadian, MarcoBezz masih merasakan sakit di bagian kanan tubuhnya. “Sisi kanan tubuh saya masih sedikit bermasalah. Jelas, saya tidak dalam kondisi fisik yang prima karena saya mengalami sedikit cedera otot. Namun saya rasa itu tidak akan menimbulkan masalah besar saat mengendarai motor. Minggu lalu saya juga berlatih dengan motor di rumah. Meski begitu, ini akan menjadi pertama kalinya saya kembali mengendarai motor MotoGP setelah tabrakan keras itu,” ungkap rider berusia 27 tahun itu.

Soal kontroversi pelarangan hole-shot device (sistem yang menekan bagian depan motor saat akselerasi untuk mengurangi gejala wheelie), Bezzecchi menegaskan, “Itu bisa menjadi salah satu solusi, tapi saya tak akan menerapkannya secara menyeluruh. Jika memang ingin dilakukan, kita harus mengevaluasi terlebih dulu bagaimana performa motor saat ini tanpa perangkat tersebut. Tetapi, itu bisa menjadi bagian dari peningkatan.”
Mengenai sirkuit Brno, Bezzecchi mengungkapkan, “Lintasan ini benar-benar luar biasa dan menyenangkan untuk dilibas. Namun karakternya benar-benar berlawanan dengan Balaton, yang berarti para pembalap dan motor harus kembali melakukan penyesuaian.”
BTW, saat ini digelar Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan di 3 negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Mexico. Saat Bezzecchi ditanya, negara mana yang akan menjadi juara dunia kali ini? Dengan gaya khasnya yang senang guyon, murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu sambil tersenyum mengatakan, “Tentu saja bukan Inggris (sambil memandang jurnalis asal Inggris). Saya harap Brasil yang menang.”

Bikin ‘Gondok’ Masimo Rivolla?
Broo… Jika performa Marco Bezzecchi tidak kunjung membaik setelah terseret dalam insiden crash masal di Balaton Park, Massimo Rivola jelas punya alasan kuat untuk merasa sangat ‘gondok’ (nesu alias marah) kepada Jorge Martin yang memicu kekacauan tersebut. Cedera gangguan otot di sisi kanan tubuh Bezzecchi kini menjadi kerikil tajam bagi Aprilia, dan Rivola pasti gusar melihat bagaimana tindakan sembrono Martin berpotensi mengacaukan cetak biru yang sudah disusun matang-matang oleh pabrikan Noale. Bagi sang bos Aprilia, crash ini bukan sekadar insiden balap biasa, melainkan sebuah hantaman telak yang merusak momentum emas dan rencana besar tim untuk merebut takhta juara dunia dari genggaman Marc Marquez musim ini…(rt)






