Franco Morbidelli Hampir Jatuh Karena Manuver Alex Marquez

RiderTua.com – Di GP Catalunya Morbidelli sebenarnya mengalami insiden di lap pertama dengan Alex Marquez. “Saya benar-benar yang terakhir, karena Alex Marquez keluar trek di tikungan 3 dan kemudian kembali ke racing line tanpa memperhatikan siapa pun. Saya ada di belakangnya dan dia sempat menabrak ban depan saya. Saya hampir jatuh, keluar lintasan dan kembali ke lintasan di urutan terakhir,” jelas Franky yang akhirnya berhasil melewati garis finis di posisi ke-13. Selain itu Franco Morbidelli ikut mengomentari insiden berbahaya (crash yang disebabkan Takaaki Nakagami) di Montmelo akhir pekan lalu.

Morbi berujar, “Saya masih akan menjadi seorang filsuf,” ujar pembalap pabrikan Yamaha itu sambil tertawa. Namun sejurus kemudian di kembali serius. Sama seperti rekan pembalap lainnya, Franky juga kurang bisa memahami aksi berbahaya yang dilakukan pembalap LCR Honda itu. “Itu adalah kesalahan besar. Dia start dari posisi 12 di grid, itu gila. Manuvernya saat melawan Alex (Rins) di Mugello sangat sulit dan berada dalam limit, tetapi aksinya di Barcelona sangat berbahaya. Seharusnya kita tahu dengan lebih baik. Kita harus menjaga semuanya dengan lebih baik, termasuk diri sendiri,” tegas pembalap asal Italia itu.

Franco Morbidelli: Yang Dilakukan Nakagami Kesalahan Besar

Franky menambahkan, “Saya pikir kita harus lebih fokus ketika balapan. Risiko yang harus dibayar sangat tinggi di balapan. Kita semua ingin mencapai hasil yang luar biasa. Kita semua menginginkan banyak hal dan semua bersedia mengambil banyak risiko untuk mencapai hasil itu. Tetapi kita harus lebih memperhatikan kesehatan kita dan rekan kerja kita. Kita cenderung lupa bahwa kadang-kadang itu normal bagi seorang pembalap dan sebagai manusia. Tetapi ketika hal-hal ini terjadi, itu membuat saya frustrasi. Itu membuat saya marah.”

Namun dalam analisisnya yang ‘sinis’, Morbido berenang melawan arus dalam hal penanganan stewards FIM, yang membiarkan insiden di tikungan 1 itu dianggap sebagai insiden balap biasa. Saat dia ditanya, apakah keputusan para stewards tepat? Setelah merenung sejenak, Franky menjawab, “Jujur, untuk pertunjukan ya namun untuk pembalap tidak.”

“Untuk pertunjukan, ya. Karena ada ribuan bahkan jutaan orang menonton tayangan ini. Dan ‘bom’ terjadi di tikungan 1, dengan kecepatan 250 km/jam. Itu tugas kami. Pada akhirnya, itu tugas kami. Jika kami balapan dan mengkhawatirkan (memperhatikan keselamatan) satu sama lain, balapan akan jauh lebih menyenangkan,” ujar murid Valentino Rossi dengan gaya santainya yang menjadi ciri khas pembalap berusia 27 tahun itu.

Tapi itu adalah tugas manajemen balapan dan stewards FIM untuk membuat balapan lebih aman. “Motorsport itu berbahaya. Ada orang-orang yang menjaga kami, sehingga kami tidak melukai diri sendiri saat kami melakukan hal-hal normal dan membalap secara normal,” imbuh rekan setim Fabio Quartararo itu.

“Kami melaju 360km/jam dan seringkali hanya berjarak 5cm. Atau ketika 25 pembalap masuk secara bersamaan ke tikungan pertama dengan kecepatan 270km/jam dengan ban dingin (lap pertama ban belum panas) untuk melaju dengan kecepatan 60 atau 70 km/jam maka itu adalah perhatian para pembalap, tidak ada yang bisa menjaga kita. Pembalap harus melakukannya sendiri,” pungkas Franky..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page