RiderTua.com – Di dunia mini bike modern, Honda MSX125 Grom dan Benelli TNT 135 menjadi dua motor kecil yang sangat populer karena sama-sama menawarkan ukuran kompak dan sensasi berkendara yang fun. Meski terlihat mirip secara konsep, karakter dan pengalaman berkendara keduanya cukup berbeda.
Secara konsep, MSX125 Grom lebih fokus pada mini bike ringan dengan handling lincah dan reliability tinggi, sementara TNT 135 tampil lebih agresif dengan performa lebih bertenaga dan ergonomi yang terasa lebih besar.
▶Daftar Isi
Honda MSX125 Grom: Mini Bike Ikonik dengan Handling Super Lincah

Honda MSX125 Grom memakai mesin 1 silinder 125cc pendingin udara yang terkenal halus dan sangat mudah dikendarai. Tenaga 9,7 hp pada 7.250 rpm dan torsi 10,8 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesinnya dibuat ringan dan playful untuk penggunaan perkotaan maupun riding santai.
Akselerasi memang tidak terlalu brutal, tetapi bobot motor yang sangat ringan membuat Grom terasa gesit dan menyenangkan di berbagai kondisi jalan. Handling menjadi salah satu kekuatan terbesar Grom. Wheelbase pendek dan bobot ringan membuat motor ini sangat lincah untuk cornering maupun selap-selip di jalan kota.

Desainnya juga unik dengan gaya mini naked bike modern khas Honda. Generasi terbaru tampil lebih clean dan sporty dibanding versi awal. Posisi riding cukup nyaman dengan ergonomi santai.
Motor ini cocok dipakai rider pemula maupun rider berpengalaman yang mencari fun bike ringan. Keunggulan terbesar Grom ada pada kualitas build dan reliability. Mesin Honda terkenal bandel, irit, dan biaya perawatannya rendah.
Komunitas modifikasi Grom juga sangat besar di berbagai negara, membuat motor ini populer untuk custom maupun stunt ringan. Namun dibanding Benelli TNT 135, performa dan ukuran fisiknya terasa lebih kecil dan lebih santai.
Benelli TNT 135: Mini Naked Bike dengan Karakter Lebih Agresif

Benelli TNT 135 memakai mesin 1 silinder 135cc pendingin oli dengan tenaga 13 hp pada 9.000 rpm dan torsi 10,8 Nm pada 7.000 rpm. Performanya sedikit lebih besar dibanding Grom, membuat akselerasinya terasa lebih kuat.
Karakter mesinnya lebih agresif dengan feel berkendara yang terasa lebih besar dibanding Grom yang playful. Posisi riding juga sedikit lebih sporty dengan jok lebih tinggi dan ergonomi yang terasa lebih besar untuk rider bertubuh tinggi.
Dari sisi desain, TNT 135 tampil jauh lebih tajam dan sporty. Headlamp agresif, frame trellis khas Benelli, dan dimensi lebih besar membuat motor ini terlihat seperti mini streetfighter.

Handling tetap lincah, tetapi feel stabilitasnya terasa lebih dewasa dibanding Grom. Ban lebih besar dan wheelbase sedikit lebih panjang membantu motor terasa lebih planted. Suspensi upside-down dan rem petal disc memberi kesan premium untuk kelas mini bike.
Keunggulan utama TNT 135 ada pada performa dan feel sporty yang lebih kuat. Banyak rider menyukai motor ini karena terasa lebih serius dibanding Grom.
Namun dibanding Honda, refinement mesin dan kualitas jangka panjang TNT 135 terkadang masih dianggap belum sebaik rival Jepang tersebut. Resale value dan aftersales Honda juga biasanya lebih kuat.
| Aspek | Honda MSX125 Grom 2026 | Benelli TNT 135 |
|---|---|---|
| Konsep | Mini naked bike fun dengan gaya sporty modern dan karakter easy riding | Mini bike sporty dengan karakter agresif dan aura streetfighter kecil |
| Mesin | 1 silinder 124cc SOHC 2-katup PGM-FI pendingin udara | 1 silinder 135cc SOHC 4-katup EFI pendingin udara + oil cooler |
| Tenaga | 9,7 hp pada 7.250 rpm | 13 hp pada 9.000 rpm |
| Torsi | 10,8 Nm pada 6.000 rpm | 10,8 Nm pada 7.000 rpm |
| Transmisi | Manual 5-percepatan | Manual 5-percepatan |
| Karakter | Halus, santai, dan mudah dikendalikan untuk harian | Lebih galak dan responsif di putaran atas |
| Desain | Compact naked bike dengan gaya playful khas Grom | Streetfighter mini dengan tampilan lebih agresif dan berotot |
| Suspensi | Upside-down 31 mm & Monoshock | Upside-down & Monoshock |
| Pengereman | Cakram depan-belakang | Cakram depan-belakang |
| Ukuran Velg | 12 inci | 12 inci |
| Bobot | 103 kg | 121 kg |
| Tinggi Jok | 761 mm | 780 mm |
| Fitur | Panel Full LCD digital, lampu LED, ABS | Panel digital-analog, LED DRL, oil cooler |
| Kelebihan Utama | Sangat ringan, mudah dipakai, build quality matang | Performa lebih bertenaga dan tampilan lebih agresif |
| Kekurangan | Harga tinggi dan performa tidak terlalu agresif | Refinement dan kualitas finishing tidak sematang Honda |
| Harga | 3.999 Pound sterling (sekitar Rp 95,7 jutaan) | Sekitar Rp 30–40 jutaan tergantung negara |







