Marc Marquez: Operasi adalah Kesempatan Terakhir Saya, Jika Gagal?

RiderTua.com – Sebelum menjalani operasi lengan atas keempatnya, Marc Marquez finis di tempat ke-10 di GP Mugello dan peringkat 9 dalam klasemen MotoGP. Operasi yang dilakukan di Mayo Clinic Rochester (Minnesota, AS) itu rencananya akan dijalani rider Repsol Honda itu pada Selasa (31/5/22). Marc berbicara tentang ‘kesempatan terakhir’ sehubungan dengan operasi itu. Apakah dia mengatakan ini adalah kesempatan terakhirnya untuk kembali ke level membalapnya seperti pada 2019, ketika dia mengklaim 12 kemenangan dan enam kali finis di tempat ke-2 dalam 19 balapan? Rider berusia 29 tahun itu yakin karier dan kualitas hidupnya di masa depan, bergantung pada operasinya itu. Jika berhasil maka dia akan mampu bersaing lagi, jika gagal (tidak kembali 100%) dan tidak kompetitif lagi seperti dulu? ..

“Ya, jika operasi ini sukses, kita akan melihat seberapa baik saya mampu mengendarai motor.. Ini adalah operasi keempat, saya banyak tergantung dari ini. Karena saya tidak punya tubuh lain, hanya ini. Itulah mengapa ini adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki kondisi fisik saya.”

Marc Marquez: Operasi adalah Kesempatan Terakhir Saya

Ini adalah yang keempat kali setelah GP Jerez-2 pada tahun 2020, kembali menderita diplopia setelah GP Misano-2 pada tahun 2021 (setelah crash motorcross) dan penglihatan ganda pada tahun 2022 (crash parah dalam sesi pemanasan GP Mandalika) di 22 bulan terakhir. Dan seperti biasa, tes rider Stefan Bradl akan menggantikannya.

Mengenai kesempatan terakhir yang dia maksud, Marc menjelaskan, “Ya, jika operasi ini sukses, kita akan melihat seberapa baik saya mampu mengendarai motor setelahnya. Tidak mungkin saya bisa terus balapan dalam kondisi yang saya alami selama beberapa bulan terakhir. Ini adalah operasi keempat, saya banyak tergantung dari ini. Karena saya tidak punya tubuh lain, hanya ini. Itulah mengapa ini adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki kondisi fisik saya.”

“Tetapi apa pun bisa terjadi dalam operasi yang dilakukan selama 2 jam. Tetap saja, sekarang keputusan yang masuk akal untuk menunda musim dan memperbaiki bahu kanan dan humerus kiri. Saya membutuhkan lebih banyak stabilitas dan kekuatan di sendi bahu kanan. Jika saya ingin balapan motor dengan sedikit usaha di masa depan, ini adalah kesempatan terakhir saya. Karena aku tidak bisa terus dalam keadaan seperti ini, ini yang terakhir. Ini keputusan tepat untuk masa depan saya,” lanjut kakak Alex Marquez (LCR) itu.

“Tujuan dari operasi ini bukan untuk bisa menang lagi secara tiba-tiba. Tujuan saya adalah untuk dapat kembali menikmati membalap pasca operasi dan dapat membalap tanpa rasa sakit. Saya ingin kembali hidup normal dan menjadi seorang pembalap lagi. Saya ingin melupakan obat penghilang rasa sakit dan semua itu. Itulah inti di balik operasi. Jika semuanya berjalan dengan baik dan saya kembali nyaman, kemungkinan besar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.”

Di satu sisi, setelah melakoni balapan di Mugello Marc tampak lega. Tapi di sisi lain, dia juga kepikiran operasi baru yang hasilnya bisa mempengaruhi tidak hanya karirnya tetapi juga kualitas hidupnya di masa depan.

Marc mengungkapkan, “Tentu, kita akan khawatir jika kita menjalani operasi keempat pada lengan yang sama. Ini bukan hal yang mudah. Tetapi ketika dokter spesialis dari Amerika memberi tahu saya tentang hasil pemeriksaan mereka pada hari Jumat, saya menarik napas dalam-dalam. Saya merasa lega. Mereka bisa saja berkata, ‘Rotasi pada bahu tidak terlalu buruk. Kamu yang memutuskan apakah kamu ingin dioperasi’. Maka itu keputusan yang sulit bagi saya. Tetapi mereka dengan jelas mengatakan, ‘Operasi sekarang, rotasinya terlalu besar, segera hentikan musim. Kami akan memperbaikinya’.”

“Itulah mengapa hari Jumat di Mugello adalah salah satu hari terbaik tahun ini bagi saya. Itu adalah berita buruk bagi tim karena saya harus menjalani operasi lagi. Tapi bagi saya pribadi itu adalah kabar baik,” imbuhnya.

Sejauh ini Marc tidak punya kepastian. Tetapi harapannya sangat jelas, bahwa dia tidak harus hidup dengan keterbatasan fisik yang cukup berat dalam jangka panjang.

Selain itu, Marc juga tak tahu berapa lama masa pemulihannya dan kapan dia akan kembali ke MotoGP Honda. “Ketika saya bertanya kepada para dokter di klinik melalui telepon berapa lama saya harus istirahat, mereka berkata, ‘Jika itu kekhawatiran terbesar kamu, maka tetaplah di rumah dan lanjutkan balapan’. Itu sebabnya saya tidak bisa memberikan prediksi sama sekali, kapan saya akan kembali. Kami butuh kesabaran,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page