RiderTua.com – Aleix Espargaro atau dimarih sering dipanggil Pak RT memutuskan untuk meninggalkan dunia balap sepeda ‘onthel’ untuk fokus pada pengembangan Honda MotoGP…
Mantan rider Aprilia yang kini jadi tes rider Honda itu menjalani musim 2025 diluar batas kemampuannya, mencoba menyeimbangkan dua dunia yang sama-sama menuntut (balap sepeda dan balap motor). Musim ini memaksanya untuk menghentikan laju salah satu hobinya dan menata ulang prioritasnya…Dan, akhirnya jelas… Proyek Honda MotoGP harus menjadi yang utama..!!
Aleix Espargaro Tolak ‘Rangkap Jabatan’.. Pilih Fokus Honda, Tinggalkan Balap Sepeda

Pembalap asal Granollers itu memiliki dua kecintaan besar: dunia balap motor dan sepeda. Pada tahun 2025, ia masih bisa menggabungkan keduanya, berkompetisi secara profesional sebagai pesepeda untuk pertama kalinya dengan tim Lidl Trek..
Namun petualangannya dengan tim balap sepedanya itu tak berlangsung lama, menyusul crash yang memaksanya untuk mundur lebih cepat. Dan setelah akhir musim ini dai mengakui bahwa mungkin ia terlalu memaksa dan tidak mampu mengelola keduanya… dua peran berat sekaligus.
Musim 2025 yang penuh dengan gonjang-ganjing dengan Ducati masih menjadi motor tercepat dan Honda naik level konsesi, membuat fokus Pak RT sebagai tes rider dipertaruhkan.. Jika Honda gagal lagi, akan ada penyesalan.. Pembalap asal Granollers ini akhirnya menyadari bahwa manusia tidak selalu dapat melakukan segalanya karena keterbatasan… Ya manusiabukan robot, tubuh memiliki batasnya, dan menjadi pembalap HRC (meskipun tes rider) menuntut banyak hal, sesuatu yang sulit dikombinasikan sebagai pesepeda elit.
Bekerja untuk Honda saja sudah sangat menuntut dan menguras energi. Apalagi punya misi untuk mengembalikan kejayaan merek sayap emas itu, akan lebih sulit jika ‘merangkap jabatan’.. Proyek seperti Honda ini menuntut konsentrasi dan dedikasi eksklusif.. Setelah apa yang terjadi musim ini (jatuh), Aleix akhirnya harus membuat keputusan penting untuk musim 2026.

Upaya membagi waktu antara pengembangan RC213V dengan karier bersepedanya terdengar ideal.. Namun semua ada batasnya, dan Espargaro akhirnya menabrak batas tersebut… Pada musim panas, saat berkompetisi di balap sepeda Tour of Austria 2025, di mana ia tampil cukup baik, ia mengalami cedera selama salah satu etape… Waktu yang bersamaan dengan peluangnya untuk balapan menggantikan Somkiat Chantra di GP Hungaria, kesempatan yang akhirnya harus ia lewatkan….
Moment inilah yang membuatnya sadar dan saat itulah prioritasnya berubah total, menyebabkan Espargaro mengalami krisis besar. Selama GP Valencia, ia berbicara jujur tentang kondisi yang ia alami dan bagaimana cara mengatasinya… “Benar-benar ada titik balik saat di Barcelona. Saya datang dalam kondisi yang sangat kelelahan, bahkan dengan tiga tulang belakang retak akibat jatuh dari sepeda saya.”
Setelah kejadian itu saat bertemu dengan bos tim HRC, Alberto Puig dan kemudian duduk bersama Aleix dan berbicara membuat semuanya terbuka.. “Dia (Puig) mengatakan bahwa dia mengerti kecintaan saya terhadap motor, tetapi ini adalah Honda dan saya harus jauh lebih fokus. Dia benar sekali. Mungkin saya keliru. Saya tidak mampu mengukur peran saya sebagai tes rider. Semuanya masih baru bagi saya dan saya pikir saya bisa menjalani keduanya, tetapi ternyata tidak….”

Prioritas Baru untuk 2026
Musim 2026 dipastikan akan jauh lebih berat di garasi Honda karena selain pengembangan motor musim ini harus menyiapkan motor 2027, mengingat peraturan baru dan ban baru. “Mereka meminta saya untuk melakukan pengembangan ganda,” katanya.
Akhirnya Aleix-pun sadar, dia harus lebih banyak meluangkan waktu untuk pekerjaannya sebagai tes rider Honda…






