RiderTua.com – Ducati memiliki alasan yang kuat untuk memilih Marc Marquez di tengah situasi yang ‘mahal dan hampir mustahil’ untuk dipertahankan di MotoGP. Pada 2025, juara dunia 8 kali itu akan naik dari tim satelit Gresini ke tim pabrikan Ducati. Ini artinya dia akan mendapat akses ke motor dan dukungan tim yang lebih baik. Meskipun musim ini dia berhasil memenangkan balapan dengan Desmosedici GP23 yang usianya satu tahun, tahun depan Marquez akan memiliki motor yang sama dengan rekan setim barunya Pecco Bagnaia dalam usahanya meraih gelar dunia MotoGP lagi.
Namun, keputusan ini menyebabkan Ducati kehilangan beberapa pembalap bintangnya. Enea Bastianini akan pindah ke KTM, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi ke Aprilia, sementara tim satelit Pramac akan bergabung dengan Yamaha.
▶Daftar Isi
Langkah Berani Ducati: Pilih Marc Marquez dan Lepaskan Bintang Lainnya di MotoGP 2025

Mantan bos tim MotoGP, Livio Suppo menjelaskan bahwa keputusan Ducati tersebut masuk akal. Menurutnya, pabrikan asal Borgo Panigake itu berada dalam posisi yang sulit karena mereka memiliki motor terbaik dan beberapa pembalap terkuat, tetapi biaya untuk mempertahankan semua pembalap berbakat ini sangat besar. Pada awalnya, Ducati berhasil merekrut pembalap muda dengan biaya yang relatif rendah. Namun setelah banyak meraih kemenangan, otomatis biaya untuk mempertahankan para pembalap ini menjadi semakin mahal.
Ducati Pertahankan Marquez, Kehilangan Martin dan Bezzecchi: Transformasi Besar MotoGP 2025
Livio Suppo menambahkan bahwa Ducati tidak bisa menggelontorkan jutaan euro untuk empat pembalap sekaligus, sehingga mereka harus membuat pilihan. Ducati tampaknya lebih memilih untuk merekrut Marc Marquez ketimbang mempertahankan Jorge Martin.
Meski langkah ini bertentangan dengan filosofi Ducati yang biasanya mengembangkan talenta muda, penampilan impresif Marquez musim ini menunjukkan bahwa dia layak dipilih.
Pada 2025, grid MotoGP akan terlihat berbeda karena jumlah motor Ducati akan berkurang dari 8 menjadi 6, dengan 3 motor pabrikan (Pecco Bagnaia dan Marc Marquez di tim pabrikan serta Fabio di Giannantonio di tim VR46) bukan lagi 4 motor yang bersaing seperti tahun ini.






