RiderTua.com – Ai Ogura mengawali debutnya di MotoGP dengan sangat impresif. Pada balapan pembuka musim di Thailand, rookie tim Trackhouse Aprilia itu berhasil langsung finis ke-4 dalam sprint dan ke-5 dalam race utama. Jika ditotal semua hingga paruh pertama musim, Ogura 8 kali finis di 10 besar termasuk sprint dan finis ke-14 di GP Ceko sebelum libur musim panas.
Performa Ogura menurun drastis usai GP Prancis (finis ke-10). Dia mengalami cedera setelah crash di Silverstone yang memaksanya absen dalam 2 seri di Inggris dan Aragon, yang menghambat kemajuannya. Namun ketika dia comeback di Mugello, Ogura berhasil finis ke-10.
Ai Ogura : Tim Berusaha Keras untuk Tidak Membuat Saya Berada di Bawah Tekanan
Usai menerima penghargaan olahraga di Jepang, Ai Ogura mengkritisi pencapaiannya musim ini. “Tidak ada poin bagus, hanya tantangan. Dalam 2 atau 3 balapan pertama, saya belum sepenuhnya memahami motor secara positif dan ketika saya memaksa menggebernya hingga batas maksimal justru menguntungkan saya. Dari situ pemahaman saya semakin dalam dan saya mulai menyadari aspek-aspek yang seharusnya belum perlu saya perhatikan,” ujar juara dunia Moto2 2024 itu.

Ogura menambahkan, “Dibandingkan dengan balapan-balapan awal, hasil saya belum sebaik itu. Tetapi saya paham bahwa kemajuan harus dicapai secara bertahap untuk bisa naik ke atas. Jadi, saya tidak terlalu khawatir.”
Ogura sangat mengapresiasi Davide Brivio yang tidak memberinya tekanan untuk tampil baik tahun ini. Bahkan manajer tim Trackhouse itu memintanya untuk tidak terlalu memikirkan hasil. “Brivio mengatakan kepada saya untuk tidak mengkhawatirkan hasil tahun ini. Tim berusaha keras untuk memastikan saya tidak balapan di bawah tekanan, dan saya hanya melakukan apa yang saya bisa,” pungkas rider berusia 24 tahun itu.
Memasuki paruh kedua musim, Ogura berada di peringkat 16 dengan 51 poin dalam klasemen dan tertinggal 46 poin dari rookie terbaik saat ini Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) yang menempati peringkat 10 dengan 97 poin.






