RiderTua.com – Apa kabar Bro-Sis? Ada info seru nih dari meja redaksi RiderTua. Sejak musim lalu, Marco Bezzecchi langsung tampil impresif dengan RS-GP. Meski baru menjalani debutnya dengan Aprilia, rider asal Rimini itu mampu memimpin proyek MotoGP mereka, di saat rekan setimnya Jorge Martin cedera dan absen balapan hampir sepanjang musim. Bezzecchi menyelesaikan musim 2025 di peringkat 3 dalam klesemen.
Tren positif terus berlanjut hingga musim 2026. Bezzecchi berhasil memenangkan 3 grand prix pertama dan saat ini memimpin klasemen dengan 81 poin. Dia juga membukukan rekor memimpin 121 lap tanpa disalip di race utama. Tapi keunggulannya di klasemen tidak terlalu besar. Martin yang baru saja comeback dari cedera langsung tampil mengesankan, bahkan dia memenangkan sprint di COTA. Saat ini juara dunia MotoGP 2024 itu berada di peringkat 2 hanya terpaut 4 poin dari Bezzecchi di klasemen.
Marco Bezzecchi: Saya akan Pasang Dinding Pembatas di Garasi, Meniru Taktik Valentino Rossi?

Usai balapan di Austin, dalam sebuah wawancara Jorge Martin menyatakan bahwa dia akan lebih banyak meniru set-up dan pendekatan Bezzecchi pada RS-GP agar bisa menyamai performanya.
Menanggapi hal itu, dengan nada guyon dan sambil tertawa Bezzecchi mengatakan, “Jadi, sekarang saya akan memasang dinding pembatas di dalam garasi. Tidak, tentu saja saya bercanda. Di satu sisi, saya senang, itu berarti saya melakukan pekerjaan yang cukup baik. Tapi karena performa Jorge juga sangat bagus, mungkin saya akan menirunya juga.”
Kata-kata Bezzecchi tersebut merujuk pada kejadian saat gurunya Valentino Rossi memasang dinding di garasi Yamaha ketika Vale bersitegang dengan rekan setimnya Jorge Lorenzo pada 2008. Hal ini dilakukan Rossi untuk mencegah bocornya rahasia ban yang dia gunakan, mengingat saat itu Rossi dan Lorenzo memakai pemasok ban yang berbeda. Tapi, dinding itu masih tetap ada ketika Bridgestone menjadi pemasok ban tunggal di MotoGP pada 2009.

Catatan memimpin 121 lap milik Bezzecchi menjadi rekor baru di MotoGP, sekaligus memperpanjang tren kemenangan (grand prix) menjadi 5 kemenangan berturut-turut (dihitung sejak GP Portugal 2025 hingga GP Amerika 2026).
“Luar biasa, bukan? Saya baru menyadarinya ketika semua media menulis soal rekor itu. Lalu saya mulai memikirkannya, ini sesuatu yang besar, sebuah pencapaian yang luar biasa. Untuk sekarang, mungkin rekor ini belum akan terpecahkan. Saya harap dapat memimpin setidaknya 20 atau 30 lap lagi. Ini akan sulit. Tapi saya akan mencobanya,” pungkas Bezzecchi sambil tersenyum.






