RiderTua.com – Halo para penikmat MotoGP dan berita otomotif di RiderTua. Massimo Rivola menyoroti performa Marco Bezzecchi yang merosot tajam pada hari Jumat di GP Brasil. Bezz hanya menempati posisi ke-20 sehingga gagal lolos langsung ke Q2.
“Jujur, sebelum datang kesini saya pikir sirkuit ini cocok untuk kami. di mana kami dapat menunjukkan performa yang kuat. Tetapi ada sedikit kekecewaan pada hari Jumat. Setelah melihat balapan, ternyata feeling saya benar. Sekarang kami lebih paham dimana performa terbaik kami,” ujar CEO Aprilia itu.
Massimo Rivola (Aprilia): 2 Podium yang Mengesankan, Tapi Kita Harus Waspada Karena COTA Adalah ‘Balapan Kandang’ Marc Marquez

Namun Marco Bezzecchi mampu meningkatkan performanya. Pada kualifikasi Sabtu pagi, dia berhasil mengamankan posisi ke-2 di grid start dan finis di posisi ke-4 dalam sprint Sabtu sore. Dan dalam race utama hari Minggu, MarcoBez#72 sukses memenangkan balapan yang merupakan kemenangan ke-4 nya berturut-turut setelah Portimao 2025, Valencia 2025, dan Buriram 2026. Kemenangan ini membawa murid legenda Valentino Rossi itu sukses memimpin klasemen dengan perolehan 56 poin.
Di sisi lain, rekan setimnya Jorge Martin yang baru saja pulih dari cedera juga menunjukkan performa kuatnya. Juara dunia MotoGP 2024 itu berhasil 2 kali meraih podium setelah finis ke-3 dalam sprint dan ke-2 dalam race utama. Setelah 4 balapan pertama, Martin menempati peringkat 2 dalam klasemen dengan 45 poin.
Massimo Rivola mengatakan, “Hari yang luar biasa, akhir pekan yang luar biasa. Hari Minggu yang sempurna, tetapi bukan akhir pekan yang sempurna. Secara keseluruhan saya lebih puas dengan hasil ini, setelah Marco sempat kesulitan pada hari Jumat dan bagaimana kami memperbaiki masalahnya. Tim bekerja dengan tenang, metodis, dan juga menganalisis data Jorge. Itulah tepatnya, cara kami menyelesaikan masalah. Tidak ada kepanikan di pit dan kami percaya diri dengan pekerjaan kami sendiri, di trek mana pun.”

Rivola juga memuji penampilan Martin. “Itu bukan kejutan, karena dia adalah dua kali juara dunia. Secara alami dia sangat cepat. Ini adalah akhir pekan yang sangat emosional, dua podium dengan cara yang mengesankan.Β Jorge akan kembali ke performa terbaiknya. Apa yang dia tunjukkan di Thailand dan di Brasil sangat mengesankan. Dan saya yakin, dia juga akan tampil mengesankan di balapan mendatang,” imbuhnya optimis.
Meskipun meraih hasil yang bisa dibilang sempurna, tapi Rivola tak mau berpuas diri. Dia juga memperingatkan bahwa mereka harus waspada untuk balapan selanjutnya di COTA Austin. “Masih terlalu dini. Kami berhasil memulai musim dengan baik, tetapi kita harus melihat bagaimana perkembangannya. Akhir pekan depan kita akan balapan ke tempat yang dibilang ‘kandang’nya Marc Marquez. Ini hanya awal yang baik. Kami belum terbiasa berada di depan. Cara terbaik adalah tetap tenang, tetap rendah hati, dan terus bekerja sekeras mungkin,” tegas Rivola.
Meski timnya meraih hasil bagus di GP Brasil, namun Rivola mengkritik penyelenggara balapan. Karena di beberapa bagian trek aspalnya terkelupas, race director memutuskan untuk mempersingkat balapan dari 31 lap menjadi 23 lap. Namun pemberitahuan ini diumumkan terlalu mepet sebelum start, sehingga membuat tim sempat panik. Meski keputusan ini tidak merugikan Aprilia, namun Rivola merasa hal ini harus diperbaiki.

Rivola menegaskan, “Tidak bisa diterima, jika kita baru tahu apa yang terjadi tepat sebelum start atau di menit-menit terakhir. Jadi bisa dibilang, kita semua berada dalam situasi yang sama. Pada akhirnya semuanya berjalan baik bagi kami, tetapi saya rasa kita harus mengevaluasi kembali hal ini secara menyeluruh.”
Namun Rivola menolak membahas solusi konkret untuk menyelesaikan masalah ini secara terbuka. Salah satunya, mungkin menunda start. “Ini bukan tempat yang cocok untuk membahasnya. Harus dibicarakan di forum yang tepat,” pungkasnya.








