RiderTua.com – Selaku CEO Aprilia, Massimo Rivola mengaku puas dengan performa pembalapnya dan juga kerja keras tim di GP Prancis. Aprilia berhasil menyapu bersih podium di Le Mans. Jorge Martin menang dengan keunggulan 0,477 detik atas rekan setimnya Marco Bezzecch. Sementara Ai Ogura menyempurnakan akhir pekan yang luar biasa untuk pabrikan asal Noale Italia itu, dengan menempati posisi ke-3.
“Ini adalah pekerjaan luar biasa dari semua karyawan pabrik di Noale dan dari para pembalap. Dan kalau mengingat kembali, ketika Jorge memberi tahu kami di sini tepat satu tahun yang lalu bahwa dia ingin meninggalkan kami, ini adalah hari yang sangat baik,” ujar Rivola.
Massimo Rivola: Justru Saya yang Gugup Ketika Marco Bezzecchi Berada di Belakang Jorge Martin

Tahun lalu, Jorge Martin sempat berniat untuk meninggalkan Aprilia meskipun masih terikat kontrak. Saat itu juara dunia MotoGP 2024 itu sedang dibekap cedera dan mulai meragukan segalanya. Namun Massimo Rivola tetap teguh dan tidak membiarkan diaΒ pergi sebelum waktunya.
Setahun kemudian, di tempat yang sama Martin berhasil merayakan kemenangan Grand Prix pertamanya dengan RS-GP di Le Mans. Namun, 2026 adalah tahun terakhirnya dengan Aprilia karena tahun depan rider asal Madrid itu akan pindah ke tim pabrikan Yamaha.
Rivola menegaskan bahwa kehilangan Martin dalam performa terbaiknya seperti ini merupakan kerugian besar. “Kalau Jorge benar-benar meninggalkan kami di akhir musim, maka kami akan menikmati waktu bersamanya tahun ini sebaik mungkin. Saya yakin dia juga akan menikmatinya,” tegasnya.
Rivola mengungkapkan bahwa dirinya menyadari bahwa Martin sudah kembali ke performa terbaiknya saat tes pramusim pertama di Thailand. Saat itu Martinator sudah menunjukkan bakat dan kecepatannya yang alami. Jadi kemenangannya di Le Mans tidak mengejutkannya.

2 pembalap tim pabrikan Aprilia finis 1 dan 2 di GP Prancis, ini artinya Aprilia dalam situasi yang sangat ideal. Meski mengelola 2 pembalap top, Rivola yakin dua pembalapnya itu akan saling mendorong satu sama lain untuk terus berkembang, alih-alih berjibaku dengan persaingan internal yang tak perlu. Dan performa apik Ai Ogura akan menjadi penyemangat tambahan. Rivola juga menantikan kembalinya performa Raul Fernandez, untuk kembali bersaing memperebutkan podium seperti di tahap akhir musim lalu.
Apakah sulit untuk mengelola 2 ‘alpha rider’ atas dalam satu garasi? “Saya tidak terlalu khawatir soal itu. Kami punya aturan sederhana, yaitu saling menghormati dan mereka tahu itu. Mereka juag harus menghormati tim dan semua orang di Noale. Selama mereka mengikuti aturan sederhana ini, kami tidak punya masalah. Tentu saja hanya satu yang bisa menang. Selama itu Aprilia, that’s oke,” jawab Rivola sambil tertawa.

Apakah Rivola sempat merasa gugup ketika Martin membuntuti Bezzecchi dengan gap yang cukup dekat dalam balapan? “Sebenarnya saya justru lebih gugup ketika Marco berada di belakang Jorge. Mungkin seharusnya Marco mencoba membalasnya lebih awal. Tetapi dia cukup cerdas untuk memahami bahwa Jorge lebih cepat darinya di akhir balapan. Dia cukup puas dengan posisi ke-2 dan itu pendekatan terbaik untuk memperebutkan gelar dunia,” pungkas Rivola.
Saat ini Bezzecchi (128 poin) masih memimpin klasemen namun hanya terpaut sangat tipis hanya 1 poin atas Martin (127 poin). Sementara Ogura naik ke peringkat 5 dengan 67 poin dan Raul Fernandez juga naik ke peringkat 7 dalam klasemen hanya kalah 5 poin dari rekan setimnya asak Jepang itu.






