RiderTua.com – Pembaca RiderTua yang budiman, ada info terbaru nih, City Hatchback disebut sudah tidak diproduksi lagi di Indonesia, dan ini ternyata dilakukan sejak tahun lalu. Tentu ini mengejutkan, sebab mereka tidak memberikan pengumuman apapun sebelumnya.
Hatchback Rakitan Lokalnya Berhenti Diproduksi
City Hatchback menjadi salah satu mobil yang dirakit lokal Honda di Indonesia, dan mungkin ini cukup menarik. Sebab selama ini mereka hanya merakit beberapa model SUV saja, dengan model seperti HR-V yang laris manis terjual di pasarnya. Sementara sebagian diantaranya masih didatangkan langsung dari luar negeri, baik diimpor dari Thailand maupun Jepang.

Model ini dihadirkan sebagai penggantinya Jazz, dan memang model generasi terbarunya dianggap kurang cocok dijual di Indonesia, sehingga mereka menghadirkan City versi hatchback. Ketika pertama kali diluncurkan, City Hatchback mencatatkan hasil penjualan yang begitu memuaskan, bahkan sempat menjadi mobil terlaris di segmennya. Tapi perlahan penjualannya terus mengalami penurunan, dan ini tidak hanya diakibatkan oleh ketatnya persaingan, melainkan juga peralihan tren di pasarnya.
Sehingga inilah yang membuat Honda harus menghentikan produksinya disini, dan ternyata ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, walau tidak ada rincian tanggalnya. Yang pasti, dengan ini unit yang tersedia tidak akan di-restock lagi, jadi konsumen harus cepat-cepat mendapatkannya kalau tidak ingin kehabisan. Karena sudah memasuki kuartal pertama tahun 2026, mungkin jumlah unitnya sudah sangat terbatas.

Toyota Yaris yang Tersisa?
Dengan Honda yang menghentikan produksi City Hatchback di Indonesia, artinya hanya tersisa satu mobil hatchback di kelasnya, yaitu Toyota Yaris. Sebelumnya Suzuki sudah menghentikan penjualan Baleno Hatchback dengan alasan serupa, yaitu penjualannya yang terus menurun. Walau ini juga dilakukan menyusul diluncurkannya SUV terbarunya, Fronx.

Sebenarnya segmen hatchback cukup luas disini, dan ini belum termasuk model BEV. Tapi untuk mobil bermesin bensin sudah tidak banyak yang bertahan cukup lama. Terlebih dengan kondisi pasar yang tidak menentu, membuat penjualannya tidak bisa dimaksimalkan lagi.








