RiderTua.com – Di kelas motor retro ringan, Suzuki Cool Biao 150 dan Kawasaki W175 Street menawarkan pendekatan yang cukup berbeda meski sama-sama mengusung gaya klasik. Keduanya cocok untuk penggunaan harian santai, tetapi karakter mesin, desain, dan pengalaman berkendaranya tidak benar-benar sama.
Secara konsep, Suzuki Cool Biao 150 lebih fokus pada konsep retro modern bergaya urban dengan sentuhan fashionable khas pasar Asia, sementara Kawasaki W175 Street mempertahankan nuansa sepeda motor klasik tradisional dengan feel berkendara old-school yang kuat.
▶Daftar Isi
Suzuki Cool Biao 150: Retro Modern Ringan dengan Karakter Urban

Suzuki Cool Biao 150 memakai mesin 1 silinder 149cc pendingin udara, tenaga 11,2 hp serta torsi 10,5 Nm, fokus pada efisiensi dan kemudahan penggunaan harian. Karakter mesinnya terasa ringan dan cukup responsif untuk riding perkotaan.
Akselerasinya halus dengan feel berkendara santai. Cocok untuk cruising harian dibanding riding agresif atau touring jarak jauh berkecepatan tinggi. Dari sisi desain, Cool Biao 150 tampil modern-retro dengan kombinasi bodi klasik dan detail kekinian seperti lampu LED serta panel digital-modern.

Aura fashionable menjadi salah satu daya tarik utamanya. Proporsi motor terlihat compact dan stylish, cocok untuk rider muda yang menginginkan motor retro ringan tetapi tetap modern.
Handling-nya terasa ringan dan mudah dikendalikan. Bobot motor yang tidak besar membuat Cool Biao cukup praktis untuk penggunaan urban maupun jalan sempit.
Posisi riding dibuat santai dengan ergonomi natural. Jok rendah dan setang lebar membuat motor ini nyaman dipakai commuting harian. Namun dibanding Kawasaki W175 Street, karakter retro klasik dan feel mekanikalnya terasa tidak sekuat rival Jepang tersebut.
Kawasaki W175 Street: Motor Klasik dengan Feel Old-School Kuat

Kawasaki W175 Street memakai mesin 1 silinder 177cc SOHC 2-katup pendingin udara berbasis keluarga W-Series klasik Kawasaki. Tenaga 12,8 hp dan torsi 13,3 Nm, mesin ini terkenal sederhana dengan karakter torsi bawah yang nyaman untuk cruising santai.
Karakter riding W175 Street terasa sangat old-school. Getaran mesin, suara knalpot, dan feel mekanikalnya justru menjadi daya tarik utama bagi penggemar motor retro tradisional.
Desainnya mempertahankan nuansa klasik yang sangat kuat. Tangki membulat, jok panjang datar, velg alloy, dan lampu bulat membuat motor ini terasa seperti motor Jepang era lawas.

Handling motor ini stabil dan nyaman untuk cruising kota maupun jalan santai. Suspensinya cukup empuk dengan ergonomi rileks khas motor retro klasik. Keunggulan terbesar W175 Street ada pada aura heritage dan pengalaman berkendara klasik yang autentik. Motor ini terasa lebih berjiwa untuk pecinta motor retro tradisional.
Namun dibanding Suzuki Cool Biao 150, fiturnya jauh lebih sederhana. Performa mesin juga terasa lebih santai dan tidak terlalu fokus pada efisiensi modern. Selain itu, bobot dan dimensi W175 Street terasa lebih besar dibanding Cool Biao yang lebih compact dan ringan.
| Aspek | Suzuki Cool Biao 150 | Kawasaki W175 Street |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder 149cc pendingin udara | 1 silinder 177cc SOHC 2-katup pendingin udara |
| Tenaga | 11,2 hp | 12,8 hp |
| Torsi | 10,5 Nm | 13,3 Nm |
| Transmisi | Manual | Manual 5-percepatan |
| Karakter Riding | Ringan dan santai | Old-school dan berkarakter |
| Desain | Retro modern urban | Retro klasik tradisional |
| Handling | Lincah dan compact | Stabil dan nyaman cruising |
| Suspensi | Teleskopik depan dan dual shock belakang | Teleskopik depan dan dual shock belakang |
| Velg & Ban | Alloy palang 5 dan ban dual-purpose | Velg alloy |
| Pengereman | Cakram depan dan tromol belakang | Cakram depan dan tromol belakang |
| Tinggi Jok | 760 mm | 785 mm |
| Konsumsi BBM | 58,8 km/liter | 38-40 km/liter |
| Fitur | Panel analog dan lampu halogen | Panel analog dan lampu halogen |
| Keunggulan | Irit dan ringan dipakai harian | Aura klasik dan feel berkendara autentik |
| Kekurangan | Karakter retro kurang kuat | Fitur sangat sederhana |







