Repsol (Honda) Memperingatkan Dorna!

RiderTua.com – Repsol Honda memperingatkan Dorna: bahwa aerodinamika motor MotoGP saat ini menjadi salah satu penyebab kurang menariknya tontonan (tidak bisa menyalip) dan risiko cedera bagi pembalap. Duel hingga tikungan terakhir antara Marquez dan Dovizioso atau antara Marquez dan Quartararo mulai 2019 dan seterusnya mulai jarang terjadi… Di paddock MotoGP, intoleransi tertentu terhadap aerodinamis dan perangkat pengatur ketinggian menjadi semakin meluas, menyebabkan banyak masalah bagi fisik pembalap. Menjadi masalah utama bagi Honda yang mulai 2020 kehilangan kekuatan ujung tombaknya Marc Marquez.

“Sebuah detail yang tidak dapat diabaikan tentang teknologi ini adalah pengaruhnya terhadap fisik pembalap.. Cedera otot di lengan bawah pembalap semakin sering terjadi. Sebagian besar sumber atas ketidaknyamanan ini terletak pada aerodinamika. Spoiler dan perangkat lain yang menerapkan beban tinggi membuat motor secara fisik lebih sulit untuk dikendarai,” tulis media Repsol.. Jika dilihat semua yang menjadi fokus Ducati seperti aerodinamis dan perangkat pengatur ketinggian akan dipermasalahkan (terganjal) di masa depan..mungkin akan menjadi perdebatan..

Repsol (Honda) Memperingatkan Dorna

Beberapa hari yang lalu Repsol, salah satu sponsor utama MotoGP dan terkait dengan Honda selama bertahun-tahun, di media resminya tampaknya meluncurkan peringatan yang ditujukan ke Dorna. Seperti kesulitan dalam menyalip, aerodinamika yang semakin canggih.. Tapi pesan yang dikirim Repsol juga bisa diartikan juga sebagai koreksi terhadap MotoGP. Setelah keluarnya Petronas pada 2021 dan Suzuki pada akhir 2022 tontonan juga sedikit kurang menarik..

Cerita ini dimulai dari pemasok ban tunggal Michelin (Bridgestone mundur), yang mengakhiri banyak ketidaksetaraan, dan dengan diperkenalkannya unit kontrol elektronik terpadu. Dua elemen yang secara signifikan mempersempit kesenjangan antara antara tim satelit dan tim resmi. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, menurut Repsol Honda,“Situasinya telah memburuk hingga menyalip menjadi semakin kompleks (sulit). Penerapan teknologi baru, seperti penggunaan besar-besaran elemen aerodinamis, atau sistem yang memodifikasi ketinggian motor untuk meningkatkan efisiensi akselerasi, membuat menyalip semakin sulit. Pembalap melaju lebih cepat dan mengerem dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini membuat jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu dan jarak yang cukup untuk melakukan manuver menyalip dengan aman”.

Di MotoGP, aerodinamis dan perangkat ketinggian dituduh sebagai sumber cedera pembalap, menyebabkan banyak masalah bagi fisik pembalap.

Related Articles

1 COMMENT

  1. Moto Gp sdh tdk menarik lebih enak nonton superbike lebih menarik dan layak di tonton…..
    Susuzi keluar Petronas keluar …. Siapa lagi yang akan nyusul …. Bisa YAMAHA juga berikutnya fan Honda keluar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page