RiderTua.com – Setelah sekian lama, akhirnya Toyota menghadirkan generasi ke-9 dari Hilux, yang membuat tampilannya lebih sporty nan modern. Tidak sampai disitu, kini mobil pikap ini menawarkan varian listrik murni setelah melalui pengembangan yang cukup lama.
Hilux 2026 Bakal Dijual di Pasar Global?
Hingga kini Hilux menjadi andalan Toyota di pasar mobil pikap secara global, baik model single cabin maupun double cabin selalu laris terjual di pasarnya. Tapi karena model yang sekarang sudah cukup berumur, mereka menghadirkan model generasi terbarunya, yang sudah diperlihatkan ke publik beberapa waktu lalu. Meski dibuat lebih modern, kesan sporty-nya masih dipertahankan.

Tidak seperti model lamanya, Hilux tidak menggunakan logo Toyota, melainkan tulisan Toyota yang ditempatkan di atas grille-nya. Biasanya mobil dengan logo ini merupakan mobil SUV seperti Land Cruiser varian tertinggi, terutama mobil dengan kemampuan off-road. Logo semacam ini juga diberikan pada bagian pintu belakang, sehingga menghasilkan kesan ala pikap Amerika.
Seperti biasa, Hilux 2026 tetap menawarkan model single cabin dan double cabin alias d-cab, tentunya agar memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumennya. Selain itu, ada juga empat pilihan mesin, yaitu bensin atau ICE, mild hybrid (MHEV), listrik (BEV), dan hidrogen fuel cell (FCEV). Dengan semua ini, Hilux menjadi mobil dengan pilihan terlengkap di kelasnya, mengingat mobil jenis ini belum banyak mendapatkan varian ramah lingkungan.

Indonesia Nggak Kebagian?
Untuk model listriknya, Hilux mampu menghasilkan torsi 205 Nm untuk motor depan dan 269 Nm untuk motor belakang. Mengandalkan baterai lithium-ion 69,2 kWh, mobil dapat melaju sejauh 240 km, dan memang jarak tempuh ini cukup pendek untuk mobil seperti Hilux. Tapi setidaknya mereka bisa mengembangkan dan menjual mobil pikap listriknya setelah sekian lama dikembangkan.

Walau menawarkan dua model, Hilux D-Cab disebut hanya akan dijual di Eropa dan Amerika Serikat saja, sedangkan negara di Asia seperti Thailand dan Indonesia hanya mendapat model single cabin. Entah apa yang menjadi alasannya, padahal Hilux masih diandalkannya untuk melawan Mitsubishi Triton dkk disini.






