Honda Alami Titik Terendah, Marc Marquez ‘Dipaksa’ Turun Gunung?

RiderTua.com – Bagi Honda, GP Jerman musim 2022 ini menandai titik terendah dalam sejarah MotoGP dari pabrikan asal Jepang itu. Hanya pengganti Marc Marquez Stefan Bradl yang bertarung untuk bisa finis dengan RC213V, meskipun hanya finis ke-16 atau yang paling buncit. Balapan 30 lap di Sachsenring adalah balapan pertama dalam 40 tahun (terjadi tahun 1982 di Jarama), di mana tidak ada pembalap Honda yang berhasil mendulang poin. Mengenai hal tersebut, manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig mengatakan, “Saya tidak tahu apa-apa tentang statistik. Yang saya tahu adalah, kami tidak dalam situasi yang tepat saat ini. Kita harus mengubah itu sepenuhnya. Dulu kami berhasil mengatasi masalah ini berkali-kali, karena kami adalah Honda!”..

Marc harus secepatnya ‘turun gunung’ untuk membenahi kekurangan motor, meskipun bukan untuk mengejar gelar, namun untuk pengembangan motor, jadi tidak perlu 100% dulu.. Saat ini Marc, Taka dan Pol cedera pasukan Honda seperti sayap-sayap patah.. hanya mengandalkan Alex dan Bradl?

Honda Alami Titik Terendah, Marc Marquez Turun Gunung?

Namun Puig dengan jujur ​​mengakui, “Jelas, balapan akhir pekan di Jerman berjalan sangat buruk. Pol mengalami dua kali crash di FP1 pada hari Jumat, salah satunya adalah crash yang sangat keras. Kami sudah menduga bahwa itu akan sangat sulit baginya, dan akhirnya itu terbukti. Dia punya masalah dengan tulang rusuknya, dia mengalami kesulitan bernapas lap demi lap, dengan rasa sakit dan panas yang menyengat.”

“Takaaki Nakagami juga crash pada hari Sabtu. Dia memulai balapan dengan keterbatasan dan crash lagi. Sementara Alex Marquez punya masalah teknis dengan RC213V-nya dan Stefan Bradl melakukan apa yang dia bisa. Kita tidak boleh lupa bahwa dia adalah tes rider kita. Dia di sini untuk membantu kami sebagai pengganti Marc Marquez. Secara keseluruhan itu jelas bukan akhir pekan yang baik. Kami perlu menganalisisnya sesegera mungkin, untuk memahami bagaimana keluar dari situasi ini,” imbuh pria berusia 55 tahun itu.

Setidaknya ada kabar baik dari Marc Marquez di akhir pekan. Para dokter puas dengan kemajuannya setelah operasi lengan atas keempat pada 2 Juni lalu. “Ya, tapi saya tidak ingin mencampuradukkannya. Marc adalah cerita yang berbeda. Dia menjalani operasi dan untungnya itu berjalan dengan baik. Tapi kita tidak bisa percaya bahwa semuanya super positif. Akan positif jika kami dapat membawa motor yang kompetitif dan kembali ke level normal kami dalam hal daya saing dan hasil,” lanjut manajer tim asal Spanyol itu.

Puig menambahkan, “Saya berbicara dengan Marc, dia senang dan ada kemajuan pada lengannya. Dia bertemu dengan para dokter dan melakukan apa yang disarankan dokter. Tapi kami berharap dia mengikuti situasi di sini, dan pasti akan segera kembali bersama kami untuk melihat secara langsung apa yang terjadi dan bagaimana kami mencoba meningkatkan motor.”

Banyak Pembalap Honda cedera

Saat Puig ditanya, apakah ada kemungkinan Marc akan kembali di Assen? Puig tidak menjawab. Namun, merujuk pada balapan terakhir sebelum liburan musim panas di Belanda, Puig menjelaskan, “Kami tidak menutupi. Kami tahu kami harus berkembang. Pertama, kita harus jelas tentang kondisi pembalap. Kita perlu melihat bagaimana kondisi fisik Pol dan Nakagami. Sementara Alex Marquez dan Stefan Bradl baik-baik saja.”

“Assen selalu menjadi trek yang rumit dan sangat menuntut. Kita membutuhkan motor dengan keseimbangan yang baik di sana, karena ada banyak tikungan berkecepatan tinggi, tetapi ada juga beberapa tikungan yang sangat lambat. Kita harus mengendalikan motor dengan baik. Jika tidak, kita dapat masalah besar di Assen,” pungkas Puig.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page