Pol Espargaro: Kala Mimpi Berubah Menjadi Mimpi Buruk

RiderTua.com – Pol Espargaro sangat tidak menduga saat Repsol Honda MotoGP menawarinya tempat di sebelah Marc Marquez untuk 2021 dan 2022. Bahkan pada 4 Januari 2021, pembalap berusia 30 tahun itu mendapat kejutan selamat datang dari tim barunya itu di rumahnya di Andorra. Pol mengakui bahwa itu adalah realisasi dari mimpinya selama ini. Namun 16 bulan kemudian, mimpi itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Dia memulai musim 2022 dengan meraih podium di balapan pembuka musim di Qatar. Namun di balapan-balapan selanjutnya, grafik pencapaiannya terus merosot. Di race terakhir sebelum jeda musim panas di Assen, Pol absen karena cedera setelah crash di Sachsenring.

Pol Espargaro: Kala Mimpi Berubah Menjadi Mimpi Buruk

Meski baru saja mengalami crash serius di Sachsenring, akhir pekan lalu Pol Espargaro tetap datang ke Assen untuk ambil bagian dalam TT Belanda. “Menurut pengalamanku, saya akan lebih menderita akhir pekan ini ketimbang di Jerman. Saya tahu bagaimana perkembangannya,” ujar Pol menjelaskan kondisinya sebelum balapan akhir pekan di Assen.

Apa yang kemudian terjadi selama akhir pekan di Assen mengkonfirmasi pernyataannya. Setelah berusaha mencoba, Pol akhirnya harus menyerah karena sakit dan masalah pernapasan. Dia pasti dalam kondisi yang sangat buruk. Karena jika ada pembalap yang mencoba tetap balapan, itu pastilah Pol Espargaro. Dia sudah membuktikannya di KTM dan dia selalu menunjukkannya di Honda. Dia telah melalui semua titik terendah dengan Honda.

Ambisinya untuk mencapai ekspektasi tinggi dengan Honda telah membuatnya crash 20 kali dalam setahun terakhir. Musim ini saja, dia sudah 10 kali crash. Meski tahu waktunya bersama Honda akan berakhir di akhir musim, Pol tetap memberikan segalanya setiap kali dia menyentuh trek.

Pembalap suami Carlota Bertran itu menambahkan, “Rentetan crash tersebut adalah buktinya. Tidak ada yang ingin crah. Dan di saat-saat ketika kita crash, kita dapat melihat apakah seorang pembalap nge-push hingga limit motornya atau tidak. Saya mencoba 100 persen, seperti yang saya lakukan musim lalu ketika saya melaju. Memang benar saya melambat sedikit demi sedikit, tetapi saya selalu melakukan yang terbaik. Sayangnya, kami terus mendapatkan masalah baru. Terkadang crash, terkadang karena masalah teknis. Itu membuat akhir pekan kami sangat rumit.”

Ketika kita mengklasifikasikan crash, ada dua kelompok. Yakni crash yang terjadi saat pembalap melewati limit dan crash yang muncul setelah pembalap melakukan kesalahan. Apa yang terjadi sekarang? Jika pembalap tidak punya jawaban untuk pertanyaan ini, maka crash ini masuk ke folder ‘tidak terpecahkan’. Pol mengurutkannya di sana dengan sangat jelas.

“Dalam kualifikasi di Portimao dan Jerez, crash terjadi ketika limitnya ditemukan. Semua crash lain terjadi tanpa saya duga. Itu adalah yang paling menyakitkan. Jika kita mencari limitnya, kita tahu bahwa terkadang kita terlempar dari motor. Tapi crash di tikungan 1 Sachsenring adalah dengan kecepatan yang sangat lambat,” pungkas adik Aleix Espargaro itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page