RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua, Yamaha XSR155 dan Kawasaki W175 Street menawarkan dua filosofi yang sangat berbeda di segmen motor retro di India. Tidak hanya soal tampilan klasik, tapi juga bagaimana pabrikan menggabungkan desain lama dengan teknologi modern.
XSR155 hadir sebagai retro modern dengan basis sport, membawa performa dan teknologi masa kini. Sementara W175 Street mempertahankan pendekatan klasik murni dengan konstruksi sederhana dan nuansa old-school yang kuat.
▶Daftar Isi
Yamaha XSR155: Retro Modern dengan DNA Sport dan Teknologi Tinggi

Yamaha XSR155 menggunakan mesin 1 silinder 155cc SOHC 4-valve pendingin cairan dengan teknologi VVA yang menghasilkan tenaga 18,1 hp pada 10.000 rpm dan torsi 14,2 Nm pada 8.500 rpm, dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan dan assist & slipper clutch. Mesin ini satu basis dengan R15/Vixion, sehingga performanya termasuk paling kuat di kelasnya.
Karakter mesinnya dengan tenaga yang terasa kuat di putaran atas namun tetap responsif di bawah berkat VVA. Akselerasi terasa cepat dan sporty, membuat XSR155 lebih cocok untuk pengendara yang ingin sensasi berkendara aktif meskipun tampil retro.

Dari sisi rangka, XSR155 menggunakan Deltabox frame dengan suspensi depan upside-down (USD) dan monoshock belakang, memberikan handling yang presisi dan stabil saat menikung. Setup ini jelas lebih modern dibanding motor retro konvensional.
Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap, seperti full LED lighting, panel digital, slipper clutch, dan desain premium dengan finishing modern. Untuk harga di India (CBU/import), Yamaha XSR155 diperkirakan berada di 158.990 Rupee atau sekitar Rp 29 jutaan, tergolong tinggi di kelasnya.
Kawasaki W175 Street: Retro Klasik Sederhana dengan Karakter Santai

Kawasaki W175 Street dibekali mesin 1 silinder 177cc SOHC 2-valve pendingin udara yang menghasilkan tenaga sekitar 13 hp pada 7.500 rpm dan torsi 13,2 Nm pada 6.000 rpm, dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan. Mesin ini sangat sederhana tanpa teknologi modern seperti liquid cooling atau multi-valve.
Karakter mesinnya lebih santai dan linear, dengan fokus pada kenyamanan dan kemudahan kontrol. Tenaga terasa cukup di putaran bawah hingga menengah, namun tidak ditujukan untuk performa tinggi. Getaran masih terasa, tapi justru menjadi bagian dari “karakter klasik” motor ini.

Dari sisi rangka, W175 Street menggunakan double cradle frame dengan suspensi depan teleskopik dan dual shock belakang, setup klasik yang nyaman untuk penggunaan santai. Handling-nya stabil namun tidak se-agresif XSR155 saat diajak bermanuver cepat.
Fitur yang ditawarkan sangat minimalis, seperti panel analog, lampu halogen (atau LED terbatas di varian tertentu), dan tanpa ABS di beberapa versi India. Justru kesederhanaan ini menjadi daya tarik bagi pecinta motor klasik.
Untuk harga di India, Kawasaki W175 Street dipasarkan sekitar 125.000 Rupee atau sekitar Rp 22,8 jutaan, lebih terjangkau dibanding XSR155, namun dengan teknologi yang jauh lebih sederhana.
| Aspek | Yamaha XSR155 | Kawasaki W175 Street |
|---|---|---|
| Segmen | Retro modern sport | Retro klasik |
| Mesin | 1 silinder 155cc SOHC 4 katup pendingin cairan VVA | 1 silinder 177cc SOHC 2 katup pendingin udara |
| Tenaga | 18,1 hp pada 10.000 rpm | 13 hp pada 7.500 rpm |
| Torsi | 14,2 Nm pada 8.500 rpm | 13,2 Nm pada 6.000 rpm |
| Transmisi | Manual 6 percepatan + assist slipper clutch | Manual 5 percepatan |
| Rangka | Deltabox | Double cradle |
| Suspensi Depan | Upside down | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Monoshock | Dual shock |
| Rem | Cakram depan belakang ABS | Cakram depan tromol belakang |
| Fitur | Full LED panel digital slipper clutch | Panel analog fitur minimalis |
| Karakter | Sporty responsif modern | Santai klasik old school |
| Harga | 158.990 Rupee (sekitar Rp 29 jutaan) | 125.000 Rupee (sekitar Rp 22,8 jutaan) |







