Home MotoGP Gantung Nasib Ducati! Marc Marquez Akui Fisiknya Tidak Seperti Dulu: Sinyal Pensiun...

    Gantung Nasib Ducati! Marc Marquez Akui Fisiknya Tidak Seperti Dulu: Sinyal Pensiun Dini?

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    RiderTua.com – Bro pembaca RiderTua sekalian, update ini cukup menarik. Marc Marquez menyelamatkan muka Ducati di GP Thailand dengan meraih podium (finis ke-2) dalam sprint hari Sabtu. Padahal kemenangan sudah ada digenggaman, namun juara dunia 9 kali itu menerima penalti turun 1 posisi. Dia dinilai melakukan manuver berlebihan saat duel melawan Pedro Acosta yang membuat rider KTM itu keluar dari lintasan. Pembalap Ducati terbaik dalam sprint adalah Fabio Di Giannantonio yang finis ke-8…

    Nasib Marquez juga tidak beruntung di race utama hari Minggu. Karena Marco Bezzecchi (Aprilia) sudah tak bisa dikejar lagi, Baby Alien pun duel untuk memperebutkan posisi 2 dan 3. Dia kembali bertarung melawan Acosta, ditambah dengan Raul Fernandez dan Jorge Martin dari Aprilia. Namun sayangnya pada lap ke-21 dari 26 lap, ban belakangnya meledak usia menabrak kerb di tikungan 4 yang membuatnya gagal finis. Untuk pertama kalinya dalam 88 balapan berturut-turut tidak ada Desmosedici yang naik podium, dan pembalap terbaik dalam race utama kembali diraih Di Giannantonio yang finis ke-6…

    Daftar Isi

    Soal Kontrak 2027 Marc Marquez Meminta Ducati untuk Menunggu Kondisi Fisiknya…

    Marc Marquez - Davide Tardozzi, Kontrak Marc Marquez
    Marc Marquez – Davide Tardozzi

    Di sela-sela acara bersama sponsor Estrella Galicia di Madrid, Marc Marquez mengaku masih punya kendala fisik karena bahunya belum 100 persen pulih. Selain itu dia ingin fokus pada balapan berikutnya di GP Brasil yang akan digelar pada 20-22 Februari mendatang.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    “Saya menantikan balapan selanjutnya karena kami sedikit kesulitan di Thailand. Meski begitu, kami mampu bersaing dan mampu berjuang untuk meraih podium. Itu hal yang positif. Sekarang saya punya waktu dua pekan untuk meningkatkan kondisi fisik saya. Kita lihat saja, apakah saya berhasil membuat kemajuan. Tapi perlahan-lahan saya merasa semakin baik,” jelas rider berusia 33 tahun itu.

    Hingga GP Thailand usai, perpanjangan kontrak Marquez belum juga dikonfirmasi oleh Ducati. Selama tes Buriram pada Februari lalu, Marquez menekankan bahwa dia tidak akan menandatangani kontrak sampai dia merasa kondisi fisiknya 100 persen fit. Poin penting yang masih dinegosiasikan adalah apakah Marquez akan menandatangani kontrak 1 atau 2 tahun.

    “Sejauh menyangkut kontrak, sebenarnya Ducati dan saya sudah sepakat dalam banyak hal. Tetapi seperti yang sudah saya katakan pada konferensi pers di Thailand, saya meminta Ducati untuk menunggu sedikit lebih lama. Saya hanya butuh lebih banyak waktu. Ketika kami mulai membicarakan masa depan, saya sedang cedera. Saya harus merasa nyaman di atas motor terlebih dahulu, baru kemudian saya akan menandatangani kontrak,” pungkas Marc Marquez.

    Marquez hadir dalam acara Estrella Galicia sebagai juara dunia MotoGP 2025. Dia hadir disana bersama juara dunia Moto2 2025 Diogo Moreira dan juara dunia Moto3 2025 Jose Antonio Rueda.

    Gemma Pinto - Marc Marquez
    Gemma Pinto – Marc Marquez

    Marc Marquez Pensiun Lebih Cepat?

    Beberapa minggu lalu nama Marc Marquez kembali memunculkan spekulasi di paddock MotoGP: apakah ia akan pensiun lebih cepat dari yang diperkirakan? Apalagi jika target besarnya tercapai. Seperti diketahui, Marquez kini sedang memburu gelar dunia ke-10 yang akan melebihi rekor milik Valentino Rossi. Kalau misi itu sukses tercapai, bukan tidak mungkin Marc merasa sudah ‘tuntas’ dengan ambisi utamanya di MotoGP. Dalam skenario seperti itu, banyak yang mulai membayangkan ia bisa saja memilih menutup karier di puncak, daripada terus memaksakan diri bertarung beberapa musim lagi.

    Bahkan dengan 9 gelar saja, Marc sudah sejajar dengan Valentino dalam jumlah gelar bukan..???

    Faktor lain yang tidak bisa diabaikan tentu soal kondisi fisik. Cedera sudah berkali-kali menghantam karier Marquez, mulai dari drama panjang lengan kanan hingga operasi bahu terbaru. Semakin sering tubuh mengalami trauma serius, semakin besar pula risiko cedera permanen yang bisa mengganggu performa jangka panjang. Di usia yang sudah menginjak 33 tahun, Marquez juga sadar bahwa masa pemulihan tidak akan secepat saat ia masih berusia 20-an. Recovery yang lebih lambat bisa menjadi pertimbangan besar ketika seorang pembalap mulai memikirkan masa depan di luar lintasan…menjalankan tim balap misalnya…

    Selain itu, ada satu hal lain yang sering luput dibahas: motivasi. Marquez dikenal sebagai pembalap yang hidup dari adrenalin kompetisi dan kemenangan. Tapi ketika hampir semua target sudah dicapai…..gelar dunia, kemenangan balapan, hingga status legenda….tantangan terbesar justru menjaga api motivasi tetap menyala. Jika suatu hari nanti Marc merasa gairah itu mulai berkurang, keputusan pensiun bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Tapi selama rasa lapar itu masih ada, jangan kaget kalau #93 tetap bikin paddock MotoGP deg-degan setiap akhir pekan…..!!!

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini