RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. Marc Marquez sebagai juara dunia MotoGP 2025 diundang dalam acara yang diselenggarakan Estrella Galicia di Madrid Spanyol, yang juga dihadiri juara dunia Moto 2025 Diogo Moreira dan juara dunia Moto3 2025 Jose Antonio Rueda. Dalam sebuah kesempatan Moreira bertanya kepada Marquez, apa yang membedakan pembalap cepat dengan pembalap yang mampu bersaing memperebutkan gelar dunia?
“Semua pembalap di grid itu cepat, termasuk kamu juga. Kita semua tahu cara mengendarai motor mulai dari Moto3 hingga MotoGP. Tapi yang membedakan adalah bagaimana mengelola tekanan, ketidakpastian, dan manajemen ban. Ini bukan hanya soal cepat, tapi bagaimana menangani berbagai situasi yang muncul selama 22 balapan. Di situlah perbedaan, antara juara dunia dan pembalap yang hanya cepat. Saat tes, semua pembalap cepat. Tapi ketika balapan akhir pekan, semuanya menjadi lebih sulit,” jawab Baby Alien.
Wejangan Marc Marquez Kepada Moreira dan Rueda: Pembalap Cepat dan Pembalap yang Bersaing untuk Juara Dunia Itu Beda Sekali!
Debut Moreira sangat mengesankan. Rookie LCR Honda itu mampu mencetak 3 poin dalam balapan pertamanya di GP Thailand, setelah finis ke-13. Kemudian rider asal Brasil itu bertanya lagi kepada Marquez, bagaimana cara menghadapi MotoGP modern dengan jadwal yang sangat padat dengan 44 balapan termasuk sprint?

“Seperti yang kita ketahui, sekarang kejuaraan ini sangat menuntut. Ada 22 balapan, dan para pembalap muda seperti kalian datang dan tampil sangat agresif. Kami selalu mencoba untuk menikmatinya dengan cara terbaik, tetapi itu memang sangat intens. Seperti yang kamu alami sendiri di Thailand, ada sprint, kualifikasi, dan race utama. Itu membuat akhir pekan menjadi sangat intens,” tegas juara dunia 9 kali itu.
Sementara itu, Rueda meminta saran Marquez untuk menghadapi debutnya di Moto2. “Saran saya adalah untuk terus bekerja dengan sabar. Jangan melihat semuanya secara negatif dan jangan cepat frustrasi. Terutama karena akan ada akhir pekan di mana kamu tampil bagus dan di akhir pekan berikutnya mungkin kamu berada di posisi ke-20 di Moto2,” ujar rider berusia 33 tahun itu.

Marquez menambahkan, “Melihat diri kita berada di grid belakang itu menyakitkan. Tapi ini tentang kesabaran, kerja keras, dan terus meningkatkan diri. Suatu saat kamu akan naik juga, karena kau punya banyak bakat.”
Menariknya, kesabaran Marquez sendiri diuji di GP Thailand, di mana dia kehilangan kemenangan Sprint karena kena penalti di akhir balapan. Dan kemudian dia gagal finis dalam race utama karena roda belakangnya rusak. Saat ini juara dunia MotoGP 7 kali itu hanya menempati peringkat 8 dengan perolehan 9 poin dalam klasemen pembalap.









