RiderTua.com – Bro-Sis pembaca setia RiderTua. Di FP1 GP Amerika, Marc Marquez crash dengan kecepatan nyaris 200 km/jam. Meskipun tidak ada patah tulang, namun lengan kanan dan tangan kiri rider Ducati Lenovo itu lecet. Tak hanya itu, dia kembali crash dalam sprint race yang juga menyeret Fabio Di Giannantonio terjatuh bersamanya. Akibat kesalahannya ini Marquez diganjar long lap penalti. Tapi hebatnya dia masih bisa finis di posisi ke-5 dalam race utama hari Minggu.
GP Jerez akhir pekan ini merupakan balapan pertama di Eropa sekaligus balapan kandang Marquez. Tahun lalu juara dunia 9 kali itu berhasil memenangkan sprint namun hanya finis di posisi ke-12 di grand Prix dimana balapan dimenangkan adiknya Alex Marquez.
Marc Marquez: Kondisi Fisik Saya Jauh Lebih Baik Tapi Bukan Berarti Saya akan Jadi yang Tercepat Akhir Pekan Ini

Karena GP Qatar ditunda (6-8 November), para pembalap punya waktu hampir 1 bulan untuk beristirahat. Jeda panjang ini dimanfaatkan Marc Marquez untuk memulihkan diri dengan latihan. “Ini adalah jeda penting bagi saya karena dapat melanjutkan pemulihan. Saya merasa berada di jalur yang benar untuk memberikan performa yang baik di Jerez,” ujar rider berusia 33 tahun itu.
Apakah fisiknya sudah dalam kondisi fit 100 persen? “Saya merasa jauh lebih baik daripada di balapan sebelumnya. Kondisi saya cukup baik untuk balapan. Tetapi itu tidak berarti saya akan menjadi yang tercepat akhir pekan ini. Namun sejauh menyangkut kondisi fisik saya, saya merasa jauh lebih baik,” jawab Marquez.
Marquez berlatih dengan motorcross dan Ducati Supersport V2 selama liburan. “Untuk mengendarai V2, tenaga saya cukup untuk mengendalikannya dengan baik. Tapi saya lebih fokus pada kebugaran saya. Karena di gym, kita bisa mengukur progres dengan latihan beban. Sekarang saya bisa bilang bahwa kondisi saya sudah cukup baik untuk mengendarai motor. Di awal musim, tim mencoba memahami kelemahan kami. Kami mencoba meningkat di area tersebut dan kami berhasil membuat kemajuan,” ungkap juara dunia MotoGP 7 kali itu.

Apakah fisik Marquez mengalami masalah pada balapan pertama? “Ini kombinasi dari beberapa hal. Di balapan sebelumnya, performa saya di hari Jumat sangat berbeda jika dibandingkan dengan hari Sabtu atau Minggu. Semakin lama semakin buruk. Ketika siku kita terangkat, itu adalah posisi bertahan (bisa karena sakit atau kurang nyaman). Ketika siku diturunkan, itu tanda bahwa kita percaya diri dan tidak merasakan sakit. Itulah yang sedang kami tingkatkan. Bahkan ketika saya kembali dari cedera lain, awalnya siku saya terangkat sangat tinggi. Selangkah demi selangkah, kondisi saya membaik. Saya percaya saya berada di level yang baik sekarang, tetapi belum 110 persen,” ujar rider asal Cervera Spanyol itu sambil tersenyum.
Seberapa besar dampak crash horor di Austin terhadap dirinya? “Itu crash besar. Lengan kanan saya yang masih cedera, kena lagi. Lengan saya dibalut, jadi tidak terlihat lecetnya. Tapi cedera lengan kanan saya ini, ditambah cedera saya sebelumnya yang belum sepenuhnya sembuh, membuat balapan akhir pekan menjadi sulit,” jelas Marquez.
Setelah 3 seri pertama di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat, banyak yang beranggapan bahwa musim sebenarnya baru dimulai di Eropa. “Musim dimulai dari balapan pertama, bukan di Eropa. Kami sudah balapan di 3 sirkuit yang sangat berbeda, di mana kami menggunakan 3 jenis ban belakang yang juga berbeda. Dimana pun treknya pemenangnya sama. Bezzecchi jelas jadi favorit. Dia memimpin setiap lap di beberapa balapan terakhir. Kami harus terus bekerja dan meningkatkan performa baik dalam gaya balap maupun motor, untuk lebih mendekati Aprilia. Saat ini, mereka adalah tolok ukur,” ujar Marquez.

Rekan setimnya Pecco Bagnaia menegaskan bahwa masalah utama dengan GP26 adalah keausan ban di paruh kedua race utama. Apakah Marquez sependapat dengan Pecco? “Itu masalah yang dialami semua pembalap Ducati. Saya justru merasa lebih baik soal itu. Sebaliknya, mereka merasa nyaman dengan ban baru tapi saya tidak. Kita harus mencari kompromi, dengan set-up dan gaya balap yang berbeda. Tampaknya Aprilia punya cornering speed yang sangat bagus, mereka berhasil menemukan keseimbangan yang lebih baik antara performa dan keausan ban,” pungkas Maruqez.
BTW, Marquez saat ini berada di peringkat 5 dengan perolehan 45 poin dalam klasemen sementara Pecco di peringkat 9 dengan 25 poin.






