RiderTua.com – Salam gas-pol rem-pol untuk pembaca setia RiderTua, Prelude mampu menjadi model yang menarik perhatian banyak orang sejak diluncurkan sekitar dua bulan lalu di Indonesia. Dengan 270 unit yang dipesan, pemesannya masih tetap berjalan, sementara 270 unit ini akan dikirim bulan Mei nanti.
Prelude Jadi Incaran Banyak Orang di Indonesia
Menghadirkan sportcar di Indonesia sebenarnya bukan menjadi masalah bagi Honda, sebab mereka sukses menghadirkan Civic Type R sebelumnya. Terlebih model yang dihadirkan berupa Prelude, yang tidak lain berupa salah satu sedan legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Walau kini modelnya memakai mesin hybrid, ini tidak mengurangi kesan sporty serta performanya.

Sejak diluncurkan sekitar bulan Januari lalu, Prelude langsung diserbu oleh konsumen yang sudah mengincarnya sejak modelnya dirilis di Jepang. Tidak main-main, semua unitnya sudah ludes terjual dalam waktu singkat, dan ini membuat Honda harus kembali menambah kuotanya, tapi tambahan kuota ini juga habis terjual. Total sudah ada 270 unit yang dipesan, cukup banyak untuk sportcar hybrid seperti Prelude.
Tapi mereka tidak langsung mengirimkan unitnya ke konsumen begitu saja, karena konsumen harus menunggu hingga bulan Mei hingga unitnya sampai ke rumah. Namun bagi mereka yang belum kebagian harus menunggu hingga dua tahun lamanya sampai unitnya di-restock. Jelas karena unitnya masih didatangkan langsung dari kampung halamannya, belum lagi harus mengantri dengan negara lainnya.

Tingginya Permintaan
Meski dengan banyaknya permintaan Prelude, Honda sudah sangat senang dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap mobil barunya ini. Memang modelnya bukan berupa mobil SUV, tapi Prelude menjadi salah satu mobil legendaris yang sudah lama dikenal di seluruh dunia. Modelnya juga dihadirkan sebagai sedan sporty dengan mesin hibrida yang bertenaga.

Prelude masih diproduksi di satu pabrik di Jepang, jadi tidak heran kalau ada antrian panjang dari pemesanannya. Ini mungkin sudah tidak bisa dihindari lagi, walau itu bukan menjadi masalah selama indennya tidak memakan waktu bertahun-tahun.








