RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua, di segmen sport-touring menengah ada Yamaha Tracer 7 dan Triumph Tiger Sport 660 yang sama-sama sudah hadir di Inggris. Keduanya sama-sama dirancang sebagai motor yang menggabungkan performa sporty dengan kenyamanan perjalanan jauh, cukup ringan untuk penggunaan harian, tetapi sangat nyaman untuk touring akhir pekan.
Meski berada di kategori yang sama, pendekatan kedua motor ini cukup berbeda. Tracer 7 mengandalkan mesin CP2 yang terkenal responsif dan torsi besar di putaran bawah, sementara Tiger Sport 660 menawarkan sensasi mesin tiga silinder yang lebih halus dan bertenaga di putaran atas. Perbedaan karakter inilah yang membuat duel keduanya menarik di pasar Inggris.
▶Daftar Isi
Yamaha Tracer 7: Sport-Touring Ringan dengan Mesin CP2 Bertorsi Besar

Yamaha Tracer 7 mengusung mesin 2 silinder segaris 689cc DOHC 8-klep pendingin radiator yang merupakan bagian dari keluarga mesin CP2 Yamaha. Menghasilkan tenaga puncak 72 hp pada 8.750 rpm dan torsi maksimum 68 Nm pada 6.500 rpm, disalurkan melalui transmisi manual 6-speed.
Konfigurasi bore x stroke di 80 x 68,6 mm dengan rasio kompresi 11,5:1 memberikan karakter tenaga yang kuat di putaran menengah sehingga akselerasinya terasa responsif di jalan raya maupun saat touring. Pada bagian sasis, motor ini menggunakan rangka diamond steel dengan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang link-type swingarm.

Travel suspensi depan sekitar 130 mm dan belakang sekitar 142 mm, cukup untuk menjaga kenyamanan di perjalanan jauh. Sistem pengereman memakai dual disc depan 298 mm dan disc belakang 245 mm dengan ABS. Dimensinya cukup ramah untuk penggunaan touring, wheelbase 1.460 mm, bobot 197 kg, dan tangki bahan bakar 18 liter.
Dari sisi teknologi, Tracer 7 generasi terbaru sudah dilengkapi throttle elektronik, riding mode Yamaha Ride Control (YRC), traction control, cruise control, serta layar TFT 5 inci dengan konektivitas smartphone dan navigasi. Suspensi yang dapat diatur, posisi duduk tegak, serta windscreen touring membuatnya cocok untuk perjalanan jarak jauh. Di pasar Inggris, harga Yamaha Tracer 7 mulai 8.904 Pound Sterling atau kurang lebihnya Rp 202,1 jutaan.
Triumph Tiger Sport 660: Sport-Tourer Premium dengan Mesin Triple Halus

Triumph Tiger Sport 660 hadir dengan pendekatan berbeda lewat mesin 3 silinder segaris 660cc DOHC 12-klep pendingin radiator. Menghasilkan tenaga sekitar 93,8 hp pada 10.250 rpm dan torsi maksimum 68 Nm pada 6.250 rpm, dipadukan dengan transmisi manual 6-speed.
Karakter mesin triple Triumph dikenal memberikan kombinasi torsi halus di putaran bawah dan tenaga kuat di putaran atas, sehingga terasa lebih sporty dibanding mesin dua silinder konvensional. Rangka yang digunakan adalah tubular steel perimeter frame dengan suspensi depan Showa upside-down 41 mm dan monoshock belakang dengan pengaturan preload hidrolik.

Travel suspensi depan dan belakang sama-sama sekitar 150 mm, memberikan keseimbangan antara kenyamanan touring dan stabilitas saat menikung. Sistem pengereman menggunakan cakram depan ganda 310 mm dengan kaliper Nissin serta ABS, sementara ban depan 120/70-17 dan belakang 180/55-17 memberi karakter handling sporty di aspal.
Teknologinya cukup lengkap di kelasnya, termasuk ride-by-wire throttle, 3 mode berkendara (Rain, Road, Sport), cornering ABS, traction control berbasis IMU, quickshifter dua arah, cruise control, serta layar TFT yang terintegrasi dengan konektivitas smartphone. Kapasitas tangki sekitar 18,6 liter dan bobot basah sekitar 211 kg membuatnya stabil untuk perjalanan jauh. Harga motor ini di Inggris mulai dari 9.295 Pound Sterling atau sekitar Rp 210,9 jutaan.
| Aspek | Yamaha Tracer 7 | Triumph Tiger Sport 660 |
|---|---|---|
| Segmen | Sport Touring Menengah | Sport Touring Menengah |
| Mesin | 2 silinder 689cc DOHC 8-klep pendingin cairan | 3 silinder 660cc DOHC 12-klep pendingin cairan |
| Tenaga | 72 hp @ 8.750 rpm | 93,8 hp @ 10.250 rpm |
| Torsi | 68 Nm @ 6.500 rpm | 68 Nm @ 6.250 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Rangka | Diamond steel frame | Tubular steel perimeter frame |
| Suspensi Depan | Teleskopik | Upside-down Showa 41 mm |
| Suspensi Belakang | Link-type monoshock | Monoshock (hydraulic preload adjustable) |
| Travel Suspensi | 130 mm (depan) / 142 mm (belakang) | 150 mm (depan & belakang) |
| Pengereman | Dual disc 298 mm depan, disc 245 mm belakang, ABS | Dual disc 310 mm depan dengan kaliper Nissin, disc belakang, ABS |
| Bobot | 197 kg | 211 kg (basah) |
| Kapasitas Tangki | 18 liter | 18,6 liter |
| Fitur Utama | Ride-by-wire, YRC riding mode, traction control, cruise control, TFT 5 inci dengan konektivitas | Ride-by-wire, 3 riding mode, cornering ABS, traction control IMU, quickshifter, cruise control, TFT konektivitas |
| Harga (Inggris) | 8.904 Pound Sterling (sekitar Rp 202,1 jutaan) | 9.295 Pound Sterling (sekitar Rp 210,9 jutaan) |







