Quartararo: Bersahabat Dengan Pecco? Kami Bisa Saja Tersingkir

RiderTua.com – Beda dengan era Valentino Rossi dulu di mana antar pembalap saling bersitegang, Quartararo tampak bersahabat dengan Pecco atau rival yang lain..  Fabio Quartararo meninggalkan Motegi dengan kegundahan menuju Bangkok. Di dalam kopernya, hanya tersimpan keunggulan 18 poin atas Pecco Bagnaia (di Sachsenring Pecco tertinggal 91 poin kini hampir terkejar).. Karena posisi ke-8 di finis membuat frustasi bagi sang sang juara MotoGP tahun lalu tersebut. Dia melalui sebagian besar balapan di belakang pembalap Aprilia, Maverick Vinales, yang tidak pernah bisa menyalipnya meskipun faktanya dia memiliki kecepatan yang lebih baik darinya. Masih ada empat seri dimana dia perlu mengeluarkan segenap kemampuannya dan bertujuan untuk mengkonfirmasi ulang gelar juara dunia dengan motor Yamaha M1.

 Pembalap Yamaha asal Prancis tersebut sama sekali tidak tenang setelah seri Jepang, dan dia tidak menyembunyikan kekecewaannya yang biasa dalam wawancara. “Saya tidak bisa menyalip, dan banyak mengalami kesulitan. Saya melakukan seluruh balapan di belakang Maverick, dan saya berharap bisa memiliki lebih banyak traksi. Sesuatu yang membuat saya sangat frustrasi, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyalipnya, tetapi kami mendapat beberapa poin. Saya tidak suka melakukan balapan jenis ini, saya memiliki kecepatan yang lebih cepat tetapi sulit untuk menyalip. Kami tahu masalah kami dengan mesin, yaitu tidak ada akselerasi.. Kami tidak boleh menyerah dan kami siap untuk menyambut seri Thailand,” kata Quartararo.

Tantangan berlanjut dengan Bagnaia yang untungnya jatuh di lap terakhir di Motegi. Pertarungan terakhir tanpa ketegangan dengan lawannya tidak seperti Valentino Rossi, yang melibatkan banyak emosi penggemar. Di paddock MotoGP saat ini ada suasana yang sangat berbeda dari masa lalu, di mana para pembalap adem dan berteman, “Pecco mencoba melakukannya untuk seluruh balapan di Motegi, dan kami berdua bisa jatuh, tidak ada teman di atas lintasan (saat balapan). Setelah balapan, barulah bisa berbicara satu sama lain.”

Sirkuit Buriram bisa cocok untuknya, dari empat lintasan yang tersisa, ini tentu menjadi sirkuit yang paling difavoritkan oleh Yamaha. Dalam satu-satunya keikutsertaannya di seri Thailand tahun 2019 lalu, dia memperoleh posisi kedua di belakang pemenang Marc Marquez. Quartararo tiba di balapan ke-17 dalam kejuaraan MotoGP 2022 dengan unggul 18 poin dari Bagnaia dan 25 poin dari Aleix Espargaró.

“Itu bagus untuk memperpanjang peringkat di Motegi, tetapi kami harus bekerja keras untuk akhir pekan ini, karena potensi kami lebih baik dari tempat ke-8.. Sirkuit Buriram adalah trek yang bagus bagi Yamaha dan bagi saya juga, dan saya pasti akan memberikan 100 persen untuk kembali ke podium.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: