Marco Lucchinelli: Pecco Masih Muda Normal Jika Membuat Kesalahan

RiderTua.com – Marco Lucchinelli yang merupakan juara dunia 500cc pada tahun 1981, ikut mengomentari insiden crash mobil yang dialami Pecco Bagnaia usai pesta di Ibiza pekan lalu. Menurut laporan media, pembalap pabrikan Ducati itu memiliki kandungan alkohol dalam napas sebesar 0,87 mg/l dimana batas maksimum yang dijinkan mengemudi di Spanyol hanya 0,25 mg/l. Pada malam yang sama, rider berusia 25 tahun itu langsung menyatakan permintaan maaf secara resmi melalui akun media sosialnya. Tetapi hingga kini pihak pabrikan asal Borgo Panigale itu masih bungkam.

Marco Lucchinelli: Pecco Masih Muda Normal Jika Membuat Kesalahan

Marco Lucchinelli mengatakan, “Pecco membuat kesalahan, tidak ada keraguan tentang itu. Tetapi olahraga balap motor terdiri dari pembalap yang benar-benar hidup di bawah batas dan membawa orang pergi justru karena mereka juga melampaui batas ini dari waktu ke waktu. Bagi kami itu normal, yang aneh adalah Giacomo Agostini atau orang lain seperti dia. Tetapi normal bagi para pembalap adalah menerobos palang setelah balapan, dimulai dengan teman saya Doriano (Romboni), lalu Schwantz, Gardner, Fogarty, Corser, Haga.”

“Satu-satunya hal yang dapat saya tuduh adalah Bagnaia masih mengemudi tetapi bukan karena dia sedang mabuk. Sebenarnya cukup baik baginya bahwa dia hanya minum di Ibiza. Saya sudah pernah melihat sepeda motor jatuh di Ibiza, yakni Suzuki Angel Nieto,” imbuh pria berusia 68 tahun itu.

Mantan pembalap asal Italia itu menambahkan, “Saat ini para pembalap relatif masih muda. Tidak normal jika mereka tidak melakukan kesalahan. Mereka terlalu dewasa sebagai anak-anak. Tapi siapa pun yang menilai, mereka harus dikendalikan. Jika saya melakukan tes di pintu keluar paddock, hampir tidak ada orang yang akan langsung lolos juga. Saya tidak berbicara tentang pengemudi, tetapi tentang orang-orang yang duduk di hospitality sepanjang hari, minum dan kemudian mengemudi seperti yang lain.”

“Bagnaia melakukan kesalahan dengan berada di belakang kemudi. Itulah satu-satunya hal yang mengganggu saya. Saya mengalaminya secara langsung saat anak saya mengalami accident, bahkan jika orang itu tidak minum. Tetapi kita harus mempertimbangkan yang lain,” pungkas pemenang GP enam kali itu yang putranya Cristiano meninggal pada 2017 setelah crash lalu lintas pada usia 36 tahun.

BTW, untungnya tidak ada yang terluka dalam insiden crash Pecco Bagnaia yang terjadi pada Selasa dini hari pekan lalu tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page