RiderTua.com – Apa kabar Bro-Sis? Ada info seru nih dari meja redaksi RiderTua. Ketika Mattia Pasini ditanya, siapa pembalap favoritnya dalam perebutan juara dunia MotoGP musim 2026? Mantan pembalap asal Italia itu menjawab, “Tanpa ragu, pembalap yang harus dikalahkan adalah Marc Marquez. Setelah musim lalu dia mendapatkan motor pabrikan, dia menunjukkan bahwa levelnya setingkat lebih tinggi dibandingkan pembalap lain. Meski sempat cedera, saya rasa dia benar-benar memanfaatkan waktunya agar kembali fit sejak awal musim. Mungkin belum fit 100 persen di tes pertama, tapi kondisinya cukup baik.”
Di sisi lain, rekan setimnya Pecco Bagnaia menjalani musim yang buruk tahun lalu. Tapi saat tes Sepang tahun ini, juara dunia MotoGP 2 kali itu menunjukkan peningkatan yang cukup bagus. “Saya benar-benar menantikan reaksi dari Pecco. Saya melihat dia sangat fokus dan termotivasi. Sepertinya dia telah mendapatkan kembali feel yang hilang tahun lalu. Saya berharap dia kembali menjadi penantang utama musim ini,” ujar Pasini…
Mattia Pasini: Toprak Razgatlioglu Jangan Terlalu Pede Nanti Trauma, Bergabungnya Pecco Bisa Menjadi Pelengkap Sempurna Bagi Aprilia

Mattia Pasini juga terkesan dengan performa Marco Bezzecchi dengan Aprilia tahun lalu. “Awalnya hubungan mereka berdua biasa saja. Seiring berjalannya waktu mereka semakin serius. Lalu terjadilah lamaran, dan sebelum musim 2026 berjalan mereka menikah. Kini tanggung jawabnya semakin besar, saya menunggu bayinya lahir,” ujar mantan pembalap yang kini berusia 40 tahun itu sambil tertawa.
Kedatangan Toprak Razgatlioglu di MotoGP menjadi sorotan. Juara dunia Superbike 3 kali itu akan memperebutkan gelar Rookie of the Year MotoGP 2026 melawan rookie dari tim LCR Honda sekaligus juara dunia Moto2 2025 Diogo Moreira.
Pasini mengatakan, “Toprak adalah talenta luar biasa, dia mengendalikan motor nyaris seperti akrobatik. Yang mengesankan saya adalah dia seperti anjing liar yang haus akan hasil. Tapi sikap tersebut bisa menjadi ‘pedang bermata dua’, karena kita sudah melihat dia kesulitan dalam tes. Datang di trek yang belum dia kenal dan mendapati dirinya berada di posisi belakang adalah hal baru baginya, dan dia tidak bisa menerimanya dengan baik. Kita harus melihat bagaimana reaksinya.”

“Sangat sedikit pembalap yang mampu bersinar setelah pindah dari Superbike ke MotoGP. Sekarang bahkan lebih sulit, karena level baik pembalap maupun teknologi sangat tinggi. Ini dua dunia yang sama sekali berbeda. Kelemahan terbesarnya adalah dia tidak tumbuh di paddock ini, pendekatan akhir pekan dan kecepatannya jauh berbeda. Di MotoGP tidak ada waktu luang. Jika FP1 kita berjalan buruk, maka kita akan kehilangan seluruh akhir pekan. Bagi pembalap yang datang dari luar paddock ini, akan benar-benar sulit,” imbuhnya.
Usai tes Sepang Toprak mengaku frustrasi setelah menghadapi kenyataan bahwa dia hanya berada di posisi ke-20 dalam time sheet gabungan. Posisi buruk yang belum pernah dia dapatkan di Superbike. “Memang benar, setelah tes Sepang tampaknya Toprak tidak terlalu puas. MotoGP adalah kelas balap yang sama sekali berbeda. Mungkin dia pikir, dia akan tiba di MotoGP dan langsung bisa membalikkan keadaan, selalu berada di depan,” ungkap Pasini.
Pasini menambahkan, “Menurut saya, itu adalah alarm pertama untuk memahami bahwa ini bukan lelucon. Dia harus rendah hati dan sadar bahwa itu butuh waktu. Jika dia datang dengan sikap yang terlalu percaya diri, seperti yang dia lakukan, itu bisa traumatis. Dan itu terjadi dalam tes, kita bisa melihatnya. Dia pikir, dia akan tiba di sana dan melakukan hal-hal gila, faktanya dia gagal.”

Pasar pembalap bergerak lebih cepat dari biasanya, bahkan sebelum musim dimulai. Kesepakatan pertama yang sudah diumumkan adalah penandatangan perpanjangan kontrak Bezzecchi dengan Aprilia untuk 2 tahun atau hingga akhir 2028. Selain itu banyak rumor yang berseliweran, namun belum ada satu pun yang dikonfirmasi secara resmi.
Menurut Pasini memang agak tergesa-gesa, tapi hal semacam itu wajar-wajar saja. “Pada prinsipnya saya setuju dengan hal itu, tetapi sulit untuk diiterapkan. Karena tidak ada yang melarang kesepakatan dibuat di bulan Januari dan ditandatangani di bulan Agustus. Jika salah satu pihak ingin membatalkannya, selalu ada cara. Itu harus dipelajari dengan cermat. Yang jelas membicarakan pergerakan pasar pembalap untuk 2027 bahkan ketika musim 2026 belum dimulai, agak membosankan dan melelahkan,” tegasnya.
Tapi menurut Pasini, kesepakatan Bezzecchi dengan Aprilia yang lebih awal punya keuntungan juga. Dia membayangkan duet Bagnaia-Bezzecchi di tim Aprilia untuk musim 2027. “Indah, sangat indah. Saya melihat Bez tiba di Aprilia tahun lalu dan benar-benar membawa angin segar. Semangat orang Italia dalam tim Italia, luar biasa. Mereka mengalami perkembangan yang jarang saya lihat dalam satu musim,”imbuhnya.

Tahun lalu Bezzecchi mengambil alih peran Jorge Martin, yang seharusnya menjadi pemimpin proyek MotoGP Aprilia. Sayangnya juara dunia MotoGP 2024 itu mengalami cedera panjang dan absen nyaris 1 musim (hanya tampil dalam 9 dari 44 balapan). Akhirnya MarcoBez#72 memikul tanggung jawab untuk memimpin pengembangan, membangun tim, dan menciptakan hubungan yang luar biasa.
“Bergabungnya Pecco bisa menjadi pelengkap sempurna bagi Aprilia, bagi Pecco dan mungkin juga bagi Bez. Karena ketika kita memiliki seseorang yang lebih kuat disamping kita, atau sama kuatnya dengan kita, di garasi sebelah, dan kita juga sangat akrab dengannya, standar akan meningkat secara signifikan,” pungkas Mattia Pasini.










