Enea Bastianini, ‘Si Pemberontak’ Dengan Kemenangan Keempatnya

RiderTua.com – Enea Bastianini dengan jelas mengatakan bahwa tidak (belum) ada tugas ‘team order’ buatnya dari big bos Ducati. karena jika Pecco tampil buruk (bermasalah, cedera dll), bukan tidak mungkin Bestia sebagai ‘cadangan’ untuk gelar dunia MotoGP 2022.. Faktanya dia meraih kemenangan keempatnya pada musim ini dan mendekati kepemimpinan Fabio Quartararo, yang kini terpaut 48 poin ketika tersisa 5 seri pada akhir musim MotoGP tahun ini. Pembalap berusia 24 tahun kelahiran Romagna tersebut telah membayar kesalahan yang dibuatnya sebelum liburan musim panas, namun telah kembali segar setelah musim panas dan liburan panjang di Sardinia. Sayang sekali dia jatuh di Red Bull Ring, namun dengan El Diablo yang mendapat nol poin di Aragon membuat kartunya berubah..

Untuk seri kali ini sebuah kekurangan baginya, dia tidak pernah mengendarai motor Ducati Desmosedici di Jepang, Thailand, Australia, dan Malaysia. Dan fakta bahwa cepat atau lambat, manajemen puncak Borgo Panigale dapat mengeluarkan team order untuk mempermudah Pecco Bagnaia dan mencoba mendapatkan gelar juara yang telah ‘menghilang’ sejak tahun 2007 silam dan ini merupakan prioritas utama bagi pabrikan tersebut. Namun Bastianini terlihat telah menyelesaikan masalah awal pada lap dan semuanya menjadi lebih mudah bahkan dalam balapan, dia menjadi lebih familiar dengan motor Desmosedici, dan di dalam lingkungan sekitarnya, dia percaya pada dirinya sendiri. Bukan tanpa sejumput imaginasi dan ‘pemberontakan’ yang bisa saja membuatnya menjadi pembalap kesayangan di MotoGP di masa depan, menerobos banyak penggemar Italia yang menunggu penerus dari Valentino Rossi (barisan rider top Italia).

Mendapat Pujian Lawan

“Di Jepang, mereka menyebut ada angin topan disana, tapi kami akan berusaha kesana.” Arahnya sudah benar, dengan balas dendam dilakukan dengan Bagnaia setelah seri Misano, “Saya tahu saya bisa menang dan ingin menang, yang penting yaitu dapat melakukannya dengan jelas, adil, dan menghibur penonton di rumah. Gelar juara memang sulit, tapi pekerjaan yang kami lakukan sudah luar biasa dan kami haris melanjutkannya seperti ini.” katanya sambil mengingat pujian dari Pecco.

Bagi Aleix Espargaro, dia bisa menjadi kandidat untuk gelar juara dunia. “Saya memberinya kesempatan, tapi itu tidak hanya bergantung padanya. Bahkan jika dia menang, itu akan cukup rumit baginya. ‘Paket’ Ducati-Enea-Pecco saat ini ‘ratingnya 10/10’ dalam semua sesi di semua sirkuit. Ini brutal.”

Bastianini juga membuat Marc Marquez tercengang setelah kemenangan keempatnya di Aragon. “Saya kaget karena sekarang dia menjadi kuat sejak sesi latihan bebas. Sebelumnya dia tergolong buruk dan melakukannya dengan baik di bagian kedua balapan, namun kini dia menjadi kuat dalam sesi latihan dan balapan, dan akan menjadi kandidat yang jelas untuk kejuaraan dunia berikutnya.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: